Breaking News
light_mode
Trending Tags

PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 81
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.”
PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi ekonomi syariah, memperluas akses keuangan inklusif, dan mendorong tumbuhnya ekosistem bisnis berbasis syariah di daerah.
Dalam rilis resmi yang diterima redaksi, sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan hadir, antara lain:
•Robert H. Sianipar, Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara
•Prof. Dr. KH. Hasanuddin, M.Ag., Ketua Bidang Pelaksana Harian DSN MUI Pusat
•Drs. KH. Sholahudin Al Aiyubi, M.Si., Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
•Irwan Abdollah, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI)
•Mario Laurens Iroth, S.E., M.M., Kepala Wilayah Sulawesi dan Gorontalo BEI Kantor Perwakilan Sulawesi Utara
•Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., Gubernur Gorontalo
•H. Adnan Dambea, S.Sos., S.H., M.A., Wali Kota Gorontalo
KH. Abdullah Aniq Nawawi, M.A., Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Ketua Steering Committee PES 2025
•KH. Burhanudin Umar, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo
•Andree Mahardika Sinudarsono, Head Sales Phintraco Sekuritas
•Drs. H. Ibrahim T. Sore, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo
•Iskandar Uno, S.H., Ketua Panitia PES 2025
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan institusi keuangan nasional seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IDX Islamic, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), Phintraco Sekuritas, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan PWNU Gorontalo sebagai penyelenggara utama.
Ketua Steering Committee PES 2025, KH. Abdullah Aniq Nawawi, PWNU Gorontalo menilai bahwa salah satu persoalan mendasar masyarakat Gorontalo adalah problem ekonomi. Mulai dari angka kemiskinan yang masih tinggi, fenomena pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong yang marak, hingga petani dan nelayan yang terjerat praktik rentenir.
PWNU Gorontalo bertekad untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Karena itu, PWNU Gorontalo bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan berupaya menyusun road map ekonomi syariah daerah, yang fokus pada upaya mengurai problem kemiskinan, pinjol, dan jeratan rentenir melalui solusi berbasis syariah dan kemaslahatan.
“Pekan Ekonomi Syariah juga menjadi langkah awal PWNU Gorontalo menjalin kemitraan strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta lembaga-lembaga keuangan nasional lainnya. Harapannya, ke depan akan terbangun kerja sama berkelanjutan dalam memberikan edukasi dan memperluas inklusi keuangan syariah bagi warga Nahdliyyin di seluruh Gorontalo”, ujarnya.
Selain itu, PWNU Gorontalo juga akan menyusun kurikulum perencanaan keuangan syariah yang akan diajarkan kepada para santri secara khusus, dan siswa secara umum. Harapannya, para santri sejak dini memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah, sehingga lahir generasi yang melek finansial dan berkarakter islami.
Sementara Ketua Panitia PES 2025, Iskandar Uno, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan berbagai agenda edukatif dan kolaboratif, mulai dari seminar, expo produk halal, hingga pelatihan keuangan syariah.
“PES 2025 menjadi momentum bagi Gorontalo untuk tampil sebagai daerah yang siap menjadi bagian dari gerakan ekonomi syariah nasional,” katanya.
Pria yang akrab disapa Ciko itu juga menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PES 2025, PWNU Gorontalo akan menghadirkan Galeri Ekonomi Syariah, sebagai ruang literasi masyarakat terhadap layanan keuangan syariah dan produk halal.
“Melalui expo dan galeri ini, masyarakat dapat lebih mengenal layanan keuangan syariah sekaligus mendukung tumbuhnya ekonomi umat berbasis halal dan berkeadilan,” tambahnya.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh strategis dan dukungan lintas sektor, Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, berdaya saing, dan mandiri.
  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    APPLI Sulteng Kecewa, Nasib Warga Pagimana Terkatung di Tangan Anwar Hafid

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi DPRD Sulteng terkait konflik […]

  • Abdul Kadir Diko/FOTO: Istimewa Play Button photo_camera 14

    Gorontalo Green School: Langkah Kecil Menahan Krisis Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Abdullah K. Diko
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kerusakan lingkungan tidak pernah hadir sebagai peristiwa tunggal. Ia tumbuh perlahan—dari tanah yang kehilangan kesuburan, sungai yang kian tercemar, hingga bencana alam yang makin sering dan sulit diprediksi. Dalam banyak kasus, respons kita justru terjebak pada solusi jangka pendek: proyek cepat, jargon hijau, dan seremoni tanam pohon. Padahal, di balik krisis itu terdapat persoalan yang […]

  • Gubernur Gorontalo Sambut Hangat Kedatangan Jemaah Haji Kloter 28

    Gubernur Gorontalo Sambut Hangat Kedatangan Jemaah Haji Kloter 28

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 28 UPG asal Kota Gorontalo yang tiba Selasa, (2/7/2025). Jemaah kembali dengan jumlah utuh 393 orang dan disambut di Asrama Haji. “Alhamdulillah, berangkat 393 dan kembali juga 393. Artinya, dua kemungkinan yang biasa terjadi namun tidak terjadi di kloter ini, tidak ada yang wafat di Tanah […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

expand_less