Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PWNU Gorontalo Gelar Pekan Ekonomi Syariah 2025: Perkuat Ekonomi Umat Menuju Kemandirian

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo akan menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 pada 28–30 Oktober 2025. Agenda besar ini mengusung tema “Memperkuat Peran Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Umat.”
PES 2025 menjadi wadah kolaborasi antara PWNU Gorontalo dengan berbagai lembaga keuangan, regulator, serta pelaku ekonomi syariah nasional.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat literasi ekonomi syariah, memperluas akses keuangan inklusif, dan mendorong tumbuhnya ekosistem bisnis berbasis syariah di daerah.
Dalam rilis resmi yang diterima redaksi, sejumlah tokoh nasional dan daerah dijadwalkan hadir, antara lain:
•Robert H. Sianipar, Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara
•Prof. Dr. KH. Hasanuddin, M.Ag., Ketua Bidang Pelaksana Harian DSN MUI Pusat
•Drs. KH. Sholahudin Al Aiyubi, M.Si., Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)
•Irwan Abdollah, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI)
•Mario Laurens Iroth, S.E., M.M., Kepala Wilayah Sulawesi dan Gorontalo BEI Kantor Perwakilan Sulawesi Utara
•Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., Gubernur Gorontalo
•H. Adnan Dambea, S.Sos., S.H., M.A., Wali Kota Gorontalo
KH. Abdullah Aniq Nawawi, M.A., Katib Syuriyah PWNU Gorontalo sekaligus Ketua Steering Committee PES 2025
•KH. Burhanudin Umar, Rais Syuriyah PWNU Gorontalo
•Andree Mahardika Sinudarsono, Head Sales Phintraco Sekuritas
•Drs. H. Ibrahim T. Sore, Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo
•Iskandar Uno, S.H., Ketua Panitia PES 2025
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan institusi keuangan nasional seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), IDX Islamic, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indonesia Sharia Stock Index (ISSI), Phintraco Sekuritas, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan PWNU Gorontalo sebagai penyelenggara utama.
Ketua Steering Committee PES 2025, KH. Abdullah Aniq Nawawi, PWNU Gorontalo menilai bahwa salah satu persoalan mendasar masyarakat Gorontalo adalah problem ekonomi. Mulai dari angka kemiskinan yang masih tinggi, fenomena pinjaman online (pinjol) dan investasi bodong yang marak, hingga petani dan nelayan yang terjerat praktik rentenir.
PWNU Gorontalo bertekad untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut. Karena itu, PWNU Gorontalo bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) akan berupaya menyusun road map ekonomi syariah daerah, yang fokus pada upaya mengurai problem kemiskinan, pinjol, dan jeratan rentenir melalui solusi berbasis syariah dan kemaslahatan.
“Pekan Ekonomi Syariah juga menjadi langkah awal PWNU Gorontalo menjalin kemitraan strategis dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta lembaga-lembaga keuangan nasional lainnya. Harapannya, ke depan akan terbangun kerja sama berkelanjutan dalam memberikan edukasi dan memperluas inklusi keuangan syariah bagi warga Nahdliyyin di seluruh Gorontalo”, ujarnya.
Selain itu, PWNU Gorontalo juga akan menyusun kurikulum perencanaan keuangan syariah yang akan diajarkan kepada para santri secara khusus, dan siswa secara umum. Harapannya, para santri sejak dini memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip-prinsip syariah, sehingga lahir generasi yang melek finansial dan berkarakter islami.
Sementara Ketua Panitia PES 2025, Iskandar Uno, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan berbagai agenda edukatif dan kolaboratif, mulai dari seminar, expo produk halal, hingga pelatihan keuangan syariah.
“PES 2025 menjadi momentum bagi Gorontalo untuk tampil sebagai daerah yang siap menjadi bagian dari gerakan ekonomi syariah nasional,” katanya.
Pria yang akrab disapa Ciko itu juga menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PES 2025, PWNU Gorontalo akan menghadirkan Galeri Ekonomi Syariah, sebagai ruang literasi masyarakat terhadap layanan keuangan syariah dan produk halal.
“Melalui expo dan galeri ini, masyarakat dapat lebih mengenal layanan keuangan syariah sekaligus mendukung tumbuhnya ekonomi umat berbasis halal dan berkeadilan,” tambahnya.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh strategis dan dukungan lintas sektor, Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat, berdaya saing, dan mandiri.
  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Laka Dievakuasi dengan Mobil BPBD, Penggunaan Ambulans Puskesmas Cenrana Dipertanyakan

    Korban Laka Dievakuasi dengan Mobil BPBD, Penggunaan Ambulans Puskesmas Cenrana Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Nulindalo.com, MAROS – Kesiapsiagaan pelayanan kegawatdaruratan di wilayah timur Kabupaten Maros menjadi sorotan setelah seorang korban kecelakaan lalu lintas di Dusun Kappang, Desa Labuaja, Kecamatan Cenrana, Senin (10/8/2026) sore, dilaporkan dievakuasi menggunakan kendaraan operasional Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros. Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi penanganan korban kecelakaan. Pasalnya, Puskesmas Cenrana merupakan salah […]

  • Going Concern Ibadah

    Going Concern Ibadah

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Dalam dunia akuntansi, ada satu asumsi yang membuat laporan keuangan bisa tidur nyenyak setiap akhir tahun: going concern. Artinya, entitas diasumsikan akan terus berlanjut usahanya, tidak bangkrut besok pagi, dan tidak bubar jalan setelah RUPS bubar. Nah, dalam konteks Ramadhan, saya kira kita juga perlu satu asumsi serupa: going concern ibadah. Jangan sampai ibadah kita […]

  • Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    Khabbab bin al Arat, Sang Guru Ngaji Yang Teguh Iman (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #9)

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Bagi siapa pun yang menelusuri sejarah awal Islam, nama Khabbab bin al‑Arat muncul sebagai salah satu tokoh sahabat yang perannya sangat strategis, meski sering luput dari perhatian umum. Selain karena keteguhan imannya, ia juga dikenal karena pengaruhnya dalam pembinaan sahabat-sahabat Muslim awal, termasuk keterlibatannya dalam peristiwa yang turut memengaruhi hidayah Umar bin al‑Khattab. Khabbab lahir […]

  • Waketum PBNU Urai Strategi NU, Isu Indonesia Timur dan Kesejahteraan Guru Mengemuka

    Waketum PBNU Urai Strategi NU, Isu Indonesia Timur dan Kesejahteraan Guru Mengemuka

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 499
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Musthofa, mengurai arah strategi kepemimpinan NU sekaligus menyerap berbagai aspirasi daerah dalam agenda silaturahim bersama PCNU se-Gorontalo dan tiga cabang PCNU dari Sulawesi Utara, Ahad (19/4/2026), di Kantor PWNU Gorontalo. Dalam pemaparannya, Zulfa Musthofa menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan […]

  • Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    Dugaan Kriminalisasi Warga di Kasus Tambang Banggai Tuai Kritik Aktivis Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 535
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aktivitas pertambangan yang dilakukan PT Pantas Indomining di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kembali menuai sorotan publik. Kali ini, isu dugaan kriminalisasi terhadap warga yang memprotes aktivitas tambang memicu kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah melalui ketuanya, Aulia Hakim, menyampaikan bahwa masyarakat setempat sejak awal telah […]

  • NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Misbah Yamin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan organisasi keagamaan bertahan dalam lintasan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum evaluasi kritis atas arah gerak institusionalnya. Dalam konteks ini, pertanyaan nya “Ke mana NU bergerak?” bukanlah ungkapan emosional, melainkan problem akademik tentang representasi, otonomi organisasi, dan relasi kuasa antara agama dan negara. Secara […]

expand_less