Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 390
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua, masalah kemiskinan (poverty). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kemiskinan sebagai bentuk kehilangan kesejahteraan multidimensi seperti ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup dasar yakni makanan, pakaian, dan perumahan serta minimnya akses ke pendidikan, kesehatan, dan partisipasi dalam masyarakat. Data BPS (2025) pun menjelaskan jumlah penduduk miskin di Indonesia  sebesar 23,36 juta orang. Adapun wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia adalah Provinsi Papua Pegunungan dengan angka kemiskinan mencapai 30,03%,  Papua Tengah 28,9%, Papua Barat 20,66%, Papua Selatan 19,71%, dan Papua 19,16%.

Ketiga, masalah penyakit (disease problem). Bank Dunia (2025) mendefinisikan penyakit sebagai penyimpangan fungsi atau struktur tubuh yang menyebabkan hilangnya kesehatan. Mereka mengelompokkan penyakit dalam tiga kategori utama yaitu (a) penyakit menular seperti gangguan yang disebabkan oleh patogen, kesehatan ibu dan kekurangan gizi (b) penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker  (c) cedera seperti kerusakan fisik akibat kecelakaan atau kekerasan. Data BPS (2025) pun menguatkan bahwa sekitar 25,23% penduduk Indonesia memiliki keluhan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gastritis, hipertensi, HIV/AIDS, dan stroke. Sedangkan  khusus stunting nasional sebesar 19,8%.

Sampai di sini, tentu mustahil fitrah manusia bisa dioptimalkan jika faktor kebodohan, kemiskinan dan penyakit tidak bisa diselesaikan. Oleh karenanya, tentu kita membutuhkan sebuah metode strategis ilmiah dan bukan sekadar jurus abrakadabra. Pertama,  sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk (a) mendemokratisasikan akses pendidikan tanpa kelas (b) melaksanakan pendidikan berbasis kesadaran kritis dan (c) mobilisasi literasi massal. Kedua, sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk membentuk (a) solidaritas sosial otomatis (b) membuat petisi penghapusan alat produksi yang monopolistik  dan (c) memperkuat ekonomi kreatif dari desa-desa. Ketiga, sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk (a)  pemberantasan komersialisasi medis (b) membangun jaringan rumah sakit, relawan medis & klinik rakyat dan (c)  memperkuat intervensi struktural terhadap kedaulatan pangan & gizi serta perbaikan sanitasi lingkungan. Sebagai penutup, sosialisme tarbiyah adalah paham untuk membangkitkan kembali hakikat dasar manusia dalam Al-Qur’an yakni Al-Basyar (dimensi fisik-biologis), Al-Insan (dimensi spiritual-psikologis), dan An-Nas (dimensi sosial-masyarakat). Tanpa kebangkitan fitrah manusia, maka masyarakat Muslim Indonesia akan sulit menjadi pemain dan penentu arah peradaban global di masa depan. Apakah sosialisme tarbiyah layak dikampanyekan?  Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

  • BP3NU Gorontalo Gelar Raker, Bahas Statuta dan Regulasi Perguruan Tinggi NU

    BP3NU Gorontalo Gelar Raker, Bahas Statuta dan Regulasi Perguruan Tinggi NU

    • calendar_month Minggu, 10 Feb 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3NU) Provinsi Gorontalo dijadwalkan menggelar Rapat Kerja (Raker) yang akan berlangsung di Ballroom Hotel Damhil, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), pada Minggu, 10 Februari 2019. Rapat kerja tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan statuta serta kebijakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sekaligus membahas regulasi perguruan tinggi swasta di lingkungan […]

  • Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    Kemenag Sulsel Serahkan SK Redistribusi PPPK, 66 Pegawai Kembali Bertugas di Daerah Asal

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    “Bekerjalah dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya. Kakanwil juga menekankan bahwa seluruh PPPK memiliki tanggung jawab dalam memastikan program-program Kementerian Agama tetap berjalan dengan baik. Keterbatasan yang ada, termasuk dukungan anggaran, menurutnya tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas kinerja. “Program Kementerian Agama tetap harus berjalan. Jangan menjadikan keterbatasan […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    Mengapa Literasi Keuangan Perempuan Menentukan Masa Depan Anak

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Perempuan yang cerdas secara finansial juga mampu menciptakan pola parenting yang lebih sehat. Ia memahami bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan dengan memenuhi semua keinginan anak. Banyak orang tua tanpa sadar mengganti kehadiran emosional dengan materi. Anak diberikan fasilitas berlebihan, tetapi kehilangan pendidikan karakter tentang kesederhanaan dan tanggung jawab. Literasi keuangan mengajarkan bahwa nilai hidup […]

  • Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    Bawaslu Kota Gorontalo Perkuat Kapasitas Panwascam Hadapi Tahapan Verifikasi Faktual

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bawaslu Kota Gorontalo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Gorontalo dalam rangka mempersiapkan pengawasan tahapan Verifikasi Faktual (Verfak) dukungan calon perseorangan pada Pemilihan Serentak 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Yulia pada Sabtu–Minggu, 15–16 Juni 2024. Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas ini bertujuan agar […]

expand_less