Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 337
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kedua, masalah kemiskinan (poverty). Bank Dunia (2025) mendefinisikan kemiskinan sebagai bentuk kehilangan kesejahteraan multidimensi seperti ketidakmampuan untuk memenuhi standar hidup dasar yakni makanan, pakaian, dan perumahan serta minimnya akses ke pendidikan, kesehatan, dan partisipasi dalam masyarakat. Data BPS (2025) pun menjelaskan jumlah penduduk miskin di Indonesia  sebesar 23,36 juta orang. Adapun wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Indonesia adalah Provinsi Papua Pegunungan dengan angka kemiskinan mencapai 30,03%,  Papua Tengah 28,9%, Papua Barat 20,66%, Papua Selatan 19,71%, dan Papua 19,16%.

Ketiga, masalah penyakit (disease problem). Bank Dunia (2025) mendefinisikan penyakit sebagai penyimpangan fungsi atau struktur tubuh yang menyebabkan hilangnya kesehatan. Mereka mengelompokkan penyakit dalam tiga kategori utama yaitu (a) penyakit menular seperti gangguan yang disebabkan oleh patogen, kesehatan ibu dan kekurangan gizi (b) penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker  (c) cedera seperti kerusakan fisik akibat kecelakaan atau kekerasan. Data BPS (2025) pun menguatkan bahwa sekitar 25,23% penduduk Indonesia memiliki keluhan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gastritis, hipertensi, HIV/AIDS, dan stroke. Sedangkan  khusus stunting nasional sebesar 19,8%.

Sampai di sini, tentu mustahil fitrah manusia bisa dioptimalkan jika faktor kebodohan, kemiskinan dan penyakit tidak bisa diselesaikan. Oleh karenanya, tentu kita membutuhkan sebuah metode strategis ilmiah dan bukan sekadar jurus abrakadabra. Pertama,  sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk (a) mendemokratisasikan akses pendidikan tanpa kelas (b) melaksanakan pendidikan berbasis kesadaran kritis dan (c) mobilisasi literasi massal. Kedua, sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk membentuk (a) solidaritas sosial otomatis (b) membuat petisi penghapusan alat produksi yang monopolistik  dan (c) memperkuat ekonomi kreatif dari desa-desa. Ketiga, sosialisme tarbiyah akan berjuang untuk (a)  pemberantasan komersialisasi medis (b) membangun jaringan rumah sakit, relawan medis & klinik rakyat dan (c)  memperkuat intervensi struktural terhadap kedaulatan pangan & gizi serta perbaikan sanitasi lingkungan. Sebagai penutup, sosialisme tarbiyah adalah paham untuk membangkitkan kembali hakikat dasar manusia dalam Al-Qur’an yakni Al-Basyar (dimensi fisik-biologis), Al-Insan (dimensi spiritual-psikologis), dan An-Nas (dimensi sosial-masyarakat). Tanpa kebangkitan fitrah manusia, maka masyarakat Muslim Indonesia akan sulit menjadi pemain dan penentu arah peradaban global di masa depan. Apakah sosialisme tarbiyah layak dikampanyekan?  Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Willy Aditya Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Disebut Terobosan Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga

    Willy Aditya Apresiasi Pengesahan UU PPRT, Disebut Terobosan Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Ia menambahkan, regulasi ini juga menjamin hak-hak dasar PRT sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk perlindungan yang selama ini belum optimal. Willy menyoroti bahwa selama ini UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan belum secara eksplisit memasukkan pekerja rumah tangga sebagai bagian dari kategori pekerja, sehingga menyulitkan perlindungan hukum bagi mereka. “Hilangnya pengakuan […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 300
    • 0Komentar

    A comparative analysis of Jakarta and Singapore reveals distinct limitations in urban resilience. Jakarta contends with pronounced environmental risks and uneven development, whereas Singapore encounters more nuanced challenges related to governance and civil liberties. These cases illustrate that resilience is inherently multidimensional. Physical infrastructure alone is insufficient, and technological efficiency without social trust remains vulnerable. […]

  • Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Ini bukan tentang siapa yang benar atau siapa yang salah. Bukan tentang siapa yang patut dibela atau digugat. Tulisan ini tidak berdiri di satu pihak, tidak pula hadir untuk menyokong atau menjatuhkan. Yang ingin disorot di sini adalah sebuah peristiwa politik yang mengandung makna lebih dalam: mantan Presiden Jokowi menggugat pihak-pihak yang menuduh ijazahnya palsu. […]

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan sosial secara produktif, bukan konsumtif. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bahan pokok dalam program BLP3G di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, Rabu (2/7/2025). Selain program BLP3G, Idah menjelaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memiliki berbagai skema bantuan lainnya, salah satunya adalah Usaha […]

  • Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    Nihayatul Wafiroh Resmikan Kantor Baru DPW PKB Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menghadiri peresmian Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gorontalo, Selasa (12/8/2025). Acara berlangsung di kantor baru PKB di Jalan KH. Adam Zakaria, Dembe II, Kota Gorontalo. Dalam sambutannya, Nihayatul menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPW PKB atas peresmian sekretariat baru. Ia berharap ke depan […]

expand_less