Breaking News
light_mode
Trending Tags

Melihat yang Tak Terlihat Ala Gus Dur: Catatan tentang Politik, Agama, dan Jaringan Kekuasaan

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 213
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Namun revolusi tidak berhenti pada runtuhnya rezim lama. Setelah itu muncul pertanyaan baru: siapa yang benar-benar mengendalikan arah negara?

Gus Dur membaca momen ini dengan cukup jeli. Ia menaruh perhatian pada figur seperti Abolhassan Banisadr, seorang intelektual yang kemudian menjadi presiden pertama pascarevolusi. Posisi Banisadr terasa ganjil bagi banyak pengamat. Ia bukan ulama garis keras, tetapi juga bukan tokoh militer revolusi.

Justru karena itu, posisinya menarik. Dalam masyarakat yang baru keluar dari pergolakan besar, figur seperti Banisadr sering muncul sebagai titik temu berbagai kepentingan. Ia bisa diterima oleh kalangan intelektual, tetapi tidak sepenuhnya ditolak oleh kelompok religius yang lebih konservatif. Kekuasaan, dalam situasi seperti itu, bukan hasil dominasi satu kelompok semata, melainkan hasil tawar-menawar yang terus berlangsung.

Cara membaca semacam ini mengingatkan pada pemikiran Clifford Geertz tentang pentingnya memahami makna di balik tindakan sosial. Politik bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ia juga menyangkut bagaimana sebuah tindakan dipahami, diterima, atau ditolak oleh masyarakat.

Di banyak tempat, termasuk di Indonesia, politik sering dipersempit menjadi soal pergantian elite. Perhatian publik tersedot pada pemilu, kabinet, atau koalisi partai. Padahal di balik itu terdapat dinamika sosial yang jauh lebih panjang: jaringan ulama, komunitas intelektual, organisasi mahasiswa, kelompok profesional, dan kelas menengah yang terus berubah.

Setiap kelompok membawa bahasa moralnya sendiri. Ada yang berbicara melalui agama, ada yang melalui nasionalisme, ada pula yang mengangkat isu keadilan sosial. Bahasa-bahasa ini saling bertemu di ruang publik dan membentuk arah politik secara perlahan.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    Ma’ruf Amin Pilih Istirahat, PKB Serahkan Dewan Syura ke KH Manarul Hidayah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjuk KH Manarul Hidayah sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Syura PKB, menggantikan KH Ma’ruf Amin yang memutuskan mundur dari jabatannya. “Ketua Dewan Syura PKB sekarang dijabat oleh pelaksana tugas. Pelaksana tugasnya adalah K.H. Manarul Hidayah,” ujar […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 159
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • 25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah mengusulkan adanya pertemuan bersama pimpinan yayasan, kepala SPPG, serta tenaga ahli gizi. Pertemuan tersebut bertujuan memberikan arahan sekaligus penguatan kapasitas dalam penerapan standar operasional. Langkah ini dinilai penting mengingat dampak penutupan sementara tidak hanya pada layanan pemenuhan gizi, tetapi juga berpengaruh terhadap investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk […]

  • Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    Forum Perbenihan Tanaman Pangan Gorontalo: Wujudkan Benih Unggul untuk Peningkatan Produksi Pertanian

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo melalui UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPPSBP) melaksanakan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2025 di Manna Cafe n Bakery Gorontalo, Kamis 23/10/2025 . Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan sinkronisasi antara seluruh pemangku kepentingan di bidang perbenihan, guna menyamakan persepsi dalam mendukung peningkatan produksi dan […]

  • Covid-19 dan “Matinya” Agama

    Covid-19 dan “Matinya” Agama

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia telah menyerang banyak jiwa manusia. Tidak mengenal yang tua maupun yang muda, laki-laki atau perempuan, bahkan anak-anak ikut menjadi korban dari ganasnya virus ini. Negara“kewalahan” melawan serangan virus corona. Beberapa program telah diberlakukan oleh pemerintah untuk menangani dan memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Sebut saja physical distancing (jaga jarak), […]

expand_less