Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Janji Tinggal Janji! Sertifikat Tak Diserahkan, Mediasi Terus Diundur, Kini Muncul Dugaan Pungutan Rp1 Juta di Desa Lassang Kabupaten Takalar

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 93
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM,TAKALAR – Polemik penyerahan sertifikat tanah sawah di Dusun Biring Ta’bing, Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan. Seorang penggarap sawah bernama Sanawati mengaku hingga kini belum menerima sertifikat tanah yang disebut sebagai haknya, meski telah berulang kali mendatangi Kantor Desa Lassang untuk memperoleh kepastian.

Perjuangan Sanawati mencari kejelasan disebut telah berlangsung cukup lama. Ia mengaku sudah tiga kali menempuh perjalanan dari Kabupaten Maros ke Kabupaten Takalar demi mendapatkan kepastian penyerahan sertifikat. Namun, setiap kedatangannya berakhir tanpa hasil.

Pada salah satu kesempatan, Sanawati mengaku dijanjikan oleh Kepala Desa untuk bertemu keesokan harinya di Kantor Desa Lassang. Demi memenuhi janji tersebut, ia bahkan memilih menginap di Takalar agar dapat hadir tepat waktu sesuai kesepakatan.

Namun, ketika tiba di kantor desa keesokan paginya, Kepala Desa yang sebelumnya menjanjikan pertemuan justru tidak berada di tempat. Sanawati akhirnya kembali ke Kabupaten Maros tanpa membawa kepastian mengenai sertifikat tanah yang telah lama dinantikannya.

Tidak hanya persoalan penyerahan sertifikat, jadwal mediasi yang diharapkan menjadi jalan keluar juga berulang kali mengalami penundaan. Awalnya, Pemerintah Desa Lassang menyampaikan bahwa musyawarah penyelesaian sengketa dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026. Jadwal tersebut kemudian diundur ke hari Kamis. Menjelang pelaksanaan pada Kamis, masyarakat kembali menerima informasi bahwa mediasi kembali ditunda hingga Senin mendatang.

Penundaan yang terjadi berulang kali memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga berharap Pemerintah Desa Lassang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan penundaan agar tidak menimbulkan spekulasi serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Di tengah polemik tersebut, redaksi juga menerima informasi dari narasumber mengenai dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp1.000.000 yang disebut sebagai biaya pengurusan administrasi desa dalam proses penyelesaian dokumen atau administrasi tanah di Dusun Ta’bing, Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Berdasarkan informasi yang diterima, dana tersebut diduga diserahkan sebagai biaya administrasi dan disebutkan diterima melalui aparat desa. Informasi ini masih memerlukan klarifikasi dan konfirmasi dari pihak-pihak terkait. Oleh karena itu, media tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan memberikan ruang hak jawab kepada Pemerintah Desa Lassang maupun pihak lain yang disebut dalam informasi tersebut.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi awak media, Kepala Desa Lassang menyatakan bahwa penyelesaian persoalan tersebut akan ditempuh melalui musyawarah.

“Nanti kita konfirmasikan selanjutnya untuk melakukan musyawarah di kantor desa.”

Dalam komunikasi lanjutan melalui pesan singkat, Kepala Desa kembali menyampaikan:

“Sdh sy sampaikan ke kadus nya, Kitunggu undangannya, sementara dijadwalkan. Lansung sj komunikasi dg kadus nya kl adaji nomornya. Undangan mediasinya dr dusun.”

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena Kepala Desa menyebut proses penerbitan undangan mediasi diserahkan kepada Kepala Dusun. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme administrasi pemerintahan desa, mengingat penyelenggaraan mediasi merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Pemerintah Desa yang dipimpin oleh Kepala Desa.

Berdasarkan ketentuan hukum, surat undangan mediasi yang diselenggarakan Pemerintah Desa merupakan surat resmi pemerintahan desa yang secara administratif diterbitkan atas kewenangan Kepala Desa sebagai penyelenggara pemerintahan desa.

Ketentuan tersebut sejalan dengan Pasal 26 ayat (4) huruf k Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, yang mengatur bahwa Kepala Desa berkewajiban menyelesaikan perselisihan masyarakat di desa.

Sementara itu, Pasal 15 huruf k Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 mengatur bahwa Kepala Dusun bertugas membantu Kepala Desa dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah dusun. Ketentuan tersebut tidak mengatur bahwa Kepala Dusun menjadi pihak yang menerbitkan atau bertanggung jawab secara administratif terhadap surat resmi Pemerintah Desa.

Dengan demikian, Kepala Dusun dapat membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat maupun memfasilitasi komunikasi di wilayahnya. Namun, kewenangan administratif untuk menerbitkan dan menandatangani surat undangan mediasi tetap berada pada Kepala Desa sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan desa.

Selain itu, Pasal 26 ayat (4) huruf f Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 juga menegaskan bahwa Kepala Desa berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat desa.

Di sisi lain, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mengamanatkan agar setiap penyelenggara pelayanan publik memberikan pelayanan yang cepat, profesional, transparan, mudah diakses, serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

Sejumlah pihak menilai, apabila penundaan mediasi terus terjadi tanpa penjelasan yang memadai, ditambah dengan munculnya informasi mengenai dugaan pungutan biaya administrasi dalam proses penyelesaian dokumen tanah, maka kondisi tersebut berpotensi memperbesar keresahan masyarakat serta menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pelayanan pemerintahan desa. Karena itu, transparansi, akuntabilitas, serta klarifikasi dari seluruh pihak yang berkepentingan dinilai penting agar persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka, adil, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sanawati berharap persoalan yang telah berlangsung cukup lama itu segera memperoleh kepastian sehingga haknya atas sertifikat tanah dapat diselesaikan tanpa harus mengalami penundaan yang terus berulang.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Desa Lassang belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan sertifikat tanah yang diklaim menjadi hak Sanawati belum diserahkan, alasan penundaan mediasi yang berulang kali terjadi, maupun informasi mengenai dugaan permintaan uang sebesar Rp1.000.000 yang disebut sebagai biaya administrasi dalam proses penyelesaian dokumen tanah. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow menegaskan bahwa pengelola jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengabaikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dapat dikenai sanksi pidana. Penegasan itu disampaikan menyusul masih banyaknya ruas tol berbayar yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan sebagaimana diamanatkan undang-undang. “Saya harus ingatkan bahwa abai atau […]

  • Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    Raport Merah Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmat Hidayat
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan di bawah nahkoda Muhammad Afdal saat ini menghadapi persoalan serius dalam aspek kepemimpinan organisasi. Banyak kader menilai bahwa roda organisasi tidak lagi dijalankan dengan semangat tanggung jawab sebagaimana mestinya sebagai penggerak, pengarah, sekaligus penghubung bagi seluruh cabang PMII di Sulawesi Selatan. Kepemimpinan yang seharusnya […]

  • Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    Pertemuan 3 Jam Prabowo dan Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Bahas Isu Global dan Persahabatan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan sahabat lamanya yang juga Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Istana Merdeka pada Jumat, 27 Maret 2026. Pertemuan tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Lebaran, tetapi juga […]

  • DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    DPR Soroti Ketidakjelasan Status Kayu Gelondongan Pascabanjir di Aceh

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Ketua DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Saan Mustopa menyoroti ketidakjelasan status hukum kayu gelondongan yang terbawa banjir dan hingga kini masih menumpuk di sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya pemulihan pascabencana karena pemerintah daerah dan masyarakat tidak berani menangani atau memanfaatkan kayu-kayu tersebut. Hal itu disampaikan […]

  • Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    Begal Tusuk Warga di Semarang Timur, Satu Pelaku Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Aksi begal disertai kekerasan terjadi di Jalan Halmahera Raya, Kelurahan Karangtempel, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (6/4/2026) pagi. Seorang korban mengalami luka akibat serangan senjata tajam dalam kejadian tersebut. Kapolsek Semarang Timur, Andy Susanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat korban berinisial ACH (31) tengah menjemput rekannya, Yovita Haryanto, untuk […]

  • OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diguncang pengunduran diri massal pejabat puncaknya. Sejumlah komisioner dan pejabat strategis OJK kompak mundur pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan berat yang melanda pasar modal nasional. Peristiwa ini memunculkan alarm keras dari dalam lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan pengunduran […]

expand_less