Breaking News
light_mode
Trending Tags

UMMA Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Satukan Aksi dari Kampus untuk Indonesia Bersih

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 160
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Universitas Muslim Maros (UMMA) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban yang berintegritas dengan menggelar Seminar Pendidikan Antikorupsi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.

Seminar yang dipandu oleh Dr. Ince Nasrullah, S.Pd., M.Hum. ini menghadirkan empat narasumber dari unsur peradilan, kejaksaan, kepolisian, dan akademisi. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UMMA dalam menanamkan nilai-nilai integritas sejak dini sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa perang melawan korupsi harus dimulai dari dunia pendidikan.

Sesi pembuka diisi oleh Ketua Pengadilan Negeri Maros, Sofian Parerungan, S.H., M.H. Ia menguraikan peran strategis lembaga peradilan dalam perspektif positivisme dan sosiologi hukum, serta menjelaskan tugas dan fungsi pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam pemaparannya, Sofian menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai kekuatan utama dalam pencegahan.

Sorotan kritis kemudian disampaikan oleh Afrizal Rinjani S.A., S.H., M.H., Kepala Sub Seksi I Intel Kejaksaan Negeri Maros. Ia menegaskan bahwa korupsi telah menjadi penyakit kronis yang menggerogoti sistem ekonomi, politik, hukum, hingga tata kelola pemerintahan di Indonesia.

Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi hingga kini masih belum berjalan optimal. Bahkan, dalam beberapa kondisi, praktik korupsi seolah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah. Karena itu, ia menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus berada di garda terdepan dalam membangun budaya antikorupsi dan menanamkan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sisi penegakan hukum, IPDA Fajar Al ‘Araaf, S.H., M.H., Kepala Unit PIDUM SATRESKRIM Polres Maros, menjelaskan bahwa korupsi, sebagaimana diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Karena itu, katanya, penanganannya pun memerlukan cara-cara yang luar biasa, sistematis, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan gerakan antikorupsi tidak mungkin tercapai tanpa partisipasi publik, termasuk peran aktif mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Sementara itu, dari kalangan akademisi, Dr. Muhammad Nurjaya, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor I UMMA, mengupas dampak destruktif korupsi yang bukan hanya merusak sektor ekonomi dan politik, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sosial, penegakan hukum, ketahanan budaya, hingga nilai-nilai religiusitas.

Ia menegaskan bahwa korupsi tidak sekedar menyebabkan kerugian negara, tetapi juga menghancurkan tatanan moral bangsa serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Seminar ini menjadi tonggak awal gerakan antikorupsi di lingkungan UMMA dan tercatat sebagai seminar antikorupsi pertama yang diselenggarakan oleh civitas akademika kampus tersebut. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, menandakan tingginya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya integritas dan kejujuran.(*)

Laporan : Indah sari ( UMMA )

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan Redaksi : Perdamaian yang Datang Bersama Proposal

    Catatan Redaksi : Perdamaian yang Datang Bersama Proposal

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Di dunia diplomasi modern, perdamaian jarang hadir sebagai nilai yang berdiri sendiri. Ia hampir selalu datang bersama proposal, bagan struktur organisasi, masa keanggotaan, dan daftar kebutuhan anggaran. Perdamaian bukan lagi sekadar cita-cita moral, melainkan sebuah proyek lengkap dengan terminologi teknokratis yang rapi dan bahasa yang sengaja dilembutkan. Karena itu, tidak mengherankan ketika Indonesia bergabung dalam […]

  • Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia […]

  • Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hilda Anggraeni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Utang pemerintah kerap menjadi pisau bermata dua dalam tata kelola keuangan negara. Di satu sisi, pembiayaan melalui utang merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, akumulasi utang yang tidak terkendali berpotensi mengguncang stabilitas fiskal dan membebani generasi mendatang. Dalam konteks inilah, akuntansi utang pemerintahan memegang peran sentral—tidak sekadar […]

  • Aktivis Popayato Desak Perusahaan Segera Realisasikan Hak Petani Plasma

    Aktivis Popayato Desak Perusahaan Segera Realisasikan Hak Petani Plasma

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 544
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aktivis dan masyarakat di wilayah Popayato kembali menyuarakan tuntutan kepada perusahaan perkebunan yang beroperasi di Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, agar segera merealisasikan kewajiban plasma bagi masyarakat. Hingga saat ini, hak tersebut dinilai belum juga terpenuhi, meskipun perusahaan telah lama beroperasi di wilayah tersebut. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam, khususnya di kalangan petani […]

  • Ilmu yang Masuk Angin

    Ilmu yang Masuk Angin

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Di pesantren, ada petuah sederhana: “Ilmu iku kudu manfaat, nek mung pinter tok yo mblenger.” Ilmu itu harus bermanfaat, kalau cuma pintar saja bisa bikin kembung. Sayangnya, sebagian akademisi hari ini tampak bukan kembung karena terlalu banyak makan, tetapi karena terlalu lama tinggal di menara gading, ruang tinggi, dingin, dan jauh dari sawah, laut, serta […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu […]

expand_less