Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

  • account_circle Faisal Husuna
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 370
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas.

Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid.

Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama.

Lelah memang terasa, tetapi tak ada yang benar-benar mengeluh. Sesekali, tawa kecil menyelip di antara bunyi alat kerja dan gesekan pasir.

Pembangunan pagar masjid dilakukan dengan dana seadanya hasil patungan para pemuda serta sumbangan sukarela warga.

Material dikumpulkan perlahan, dikerjakan bertahap, menyesuaikan kemampuan yang ada.

“Yang penting niatnya dulu,” ujar Rain, salah satu pemuda Masjid Al-Ikhlas, Ahad (25/1/2026)

“Kalau dana ada sedikit, kita kerja. Kalau tenaga masih kuat, kita lanjut. Ini untuk masjid, jadi kami ikhlas,” katanya.

Rain menuturkan, inisiatif membangun pagar masjid muncul dari keinginan bersama untuk memperindah masjid menjelang bulan suci Ramadan.

Menurutnya, masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga ruang kebersamaan yang harus dijaga dan dirawat.

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat dan para pemuda.

“Alhamdulillah, pelan-pelan niat baik ini mulai terwujud. Saya sangat bersyukur karena banyak masyarakat dan pemuda yang mendukung. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Pak Mantri Budi dan Imam Masjid, Ustadz Pei, yang selalu mensupport kami dari belakang,” ucap Rain.

Seiring malam berjalan, beberapa warga tampak datang menghampiri lokasi.

Ada yang mengaku akan menyumbang bahan bangunan seperti pasir, besi, dan semen. Ada pula yang menyumbang uang sekadarnya.

Semua bantuan itu diterima tanpa banyak seremoni, cukup dengan ucapan terima kasih.

Setiap hari Jumat, seluruh bantuan yang masuk diumumkan oleh imam masjid kepada masyarakat sebagai bentuk laporan dan transparansi.

Sementara itu, Imam Masjid Al-Ikhlas, Usman Ibrahim yang akrab disapa Ustadz Pei mengaku bangga dan bersyukur melihat semangat para pemuda dan masyarakat.

“Saya bangga dan bersyukur melihat semangat masyarakat dan anak-anak muda ini. Mereka gotong royong bekerja sampai larut malam,” ucapnya.

Menurut Ustadz Pei, semangat gotong royong adalah modal besar yang dimiliki pemuda di desa ini.

Karena itu, ia berharap apa yang dilakukan para pemuda Masjid Al-Ikhlas dapat menjadi contoh, khususnya bagi generasi muda di desa.

Pembangunan pagar masjid memang belum sepenuhnya rampung. Namun bagi para pemuda, proses jauh lebih penting daripada hasil semata.

Setiap sekop yang diayunkan dan setiap batu yang disusun adalah bentuk ibadah serta rasa cinta kepada masjid.

Kata ia, menyambut Ramadan tak selalu dilakukan dengan hiasan megah atau anggaran besar.

Cukup dengan niat tulus, tenaga yang dibagi bersama, serta keyakinan bahwa kerja kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di hadapan Tuhan.

Ustadz Pei berharap pembangunan pagar masjid ini dapat rampung sebelum Ramadan tiba.

Meski kebutuhan bahan masih cukup banyak, ia yakin niat baik ini akan dimudahkan oleh Allah melalui hamba-hamba-Nya yang digerakkan hatinya.

“Insyaallah niat baik ini akan dimudahkan oleh Allah. Alhamdulillah, satu per satu bahan mulai terkumpul,” ungkapnya.

  • Penulis: Faisal Husuna
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo, yang dikomandoi oleh Abdul Wahidin Tutuna, resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp50,9 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (15 /7/2025). Laporan tersebut disampaikan langsung di Jakarta, dengan […]

  • Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    Sorotan Kekayaan Kepala Daerah, Unggahan Pengasuh Ponpes di Pohuwato Jadi Perbincangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah riuhnya sorotan terhadap kekayaan Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, sebuah unggahan dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Kabupaten Pohuwato, KH. Abdullah Aniq Nawawi atau yang akrab disapa Gus Aniq, turut menarik perhatian publik. Unggahan yang dibuat pada 12 Maret 2026 tersebut dinilai relevan dengan maraknya perbincangan mengenai gaya hidup dan kekayaan sejumlah […]

  • Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    Aktivis Gorontalo Kevin Lapendos Bantah Fitnah Oknum Asosiasi Nelayan: “Saya Punya Bukti Kuat”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Aktivis muda Gorontalo, Kevin Lapendos, yang dikenal aktif dalam aksi Unjuk Rasa, akhirnya angkat bicara terkait fitnah yang diarahkan kepadanya oleh oknum dalam Ketua Asosiasi Nelayan Gorontalo. Kevin menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak benar, dan merupakan upaya untuk membungkam serta mengaburkan perjuangan Advokasinya yang tengah ia lakukan. Kevin selama ini aktif menyoroti dugaan […]

  • Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 192
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih. Menurutnya, […]

  • Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    Apakah Kita Dididik untuk Bertanya atau Sekadar Manggut-Manggut?

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi lahirnya gagasan, perdebatan, dan keberanian berpikir. Sayangnya, realitas di lapangan sering kali berbicara lain. Ruang belajar kita masih dibayangi oleh warisan feodal yang mengekang kebebasan berpikir. Murid dituntut manut, mahasiswa diminta tunduk, sementara guru atau dosen ditempatkan di atas altar otoritas yang tidak boleh dipertanyakan. Ujung-ujungnya, pendidikan gagal […]

  • PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    PAD Bone Bolango Baru 21,75 Persen, Pemda Gaspol Digitalisasi dan Intensifikasi Pendapatan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone Bolango pada awal 2026 masih jauh dari target. Hingga Maret, realisasi PAD baru mencapai 21,75 persen, mendorong pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat, agresif, dan inovatif dalam mengoptimalkan pendapatan. Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin berjalan dengan pola biasa. Optimalisasi PAD […]

expand_less