Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jelang Ramadan, Pemuda Desa Buti Gotong Royong Bangun Pagar Masjid Al-Ikhlas Secara Swadaya

  • account_circle Faisal Husuna
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 245
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di bawah cahaya lampu seadanya, sekelompok pemuda di Desa Buti, Kecamatan Mananggu masih bertahan di halaman Masjid Al-Ikhlas.

Mereka mengayunkan sekop, mendorong gerobak, dan merapikan tumpukan batu yang perlahan disusun menjadi pagar masjid.

Tak ada aba-aba resmi, tak pula jadwal ketat. Usai menyelesaikan aktivitas masing-masing, mereka datang satu per satu, lalu bekerja bersama.

Lelah memang terasa, tetapi tak ada yang benar-benar mengeluh. Sesekali, tawa kecil menyelip di antara bunyi alat kerja dan gesekan pasir.

Pembangunan pagar masjid dilakukan dengan dana seadanya hasil patungan para pemuda serta sumbangan sukarela warga.

Material dikumpulkan perlahan, dikerjakan bertahap, menyesuaikan kemampuan yang ada.

“Yang penting niatnya dulu,” ujar Rain, salah satu pemuda Masjid Al-Ikhlas, Ahad (25/1/2026)

“Kalau dana ada sedikit, kita kerja. Kalau tenaga masih kuat, kita lanjut. Ini untuk masjid, jadi kami ikhlas,” katanya.

Rain menuturkan, inisiatif membangun pagar masjid muncul dari keinginan bersama untuk memperindah masjid menjelang bulan suci Ramadan.

Menurutnya, masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga ruang kebersamaan yang harus dijaga dan dirawat.

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat dan para pemuda.

“Alhamdulillah, pelan-pelan niat baik ini mulai terwujud. Saya sangat bersyukur karena banyak masyarakat dan pemuda yang mendukung. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada Pak Mantri Budi dan Imam Masjid, Ustadz Pei, yang selalu mensupport kami dari belakang,” ucap Rain.

Seiring malam berjalan, beberapa warga tampak datang menghampiri lokasi.

Ada yang mengaku akan menyumbang bahan bangunan seperti pasir, besi, dan semen. Ada pula yang menyumbang uang sekadarnya.

Semua bantuan itu diterima tanpa banyak seremoni, cukup dengan ucapan terima kasih.

Setiap hari Jumat, seluruh bantuan yang masuk diumumkan oleh imam masjid kepada masyarakat sebagai bentuk laporan dan transparansi.

Sementara itu, Imam Masjid Al-Ikhlas, Usman Ibrahim yang akrab disapa Ustadz Pei mengaku bangga dan bersyukur melihat semangat para pemuda dan masyarakat.

“Saya bangga dan bersyukur melihat semangat masyarakat dan anak-anak muda ini. Mereka gotong royong bekerja sampai larut malam,” ucapnya.

Menurut Ustadz Pei, semangat gotong royong adalah modal besar yang dimiliki pemuda di desa ini.

Karena itu, ia berharap apa yang dilakukan para pemuda Masjid Al-Ikhlas dapat menjadi contoh, khususnya bagi generasi muda di desa.

Pembangunan pagar masjid memang belum sepenuhnya rampung. Namun bagi para pemuda, proses jauh lebih penting daripada hasil semata.

Setiap sekop yang diayunkan dan setiap batu yang disusun adalah bentuk ibadah serta rasa cinta kepada masjid.

Kata ia, menyambut Ramadan tak selalu dilakukan dengan hiasan megah atau anggaran besar.

Cukup dengan niat tulus, tenaga yang dibagi bersama, serta keyakinan bahwa kerja kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai besar di hadapan Tuhan.

Ustadz Pei berharap pembangunan pagar masjid ini dapat rampung sebelum Ramadan tiba.

Meski kebutuhan bahan masih cukup banyak, ia yakin niat baik ini akan dimudahkan oleh Allah melalui hamba-hamba-Nya yang digerakkan hatinya.

“Insyaallah niat baik ini akan dimudahkan oleh Allah. Alhamdulillah, satu per satu bahan mulai terkumpul,” ungkapnya.

  • Penulis: Faisal Husuna
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Presiden RI memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan sumber daya alam. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden memimpin rapat terbatas (ratas) bersama kementerian dan lembaga terkait serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencabutan izin didasarkan pada laporan hasil evaluasi pelanggaran […]

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    NU dalam Cengkeraman Kekuasaan: Ke Mana NU Bergerak?

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Misbah Yamin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Satu abad Nahdlatul Ulama (NU) seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan organisasi keagamaan bertahan dalam lintasan sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum evaluasi kritis atas arah gerak institusionalnya. Dalam konteks ini, pertanyaan nya “Ke mana NU bergerak?” bukanlah ungkapan emosional, melainkan problem akademik tentang representasi, otonomi organisasi, dan relasi kuasa antara agama dan negara. Secara […]

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

expand_less