Menakar Efisiensi APBN: Tantangan Menjaga Akuntabilitas di Balik Penghematan Anggaran
- account_circle Ai Dila Umul Hidayah
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 69
- print Cetak

Ai Dila Umul Hidayah, mahasiswi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) semester 4, dengan minat pada akuntansi sektor publik, kebijakan fiskal, serta akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan anggaran negara.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sisi transparansi, penyajian informasi anggaran perlu dibuat lebih sederhana dan mudah dipahami, misalnya melalui dashboard publik yang menghubungkan antara anggaran, program, dan hasilnya. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mengawasi penggunaan anggaran.
Terakhir, penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi hal yang penting juga diterapkan. Tanpa implementasi yang baik di daerah, kebijakan efisiensi di tingkat pusat tidak akan menghasilkan dampak yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pengelolaan anggaran di daerah serta pengawasan yang lebih efektif.
Sebagai penutup, efisiensi dalam APBN 2026 memang dapat menjadi langkah awal yang positif. Namun, efisiensi saja tidak cukup untuk menjamin akuntabilitas yang berkualitas. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana menghemat anggaran, tetapi harapan masyarakat yang tercapai dan bagaimana memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tanpa hal tersebut, efisiensi hanya akan menjadi capaian administratif yang tidak sepenuhnya mencerminkan keberhasilan pengelolaan keuangan negara.
Penulis : Mahasiswi Akuntansi UNUSIA Semester 4
- Penulis: Ai Dila Umul Hidayah

Saat ini belum ada komentar