NU dan Polri Siapkan Kerja Sama Strategis untuk Pembinaan Generasi Muda
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 47
- print Cetak

Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyambut langsung kunjungan Kapolri bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Doc. TVNU
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berencana memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta membina generasi muda. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dengan jajaran PBNU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyambut langsung kunjungan Kapolri bersama sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Dalam pertemuan itu, Gus Kikin didampingi Katib Aam PBNU Prof. KH Muhammad Nuh dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Gudfan Arif.
Sementara itu, Kapolri hadir bersama Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Rudi Darmoko, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir, serta Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Muhammad Nazly Harahap.
Kedua pihak membahas rencana penguatan sinergi melalui nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS). Salah satu fokusnya adalah pembinaan generasi muda melalui kolaborasi antara kepolisian, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat.
Gus Kikin mengatakan, kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen NU sejak didirikan, yakni berkhidmat kepada masyarakat. Menurutnya, kehidupan beragama dan pelaksanaan ibadah yang baik membutuhkan lingkungan yang aman dan tertib.
“Ini karena sesuai dengan apa yang diamanahkan Nahdlatul Ulama, mulai dari NU itu didirikan, itu pesannya adalah kita berkhidmat untuk masyarakat, supaya masyarakatnya itu tetap di dalam keimanan yang baik, tetap ibadah yang baik, dan itu butuh ketertiban,” ujarnya, dikutip dari laman nu online, Kamis (29/10/2026)
Ia menilai NU dan Polri memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi perubahan sosial yang berlangsung cepat. Karena itu, kolaborasi perlu diperkuat, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dalam membina generasi muda.
“Kita butuh untuk sama-sama membina, utamanya adalah anak-anak muda dan anak-anak kita yang menjadi generasi penerus bangsa ini,” kata Gus Kikin.
Gus Kikin berharap sinergi PBNU dan Polri dapat menciptakan kehidupan masyarakat yang semakin harmonis dan aman. Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat mulai berjalan paling lambat pada 2027 sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kapolri: Sinergi NU dan Polri Perlu Diperkuat
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, kunjungannya ke PBNU merupakan bagian dari silaturahmi setelah dirinya menjabat sebagai pimpinan Polri. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas.
Menurut Suyudi, tugas Polri dalam memelihara keamanan memiliki irisan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar yang dijalankan NU, yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Kami hadir ke sini dalam rangka silaturahmi. Sebagai pimpinan Polri yang baru, kami bersilaturahmi, berdiskusi, dan juga banyak hal yang kita bahas kaitannya dengan bagaimana kita menjaga harkamtibmas sesuai dengan tugas kita yang hampir beririsan dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar,” ujar Suyudi.
Ia mengapresiasi dukungan NU terhadap pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut telah terjalin hingga tingkat bawah, termasuk antara kepolisian sektor dan pengurus NU di tingkat ranting.
Suyudi berharap kerja sama tersebut semakin diperkuat melalui MoU dan PKS yang akan menjadi landasan pelaksanaan program bersama di lapangan.
“Sehingga apa yang menjadi program-program Polri itu bisa sinergis berjalan dengan NU di lapangan. Sehingga kita bisa bersama-sama turun ke masyarakat,” katanya.
Pembinaan Generasi Muda Jadi Prioritas
Salah satu perhatian utama dalam rencana kerja sama PBNU dan Polri adalah pembinaan generasi muda. Suyudi menilai anak muda merupakan aset bangsa yang perlu dijaga dan didampingi di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan aparat keamanan.
“Kita punya PR besar karena anak-anak kita ini adalah generasi penerus bangsa, aset bangsa yang harus kita jaga, kita rawat, sehingga jangan sampai salah kita membina anak-anak kita karena dinamika kamtibmas begitu tinggi, perkembangan teknologi begitu cepat,” paparnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan agar generasi muda mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijak dan tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.
“Jangan sampai anak-anak kita salah di dalam bersikap, terutama menghadapi persoalan-persoalan, ya, hal-hal yang mungkin bisa berdampak kepada anak-anak kita karena bagaimana dinamika itu senantiasa terjadi,” tandasnya.
Rencana kerja sama ini diharapkan memperkuat peran NU dan Polri dalam membangun ketahanan sosial, menjaga kerukunan, serta memberikan pendampingan kepada generasi muda. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak menargetkan program pembinaan masyarakat dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau hingga tingkat akar rumput.
Meski demikian, pelaksanaan program bersama masih menunggu pembahasan dan penyusunan MoU serta PKS sebagai landasan kerja sama kedua institusi.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji
- Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/pbnu-dan-polri-siapkan-kerja-sama-pembinaan-generasi-muda-uFgOP

Saat ini belum ada komentar