Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Padahal kesabaran sejati tidak pernah identik dengan diam. Dalam pemikiran Max Weber tentang ethic of responsibility, kedewasaan sosial justru lahir dari kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab terhadap keadaan di sekitarnya. Artinya, menerima kenyataan hari ini bukan berarti berhenti mengubah hari esok. Kesabaran seharusnya menjadi daya tahan moral agar seseorang tidak mudah patah, sambil tetap menjaga kesadaran kritis terhadap ketidakadilan.

Karena itu, orang-orang yang tetap berjuang di tengah keterbatasan sebenarnya sedang memperlihatkan bentuk kesabaran paling nyata. Pedagang kecil yang tetap membuka lapak meski dagangan sering tak habis, orang tua yang terus bekerja keras demi pendidikan anaknya, atau anak muda yang tetap belajar di tengah tekanan ekonomi—mereka bukan orang-orang yang pasrah. Mereka menerima kenyataan hidup, tetapi menolak tunduk sepenuhnya pada keadaan.

Sebaliknya, kepasrahan mulai tumbuh ketika masyarakat berhenti mempertanyakan sesuatu yang jelas-jelas salah. Kita bisa melihatnya dari hal-hal kecil yang lama-lama terasa biasa: antrean panjang yang diterima tanpa protes, korupsi yang berubah menjadi bahan candaan harian, hingga kecenderungan menyalahkan individu tanpa pernah menyentuh akar sistem yang bermasalah. Di titik itu, yang hilang bukan hanya harapan, tetapi juga keberanian untuk menjadi warga negara yang sadar.

Sebuah negara yang sehat tidak membutuhkan masyarakat yang sekadar tahan menderita. Negara membutuhkan warga yang mampu memadukan kesabaran dengan keberanian berpikir kritis. Sabar agar tidak mudah hancur oleh kerasnya zaman, tetapi juga kritis agar tidak membiarkan ketidakadilan diwariskan terus-menerus sebagai nasib.

Demokrasi tidak tumbuh dari masyarakat yang hanya pandai menahan diri. Demokrasi hidup dari orang-orang yang masih percaya bahwa suara mereka layak diperjuangkan.

Karena itu, mungkin sudah waktunya kita memaknai ulang arti sabar. Sabar bukan berarti duduk diam menerima semua keadaan. Sabar adalah kemampuan menjaga diri agar tidak runtuh, sambil tetap merawat keyakinan bahwa hidup, masyarakat, dan negara selalu bisa diperbaiki, jangan menormalisasi ketimpangan dengan dalih sabar sebab Akibatnya, banyak orang tumbuh menjadi pribadi yang tahan menderita, namun perlahan kehilangan imajinasi tentang perubahan.

Padahal sejarah tidak pernah digerakkan oleh manusia-manusia yang sepenuhnya tunduk pada keadaan. Perubahan selalu lahir dari mereka yang tetap waras di tengah kekacauan, tetap berharap ketika lingkungan memilih menyerah, dan tetap percaya bahwa hidup tidak seharusnya dijalani hanya dengan cara bertahan. Maka sabar seharusnya bukan ruang untuk mematikan suara, melainkan tenaga yang menjaga seseorang agar tidak runtuh saat sedang memperjuangkan sesuatu.

Sebab masyarakat yang terlalu pasrah akan mudah dipelihara oleh ketidakadilan. Tetapi masyarakat yang sabar sekaligus sadar, akan selalu memiliki kemungkinan untuk menciptakan dunia yang berbeda.

Penulis : Alumni Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Hingga malam ini, proses pemadaman masih berlangsung. Tim pemadam kebakaran dibantu warga memastikan agar api tidak menyebar lebih luas. Petugas juga terus mengamankan area, meminta warga menjauhi lokasi untuk keselamatan dan kelancaran pemadaman. “Tim kami masih berupaya memadamkan api. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menjauhi lokasi kebakaran,” kata seorang petugas pemadam kebakaran Pontianak. Penyebab […]

  • Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    Kader PMII Kota Gorontalo Sandri Siap Datangi Instansi Pusat, Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Aroma ketidakadilan dan lemahnya penegakan hukum di daerah tampaknya akan segera mendapat perhatian serius di tingkat pusat. Dalam waktu dekat, Sandri, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo yang dikenal vokal dan konsisten mengawal isu publik, akan bertolak ke Jakarta untuk mendatangi sejumlah lembaga strategis negara. Langkah tersebut, menurut Sandri, adalah bentuk komitmen nyata […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

  • Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Kemenag juga berencana mencabut izin operasional (IJOP) Pesantren Ndolo Kusumo sebagai bagian dari langkah penanganan kasus. Basnang menambahkan, pihaknya bersama Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan serta memastikan langkah-langkah penanganan berjalan optimal. Dugaan kasus pemerkosaan terhadap puluhan santriwati yang melibatkan pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo […]

  • MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    MUI Gorontalo Dikukuhkan, Prof. Amani Lubis: Jadikan MUI Garda Moderasi Beragama

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo resmi mengukuhkan kepengurusan baru masa khidmat 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (23/8/2025), dengan dihadiri tokoh agama, pejabat pemerintah, dan perwakilan ormas Islam se-Gorontalo. Pengukuhan dipimpin Ketua MUI Pusat, Prof. Dr. Hj. Amani Lubis, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya MUI sebagai mitra […]

  • Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Yang paling menonjol dari hidupnya adalah baktinya kepada ibunya. Ia merawat ibunya yang lanjut usia dengan sabar dan penuh kasih sayang. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurus dan melayani ibunya. Kepedulian dan pengabdian yang tulus inilah yang menjadi ciri khasnya, membuat Uwais berbeda dari banyak orang dan menjadi alasan utama Nabi memujinya. Data tentang bagaimana […]

expand_less