Breaking News
dark_mode
Trending Tags

BANGUN KETAHANAN LINGKUNGAN DARI DESA: MAHASISWA KKN TEMATIK PERUBAHAN IKLIM UNHAS GELAR SEMINAR PROGRAM KERJA DI DESA PAJUKUKANG

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 50
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Pajukukang,Maros, 13 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Pajukukang resmi mengawali rangkaian pengabdian kepada masyarakat melalui Seminar Rancangan Program Kerja yang diselenggarakan pada Senin, 13 Juli 2026, pukul 10.30–12.00 WITA, di Kantor Desa Pajukukang. Seminar ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dosen pendamping kegiatan, penyuluh BKKBN, kepala dusun, pendamping desa, ketua RT, Karang Taruna, staf dan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat Desa Pajukukang.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Dosen Pendamping Kegiatan, Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si., yang mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN Tematik Perubahan Iklim. Adapun anggota KKN Tematik Perubahan Iklim Posko Desa Pajukukang yaitu A.M. Fatih Farhat (Teknik Kelautan) selaku Koordinator Desa, Siti Sarah (Akuntansi), Nurfitriani (Peternakan), Magfirah Tahrim (Kesehatan Masyarakat), Siti Nurhaliza (Ilmu Hukum), dan Sulham Enggar Hidayat (Manajemen).

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan melaksanakan program yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program tersebut meliputi penanaman bibit mangrove, pemetaan titik tanam mangrove menggunakan GPS dan Google Maps, pembuatan papan informasi jenis mangrove, pelatihan monitoring mangrove, pembuatan ecobrick, pembuatan eco enzyme, Waste Care berupa penyediaan tempat sampah pilah dan alat press botol plastik, serta sosialisasi pengelolaan sampah. Seluruh program dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan koordinasi bersama pemerintah desa sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Desa Pajukukang.
Kegiatan KKN Tematik Perubahan Iklim ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Tujuan 13: Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 14: Ekosistem Lautan. Melalui konservasi mangrove, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Desa, A.M. Fatih Farhat serta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pajukukang dan seluruh masyarakat atas sambutan serta dukungan yang diberikan. Ia berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pendamping Kegiatan, Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si., yang menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki keberlanjutan setelah masa KKN berakhir. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan setiap program yang akan dilaksanakan.
Mewakili Pemerintah Desa Pajukukang, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam merancang program-program yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah desa juga menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan seluruh program serta berharap sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi Desa Pajukukang.

Seminar berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan penyampaian masukan dari para peserta. Berbagai saran yang diberikan akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum seluruh program diimplementasikan selama masa KKN.

Seminar Rancangan Program Kerja ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Melalui sinergi tersebut, diharapkan program-program yang telah dirancang tidak hanya terlaksana selama masa KKN, tetapi juga mampu mendorong terwujudnya Desa Pajukukang yang lebih peduli terhadap lingkungan dan tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

  • MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 baru-baru ini menuai gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, khususnya dari lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Tayangan tersebut dinilai telah menyudutkan, bahkan melecehkan, posisi pesantren dan kiai dua entitas yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Dalam pernyataan resmi, Ketua MDS Rijalul Ansor Provinsi Gorontalo, […]

  • Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    Halal Bi Halal: Silaturrahmi Yang Membentuk “Kita”

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Setiap lebaran tiba, ada satu momen yang selalu kita tunggu dengan antusias: Halal Bi Halal. Di banyak keluarga muslim Indonesia, tradisi ini berarti keliling dari rumah ke rumah, bersalaman, dan menyantap hidangan yang sensasi rasanya tak pernah gagal. Tapi lebih dari itu, ada suasana hangat yang selalu hadir: perasaan diterima kembali, (setelah) apapun yang terjadi […]

  • CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Sustainability Journalism Fellowship 2026, Sediakan Dana Rp200 Juta untuk Jurnalis

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 249
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PT Bank CIMB Niaga Tbk bekerja sama dengan Indonesian Institute of Journalism (IIJ) meluncurkan program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship (SJF) 2026, sebuah inisiatif yang membuka kesempatan bagi jurnalis Indonesia untuk mengembangkan ide keberlanjutan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini juga mendapat dukungan dari Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional yang […]

  • Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    Penerima Bantuan Pemprov Gorontalo Akan Dievaluasi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menginginkan penerima bantuan sosial dievaluasi secara berkala progresnya. Menurutnya, bantuan sosial, UMKM dan banyak lagi perlu dipantau dampaknya bagi penerima. “Sampai saat ini kita belum bisa memetakan secara baik UMKM mana yang layak dikembangkan. Kita beri bantuan, lalu selesai. Padahal kalau dimonitor kualitasnya bisa meningkat,” ujar Gubernur Gusnar saat Rapat Paripurna […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

expand_less