Breaking News
light_mode
Trending Tags

MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 83
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 baru-baru ini menuai gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, khususnya dari lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Tayangan tersebut dinilai telah menyudutkan, bahkan melecehkan, posisi pesantren dan kiai dua entitas yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.

Dalam pernyataan resmi, Ketua MDS Rijalul Ansor Provinsi Gorontalo, Nursodik El Hadee menegaskan bahwa konten tayangan program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025 narasi tendensius melecehkan citra pesantren yang merupakan pendidikan islam tertua di Indonesia, serta pesantren memiliki peranan dalam membentuk nalar kebangsaan dan moralitas publik.

“Kiai bukan sekadar figur religius, melainkan entitas epistemik yang menjaga warisan ilmu, moral, dan kebudayaan. Pesantren adalah institusi yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Maka, ketika pesantren disudutkan, sejatinya yang dilecehkan adalah akar kebudayaan bangsa itu sendiri,” ujar Gus Sodik.

Lebih lanjut, Gus Sodik menjelaskan bahwa pesantren memiliki fungsi ganda sebagai pusat pendidikan moral dan pusat peradaban. Dalam konteks keislaman Indonesia, pesantren berperan menjaga keseimbangan antara keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menilai bahwa serangan atau pelecehan terhadap lembaga ini bukan hanya bersifat simbolik, tetapi juga ideologis; yakni bagian dari pelemahan terhadap tatanan sosial yang berakar pada kearifan lokal Islam Nusantara.

Sementara itu, Sekretaris MDS Rijalul Ansor Gorontalo, Riski Mokodompit, menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena media massa yang kerap kehilangan sensitivitas sosial dan moral dalam memproduksi konten publik. Menurutnya, Trans7 sebagai media nasional seharusnya memahami prinsip jurnalisme etis dan pencerahan publik, bukan justru menciptakan ruang bagi bias, stereotip, dan reduksi terhadap lembaga keagamaan.

“Media seharusnya menjadi ruang peradaban tempat ilmu, nilai, dan kebenaran bersuara. Namun ketika media tergelincir pada sensasi dan penyudutan, maka yang rusak bukan hanya nama pesantren, tapi juga martabat jurnalistik itu sendiri. Kebebasan pers tidak boleh meniadakan tanggung jawab etis,” tegas Riski.

Ia menambahkan bahwa dalam kerangka etika komunikasi publik, setiap tayangan yang mengandung unsur pelecehan terhadap lembaga keagamaan harus dinilai sebagai bentuk kekerasan simbolik. Kekerasan semacam ini, menurutnya, lebih berbahaya dari ujaran kebencian biasa karena ia merusak memori kolektif masyarakat terhadap sumber-sumber kebaikan sosial. Pesantren dan para kiai selama ini menjadi benteng moral yang menjaga kohesi sosial di tengah arus liberalisasi informasi.

MDS Rijalul Ansor Gorontalo menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum refleksi nasional untuk menata kembali etika media dalam konteks multikulturalisme Indonesia. Pesantren bukan entitas tertutup, melainkan ruang terbuka bagi pembentukan karakter bangsa yang humanis, religius, dan berkeadaban. Dalam sejarahnya, pesantren telah melahirkan ulama pejuang, intelektual organik, hingga tokoh-tokoh nasional yang mengabdikan diri bagi kemerdekaan dan kemanusiaan.

Gus Sodik, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal “tersinggung” atau “tidak tersinggung”, tetapi menyangkut martabat dan legitimasi moral lembaga keilmuan Islam yang telah terbukti menjadi benteng ketahanan budaya bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa merendahkan pesantren sama artinya dengan menolak sejarah dan menafikan kontribusi Islam dalam membentuk kebangsaan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Kami tidak menolak kritik, tetapi kritik harus berakar pada keilmuan dan etika. Bukan tuduhan yang dangkal dan generalisasi yang mencederai kehormatan lembaga Pendidikan Islam tertua di Indonesia” tambah Gus Sodik

MDS Rijalul Ansor Gorontalo menyerukan agar seluruh pihak tetap mengedepankan cara yang beradab dalam menyikapi persoalan ini. Seruan moral tersebut bukan hanya bentuk pembelaan terhadap kiai dan pesantren, melainkan juga upaya menjaga marwah keilmuan Islam Nusantara agar tidak ternodai oleh narasi-narasi media yang destruktif.

Sebagai penutup, Riski Mokodompit menegaskan,

“Kiai dan pesantren adalah cahaya peradaban bangsa. Jika cahaya itu padam karena kebodohan dan kelalaian media, maka gelaplah masa depan moral kita sebagai bangsa.”

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Sejumlah warga Desa Maba Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang juga merupakan pemilik sah lahan adat, melakukan aksi boikot terhadap aktivitas penambangan oleh PT Position pada 18 April 2025. Aksi ini dilakukan warga dengan mendatangi langsung lokasi penambangan di hutan adat Maba Sangaji sebagai bentuk perlawanan atas penyerobotan dan penggusuran lahan yang dinilai dilakukan secara […]

  • Beragama di Era Algoritma: Cepat Yakin, Lambat Memahami

    Beragama di Era Algoritma: Cepat Yakin, Lambat Memahami

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Alam Khaerul Hidayat
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Lewat beberapa perbincangan santai ala tongkrongan dengan teman, saya menemukan satu celah pembahasan yang menarik sekaligus perlu diluruskan. Kami memang tumbuh dari latar belakang yang tidak sepenuhnya sama. Bahkan, jika dilihat dari kecenderungan wacananya, mereka hampir mendekati kelompok yang hendak saya bahas. Namun beruntungnya, keduanya tetap berada pada posisi yang moderat dan terbuka untuk berdialog. […]

  • Goodwill Langit

    Goodwill Langit

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Di dunia akuntansi, ada satu istilah yang sering membuat mahasiswa mengernyitkan dahi: goodwill. Ia tidak bisa disentuh, tidak bisa difoto, tetapi nilainya bisa sangat mahal. Goodwill muncul ketika sebuah perusahaan dibeli lebih mahal daripada nilai aset bersihnya. Artinya ada sesuatu yang tak terlihat—reputasi, kepercayaan, atau nama baik—yang dihargai lebih tinggi daripada bangunan, mesin, bahkan kas. […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen: tidak bisa disuap, tidak bisa dinegosiasi, dan tidak menerima “opini titipan”. Ia hadir untuk memeriksa sesuatu yang sering luput dari laporan keuangan yakni neraca hati. Kalau dalam akuntansi kita mengenal aset, liabilitas, dan ekuitas, maka dalam puasa kita mengenal sabar sebagai aset, nafsu sebagai liabilitas, dan takwa sebagai ekuitas […]

  • Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    Ketum PSI Nusa Tenggara Barat, Resmi Diangkat Sebagai Dewan Pembina DPW GENINUSA NTB

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Ahamd Ziadi dinilai layak menjadi dewan pembina Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA) Nusa Tenggara Barat, Ahamd Ziadi adalah tokoh berpengaruh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum PSI Nusa tenggara Barat. Keputusan ini diambil dalam Momentum silaturahmi pengurus yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025. Pengangkatan Ahamd Ziadi sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran GENINUSA NTB […]

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

expand_less