Breaking News
dark_mode
Trending Tags

MDS Rijalul Ansor Gorontalo Kecam Tayangan Trans7: Merusak Marwah Pesantren dan Tradisi Keilmuan Islam

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Trans7 baru-baru ini menuai gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, khususnya dari lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Tayangan tersebut dinilai telah menyudutkan, bahkan melecehkan, posisi pesantren dan kiai dua entitas yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan peradaban bangsa Indonesia.

Dalam pernyataan resmi, Ketua MDS Rijalul Ansor Provinsi Gorontalo, Nursodik El Hadee menegaskan bahwa konten tayangan program Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025 narasi tendensius melecehkan citra pesantren yang merupakan pendidikan islam tertua di Indonesia, serta pesantren memiliki peranan dalam membentuk nalar kebangsaan dan moralitas publik.

“Kiai bukan sekadar figur religius, melainkan entitas epistemik yang menjaga warisan ilmu, moral, dan kebudayaan. Pesantren adalah institusi yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis. Maka, ketika pesantren disudutkan, sejatinya yang dilecehkan adalah akar kebudayaan bangsa itu sendiri,” ujar Gus Sodik.

Lebih lanjut, Gus Sodik menjelaskan bahwa pesantren memiliki fungsi ganda sebagai pusat pendidikan moral dan pusat peradaban. Dalam konteks keislaman Indonesia, pesantren berperan menjaga keseimbangan antara keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menilai bahwa serangan atau pelecehan terhadap lembaga ini bukan hanya bersifat simbolik, tetapi juga ideologis; yakni bagian dari pelemahan terhadap tatanan sosial yang berakar pada kearifan lokal Islam Nusantara.

Sementara itu, Sekretaris MDS Rijalul Ansor Gorontalo, Riski Mokodompit, menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena media massa yang kerap kehilangan sensitivitas sosial dan moral dalam memproduksi konten publik. Menurutnya, Trans7 sebagai media nasional seharusnya memahami prinsip jurnalisme etis dan pencerahan publik, bukan justru menciptakan ruang bagi bias, stereotip, dan reduksi terhadap lembaga keagamaan.

“Media seharusnya menjadi ruang peradaban tempat ilmu, nilai, dan kebenaran bersuara. Namun ketika media tergelincir pada sensasi dan penyudutan, maka yang rusak bukan hanya nama pesantren, tapi juga martabat jurnalistik itu sendiri. Kebebasan pers tidak boleh meniadakan tanggung jawab etis,” tegas Riski.

Ia menambahkan bahwa dalam kerangka etika komunikasi publik, setiap tayangan yang mengandung unsur pelecehan terhadap lembaga keagamaan harus dinilai sebagai bentuk kekerasan simbolik. Kekerasan semacam ini, menurutnya, lebih berbahaya dari ujaran kebencian biasa karena ia merusak memori kolektif masyarakat terhadap sumber-sumber kebaikan sosial. Pesantren dan para kiai selama ini menjadi benteng moral yang menjaga kohesi sosial di tengah arus liberalisasi informasi.

MDS Rijalul Ansor Gorontalo menilai bahwa kasus ini harus menjadi momentum refleksi nasional untuk menata kembali etika media dalam konteks multikulturalisme Indonesia. Pesantren bukan entitas tertutup, melainkan ruang terbuka bagi pembentukan karakter bangsa yang humanis, religius, dan berkeadaban. Dalam sejarahnya, pesantren telah melahirkan ulama pejuang, intelektual organik, hingga tokoh-tokoh nasional yang mengabdikan diri bagi kemerdekaan dan kemanusiaan.

Gus Sodik, menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal “tersinggung” atau “tidak tersinggung”, tetapi menyangkut martabat dan legitimasi moral lembaga keilmuan Islam yang telah terbukti menjadi benteng ketahanan budaya bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa merendahkan pesantren sama artinya dengan menolak sejarah dan menafikan kontribusi Islam dalam membentuk kebangsaan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Kami tidak menolak kritik, tetapi kritik harus berakar pada keilmuan dan etika. Bukan tuduhan yang dangkal dan generalisasi yang mencederai kehormatan lembaga Pendidikan Islam tertua di Indonesia” tambah Gus Sodik

MDS Rijalul Ansor Gorontalo menyerukan agar seluruh pihak tetap mengedepankan cara yang beradab dalam menyikapi persoalan ini. Seruan moral tersebut bukan hanya bentuk pembelaan terhadap kiai dan pesantren, melainkan juga upaya menjaga marwah keilmuan Islam Nusantara agar tidak ternodai oleh narasi-narasi media yang destruktif.

Sebagai penutup, Riski Mokodompit menegaskan,

“Kiai dan pesantren adalah cahaya peradaban bangsa. Jika cahaya itu padam karena kebodohan dan kelalaian media, maka gelaplah masa depan moral kita sebagai bangsa.”

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan 10–11 Februari 2026 di Jawa Tengah

    BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi Laporan 10–11 Februari 2026 di Jawa Tengah

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 10 hingga 11 Februari 2026. Dalam laporan tersebut, bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian di wilayah Provinsi Jawa Tengah akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Hujan intensitas sedang disertai angin kencang melanda Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, pada […]

  • Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    Dari Maros untuk Indonesia: Chaidir Syam Diganjar Penghargaan Bela Negara

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Bupati Maros, Chaidir Syam, menerima Penghargaan Apresiasi Bela Negara 2025 yang digelar oleh Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Markas Besar TNI, di Hotel El Royal Bandung. Penghargaan tersebut […]

  • Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    Akademisi dan Ulama Soroti Pengadaan MacBook Rp25 Juta untuk Anggota DPRD Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Rencana pengadaan laptop merek MacBook Air untuk 45 anggota DPRD Provinsi Gorontalo menuai sorotan dari kalangan akademisi dan ulama. Pengadaan tersebut dianggarkan sekitar Rp25 juta per unit dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Gorontalo. Kebijakan itu menjadi perbincangan publik setelah muncul pertanyaan mengenai urgensi penggunaan perangkat dengan kategori premium […]

  • Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo Gelar Mukerda XII, Ismail Madjid Tekankan Pembinaan Pemuda dan Kebersihan Kota

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kota Gorontalo menggelar Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) XII, Ahad (11/1/2025). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid. Dalam sambutannya, Sekda Ismail Madjid menyampaikan sejumlah pesan penting kepada Wahdah Islamiyah, khususnya terkait pembinaan generasi […]

  • Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    Ekoteologi sebagai Upaya Resakralisasi Alam

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Refleksi atas Sambutan Menag pada Acara Peringatan Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, tampaknya menaruh perhatian yang sangat serius pada gagasan ekoteologi. Dalam berbagai forum resmi Kementerian Agama, beliau secara konsisten memperkenalkan dan mengelaborasi konsep ini. Hampir setiap sambutan selalu membicarakan relasi agama dan lingkungan sebagai tema utama atau tema […]

  • UMMA Tanamkan Nilai Integritas, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    UMMA Tanamkan Nilai Integritas, Mahasiswa Didorong Jadi Agen Perubahan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Universitas Muslim Maros (UMMA) menegaskan komitmennya mencetak generasi berintegritas melalui Seminar Pendidikan Antikorupsi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas hadir dan mengikuti kegiatan dengan antusias. Seminar ini menghadirkan pemateri dari lintas institusi penegak hukum dan akademisi. Afrizal […]

expand_less