Breaking News
dark_mode
Trending Tags

RSUD Camba Resmi Beroperasi, Janji Politik Bupati Maros Mulai Terwujud

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 194
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Setelah melalui proses pembangunan sejak 2021, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Camba di Kabupaten Maros akhirnya resmi beroperasi penuh mulai 29 Desember 2025. Kehadiran fasilitas kesehatan ini menjadi salah satu realisasi janji politik Bupati Maros, Chaidir Syam, sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah dataran tinggi.

Peresmian operasional RSUD Camba disambut antusias warga, khususnya masyarakat Kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa. Selama ini, warga di kawasan tersebut harus menempuh jarak cukup jauh menuju pusat kota Maros untuk mendapatkan pelayanan medis lanjutan.

“Sesuai janji awal saya, keberadaan RSUD Camba akan mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Cenrana, Camba, dan Mallawa,” ujar Bupati Maros, Chaidir Syam.

Ia menambahkan, rumah sakit ini juga diharapkan menjadi solusi atas keluhan warga di wilayah perbatasan Maros–Bone yang kerap mengalami kesulitan saat membutuhkan layanan rujukan medis.

Chaidir memastikan RSUD Camba telah mulai menerima pasien dan resmi ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi puskesmas di tiga kecamatan tersebut. “Rujukan sudah bisa langsung ke RSUD Camba,” katanya.

Meski demikian, pada tahap awal operasional, layanan BPJS Kesehatan belum dapat digunakan. Chaidir menjelaskan, proses integrasi BPJS masih membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan ke depan.

“BPJS memang belum bisa digunakan, tetapi pelayanan tetap gratis karena sementara ditanggung pemerintah daerah melalui APBD,” tegasnya.

RSUD Camba memiliki kapasitas 50 tempat tidur dan terbuka melayani pasien dari luar Kabupaten Maros. Selain itu, rumah sakit ini juga disiapkan sebagai fasilitas gawat darurat bagi masyarakat dari Bone, Sinjai, hingga Soppeng yang melintas di jalur tersebut.

Untuk mendukung operasional, RSUD Camba diperkuat oleh 130 tenaga kesehatan yang direkrut dari tiga puskesmas di wilayah sekitar serta RSUD dr. Palaloi.

Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, mengingatkan agar kualitas pelayanan di RSUD Camba terus ditingkatkan. Ia menegaskan DPRD akan melakukan pengawasan secara rutin serta membuka ruang bagi aspirasi dan keluhan masyarakat.

“Kami akan terus mengawasi dan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit di Kabupaten Maros,” ujarnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Idiosinkrasi

    Idiosinkrasi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sebagai individu, manusia sangat beragam. Tidak ada satu pun manusia yang identik, bahkan untuk yang kembar identik sekalipun. Setiap kita memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri. Ada orang yang cara berpikirnya melompat-lompat namun kreatif. Ada yang pendiam, tetapi tajam membaca situasi. Ada yang bekerja lambat namun nyaris tidak pernah keliru. Pada banyak keadaan, kita menyebut mereka “unik”. Namun […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ribuan warga di kawasan pesisir kini harus bertahan dengan menggunakan air sumur tadah hujan yang keruh bahkan terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa. Selama lebih […]

  • Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    Mengapa Suara Perdamaian Lebih Nyaring dari Arah Komunitas, Bukan Pemerintah?

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Dalam dinamika sosial Indonesia, satu hal yang menarik untuk diamati adalah bahwa suara-suara yang paling lantang menyuarakan kerukunan dan perdamaian justru lebih sering datang dari organisasi masyarakat sipil—terutama ormas keagamaan, sosial, dan komunitas-komunitas akar rumput—bukan dari pemerintah. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ia berakar pada perbedaan mendasar dalam cara berpikir, atau yang sering disebut sebagai […]

  • Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    Akuntansi Utang Pemerintahan : Antara Kebutuhan Pembangunan dan Resiko Fiskal

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hilda Anggraeni
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Utang pemerintah kerap menjadi pisau bermata dua dalam tata kelola keuangan negara. Di satu sisi, pembiayaan melalui utang merupakan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, akumulasi utang yang tidak terkendali berpotensi mengguncang stabilitas fiskal dan membebani generasi mendatang. Dalam konteks inilah, akuntansi utang pemerintahan memegang peran sentral—tidak sekadar […]

  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 1.353
    • 0Komentar

    Tulisan sederhan ini sebenarnya memenuhi permohonan dari dua sahabat saya, Kyai Asrul Lasapa dan Dr. Funco Tanipu. Tulisan ini bukan saatu-satunya jawaban atas polemik yang lagi viral di media sosial (facebook). Tulisan ini akan mencoba memberikan perspektif historis, teologis dan sosiokultural termasuk sedikit sentuhan antropologis. Jika kita mempelajari budaya Gorontalo, sesungguhnya konstruksi kebudayaan Gorontalo yang […]

  • Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat dan sukses

    Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI Tingkat Kecamatan Bontoa Berlangsung Khidmat dan sukses

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Bontoa,17 Agustus 2026 – Camat Bontoa Muh Maudu S.Hut M.Sp memimpin Upacara Penurunan bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Bontoa pada Minggu sore Di lapangan Mannan talawe Upacara diikuti Forkopimcam, ASN,Kepala Desa/Kelurahan TNI-Polri,Ormas,OKP,pelajar,PKK dan Masyarakat.Petugas penurunan bendera adalah anggota Paskibraka Kecamatan Bontoa 2026 Sebanyak 25 orang dari Perwakilan SMA/MA Sederajat se kecamatan Bontoa. Camat […]

expand_less