Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Annanguru Syahid; Orang Pambusuang Harus Berterima Kasih ke Gus Dur

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
  • visibility 450
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Polewali Mandar— Malam itu, langit Pambusuang tampak pekat. Rinai hujan turun perlahan, seolah menyapa tanah yang basah dengan kelembutan. Usai salat Magrib, meski langit masih gelap, hujan mulai reda. Di depan Masjid At-Taqwa, panggung berukuran 4 x 4 meter ditata dengan cermat.

Pengeras suara yang sejak sore terbungkus terpal dibuka, sementara beberapa ruas jalan ditutup untuk mensterilkan lokasi haul. Dari kejauhan, tampak santri, warga, dan ibu-ibu berjalan berkelompok menuju pusat acara.

Ulama sepuh berdatangan: Anangguru Bisri, imam besar Masjid Jami Pambusuang; Anangguru Syahid, Ketua MUI Polewali Mandar; Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. H. Adnan Nota; serta sejumlah aktivis, tokoh pemuda, dan masyarakat dari berbagai wilayah Polewali Mandar.

Acara Haul ke 16 Gus Dur dan doa bersama untuk almarhum Jenderal Salim Mengga dimulai dengan lantunan tahlil berjamaah. Suara doa bergema, menyatukan hati ratusan jamaah yang hadir.

Usai pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz As’ad Gani, Bupati Polewali Mandar yang diwakili Aco Musaddad menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Polman tersebut menegaskan bahwa Gus Dur dan Jenderal Salim adalah sosok pemimpin berintegritas.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa meski Jenderal Salim puluhan tahun meninggalkan kampung halamannya, ia tetap fasih berbahasa Mandar. “Mua andiangi diisanng ma’basa Mandar, ya’ pa’dami tu’u Mandar,” ujar Aco menirukan pesan Jenderal Salim. Jika generasi muda tak lagi berbahasa Mandar, maka Mandar hanya tinggal kenangan.

Lewat Gus Dur dan Puang Salim, lanjut Aco Musaddad, masyarakat belajar tentang keberanian, kejujuran, dan integritas sebagai seorang pemimpin. Prinsip tersebut dalam tradisi Mandar disebut sipappas loa anna gau’ (kesesuaian antara kata dan perbuatan).

Anangguru Bisri menambahkan, Gus Dur dan Jenderal Salim adalah dua tokoh yang mustaqim (istiqamah), terutama dalam akhlak. “Dalam bahasa Mandar, istiqamah itu situru’ pau anna kedo; kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Keteladanan itu nyata pada diri Gus Dur dan Jenderal Salim,” ujarnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Nuhiyah Pambusuang ini juga mengingatkan agar senantiasa mengedepankan sikap istiqamah dan berjuang tanpa mengharapkan karamah (kemuliaan), sebab hanya orang-orang yang istiqamah yang akan diberi karamah oleh Allah Swt.

Sementara itu, Anangguru Syahid menyoroti kefasihan Jenderal Salim berbahasa Mandar, bahkan dengan diksi halus tempo dulu. “Bahasa Mandar beliau berangkat dari hati. Jika ada orang Mandar bertanya menggunakan bahasa Indonesia, ia menjawab dengan bahasa Mandar yang membekas dalam ingatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Mandar Pambusuang harus berterima kasih kepada Gus Dur. Karena di masa kepemimpinannya, Gus Dur memberi ruang bagi Baharuddin Lopa dan Prof. Basri Hasanuddin, dua putra Pambusuang yang diangkat menjadi menteri dan Jaksa Agung RI.

“Setelah itu, kita tidak pernah lagi dengar orang Mandar menjadi menteri dan lainnya,” ujar Ketua MUI Polman ini.

Langit Pambusuang yang semula gelap kini seakan terang oleh doa dan testimoni yang disampaikan para tokoh agama. Di antara rinai hujan yang reda, masyarakat Mandar kembali diingatkan: bahasa, akhlak, dan integritas adalah warisan yang harus dijaga.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    Banggar DPR Minta Impor 105 Ribu Mobil Niaga oleh Agrinas Dibatalkan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 250
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Said Abdullah, meminta rencana impor 105.000 unit mobil niaga oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dibatalkan. Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan upaya memperkuat industri dalam negeri dan ekonomi pedesaan. Menurut Said, penggunaan dana APBN untuk pengadaan kendaraan dari luar negeri tidak sejalan dengan arah […]

  • Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    Antara Opini WTP dan Realitas Publik: Menguji Makna Akuntabilitas Negara

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nuruma banyal
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Selama hampir satu dekade terakhir, pemerintah Indonesia konsisten meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Capaian ini sering dijadikan simbol keberhasilan pengelolaan keuangan negara. Ketepatan waktu penyampaian laporan pun semakin memperkuat kesan bahwa akuntabilitas fiskal berjalan dengan baik. Namun, di balik capaian tersebut, berbagai kritik terhadap kebijakan anggaran tetap bermunculan—mulai dari […]

  • Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    Pembelajaran Online dan Dinamikanya

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Di tengah arus digitalisasi yang semakin deras, pembelajaran online tidak lagi relevan diperdebatkan pada level “perlu atau tidak”. Ia telah menjelma menjadi bagian dari infrastruktur pendidikan itu sendiri. Persoalannya kini bergeser: bukan lagi soal menerima atau menolak, melainkan bagaimana menempatkannya secara tepat agar tidak kehilangan ruh pendidikan. Di titik ini, kita berhadapan dengan dilema klasik—antara […]

  • Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    Siapa Pengganti Khamenei Jika Ia Benar-Benar Gugur?

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Spekulasi mengenai siapa yang akan menggantikan Ayatollah Ali Khamenei kembali mencuat di tengah isu keamanan dan ketegangan kawasan. Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, Khamenei memegang otoritas tertinggi dalam sistem Republik Islam, melampaui presiden dan parlemen. Jika ia wafat atau tidak lagi mampu menjalankan tugas, mekanisme konstitusional Iran telah mengatur proses suksesi tersebut. […]

  • Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    Di Meja Syukuran, Kita Menemukan Makna Indonesia

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Oleh: Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M Founder Pemuda Nusantara Foundantion Nulondalo.com – Setiap 17 Agustus, kita merayakan kemerdekaan dengan upacara, pengibaran bendera, perlombaan, dan berbagai kegiatan yang penuh semangat. Namun, di balik kemeriahan itu, ada bentuk perayaan yang jauh lebih sederhana, tetapi menyimpan makna kebangsaan yang dalam. Di desa-desa dan kampung-kampung, hingga tingkat RT, […]

  • Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nulondalo.com—Koperasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Kopma Unhas) kembali menunjukkan perannya sebagai ruang belajar dan inkubator gagasan ekonomi mahasiswa melalui penyelenggaraan Kopma Unhas Fair 2025, yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025 di Unhas TV. Mengusung tema “Ekonomi Kolektif, Generasi Inovatif”, kegiatan tahunan ini menjadi refleksi semangat Kopma Unhas dalam membangun kesadaran ekonomi berbasis kebersamaan sekaligus mendorong […]

expand_less