Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) Maros, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros. Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai kecamatan di Maros ambil bagian dalam malam puncak pemilihan tersebut.

Sebanyak 32 finalis putra dan putri tampil bersaing menunjukkan kapasitas, wawasan, serta komitmen mereka dalam memerangi bahaya narkoba. Dari proses panjang tersebut, panitia menetapkan tiga pasang juara Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025.

Juara pertama kategori putra diraih oleh Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan Turikale. Sementara kategori putri diraih oleh Friyang Yurdina Haris, pelajar SMKN 1 Maros asal Kecamatan Mandai.

Posisi juara kedua putra ditempati Aldi Alrizqullah, pelajar SMAN 3 Maros asal Kecamatan Turikale. Untuk juara kedua putri diraih Ulfiyanha Nayla, pelajar SMAN 1 Maros yang juga mewakili Kecamatan Turikale.

Adapun juara ketiga kategori putra diraih Muh Balya Wahyu Ibrahim, pelajar SMAN 3 Maros asal Kecamatan Lau. Sementara kategori putri diraih Amanda Putri Ishak, pelajar SMAN 1 Maros wakil Kecamatan Tanralili.

Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri, menyampaikan bahwa Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan pemilihan duta anti narkoba setiap tahun.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan selama sembilan tahun berturut-turut. Sampai hari ini, belum ada daerah lain yang melaksanakannya secara konsisten seperti di Maros,” ungkap Bakri.

Ia menjelaskan, rangkaian pemilihan telah dimulai sejak Agustus 2025 dengan tahapan yang cukup panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, project sosial, penampilan bakat, karantina, hingga grand final.

“Hari ini mereka resmi dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros. Ini bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab besar,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, mengaku bangga melihat antusiasme generasi muda Maros yang terlibat aktif dalam upaya pencegahan narkoba.

Menurutnya, pendekatan edukatif melalui pelibatan pelajar dan mahasiswa merupakan strategi efektif, mengingat kondisi penyalahgunaan narkoba di Maros sudah tergolong mengkhawatirkan.

“Kita semua sepakat, pencegahan harus dikedepankan. Kalau tidak, penjara kita akan terus dipenuhi oleh narapidana kasus narkoba,” ujarnya.

Muetazim menambahkan, dampak narkoba telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pejabat, hingga aparat penegak hukum. Meski upaya penindakan terus dilakukan, angka kasus narkoba masih menunjukkan tren peningkatan setiap tahun.

“Selain penegakan hukum, harus ada pola pencegahan yang efektif. Kegiatan seperti ini harus kita dorong menjadi gerakan yang terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap, para duta yang terpilih tidak berhenti berperan hanya pada malam grand final, melainkan aktif mengampanyekan bahaya narkoba di tengah masyarakat.

“Kami menunggu gebrakan para Duta Anti Narkoba yang malam ini resmi dilantik. Kalian adalah garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba di Maros,” pungkasnya.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

  • Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    Sam’un Al-Gazi; Inspirasi untuk Lailatul Qadr (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 17)

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Edisi 17 Ramadhan ini, saya buat sedikit berbeda dan keluar dari tema besar. Ini karena 17 Ramadhan sering dianggap sebagai malam turunnya Al-Qur’an untuk pertama kali, sekaligus menjadi penanda bahwa malam Lailatul Qadr akan segera datang pada malam-malam ganjil berikutnya di bulan Ramadhan. Turunnya Lailatul Qadr sering dikaitkan dengan kisah seorang tokoh dari zaman Bani […]

  • Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kasus yang menjerat Amsal Christy Sitepu menjadi sorotan serius Komisi III DPR RI. Dalam rapat bersama jajaran kejaksaan, DPR menegaskan bahwa setiap dugaan penyimpangan oleh aparat penegak hukum tidak boleh dibiarkan dan harus berujung pada sanksi tegas, termasuk pidana. Anggota Komisi III DPR RI, Safaruddin, menegaskan bahwa aturan mengenai sanksi terhadap penuntut umum […]

  • Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    Generasi Stroberi: Fakta atau Stigma?

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Ada pola yang terus berulang dalam setiap fase zaman. Biasanya, generasi terdahulu menjustifikasi generasi setelahnya. Setiap peralihan era selalu akrab dengan kalimat semacam ini: “Generasi sekarang tidak seperti dulu, mereka sekarang….” Titik-titik itu hampir selalu diisi dengan narasi yang menegaskan keunggulan masa lalu sekaligus meragukan masa kini. Dulu, saya akrab dengan ceramah Zainuddin MZ yang menyebut generasi […]

  • Mudzakarah Istiqlal Bahas Wacana Pembayaran Dam Haji di Tanah Air: Antara Dimensi Ta‘abbudi dan Maqashid Syariah

    Mudzakarah Istiqlal Bahas Wacana Pembayaran Dam Haji di Tanah Air: Antara Dimensi Ta‘abbudi dan Maqashid Syariah

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di sebuah ruang yang tidak hanya mempertemukan para ulama dan cendekiawan, tetapi juga mempertemukan dua cara pandang dalam membaca syariat antara teks dan realitas, antara kesetiaan ritual dan kemanfaatan sosial Bidang Diklat Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menggelar Mudzakarah Ulama dan Umara bertajuk “Pembayaran Dam Jamaah Haji Indonesia di Tanah Air: Telaah Maqashid […]

  • Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    Negara Hukum atau Negara Kuasa? Menguji Integritas Penegakan Hukum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Sebelum Indonesia mengenal sistem hukum kolonial Belanda, masyarakat Nusantara telah hidup dengan tatanan hukum sendiri, yakni hukum adat. Nilai-nilai ini tumbuh dari kearifan lokal dan mengakar kuat dalam kehidupan sosial. Salah satu komunitas yang hingga kini masih menjaga hukum adat adalah Suku Kajang di Kabupaten Bulukumba. Mereka bahkan mendapat pengakuan internasional; The Washington Post menempatkan […]

expand_less