Longsor di Bandung Barat, Delapan Orang Tewas dan 82 Masih Dicari
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- visibility 159
- print Cetak

Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan material longsoran menimbun permukiman warga
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, sementara 82 orang masih dalam proses pencarian hingga pukul 15.00 WIB.
Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah.
Bencana dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan material longsoran menimbun permukiman warga.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 23 warga dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak pada sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Sementara itu, jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat dan asesmen awal, serta melaksanakan upaya penanganan darurat bersama tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Proses pencarian korban dan pendataan lanjutan masih terus dilakukan.
Kabupaten Bandung Barat saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor berdasarkan Keputusan Bupati Bandung Barat Nomor 100.3.3.2/Kep.359-BPBD/2025 yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi. Operasi tersebut berlangsung sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta dengan mengerahkan dua unit pesawat, yakni PK-JVH dan CASA 212 A-2105, yang beroperasi dari Lanud Halim Perdanakusuma.
Pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di wilayah Jawa Barat dengan total bahan semai 32.000 kilogram pada periode 13–22 Januari 2026. Sementara pesawat CASA 212 A-2105 melaksanakan 19 sortie di wilayah DKI Jakarta dengan total bahan semai 12.400 kilogram pada periode 16–22 Januari 2026.
Sejak 23 Januari 2026, BNPB juga menambah dua unit pesawat Caravan untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan. Operasi ini berpotensi diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila terjadi peningkatan cuaca ekstrem.
BNPB mengimbau masyarakat yang berada di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar