10 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Bisa Ditanam di Rumah
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Perlu diperhatikan bahwa lavender menyukai kondisi tumbuh tertentu dan tidak selalu mudah berkembang di daerah yang sangat panas serta lembap. Efek perlindungan terhadap nyamuk juga bergantung pada bentuk penggunaan dan konsentrasi minyaknya.
4. Kemangi
Kemangi (Ocimum spp.) merupakan tanaman yang lazim dijumpai di Indonesia. Daunnya digunakan sebagai lalapan dan memiliki aroma khas karena kandungan minyak atsiri.
Beberapa penelitian laboratorium menunjukkan bahwa minyak atsiri dari spesies kemangi tertentu memiliki aktivitas pengusir atau penghambat serangga. Namun, hasil penelitian pada minyak yang diekstrak tidak dapat langsung disamakan dengan kemampuan tanaman hidup mengusir nyamuk di pekarangan.
Kemangi relatif mudah ditanam dalam pot dan dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bumbu sekaligus tanaman aromatik.
5. Mint
Mint (Mentha spp.) memiliki aroma segar yang berasal dari senyawa minyak atsiri, terutama mentol pada spesies tertentu.
Minyak mint telah diteliti untuk mengetahui potensinya sebagai bahan pengusir serangga. Akan tetapi, daya kerjanya dipengaruhi oleh jenis tanaman, konsentrasi, dan cara pemakaian.
Mint dapat ditanam dalam pot agar pertumbuhannya lebih mudah dikendalikan. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan untuk minuman atau makanan sesuai jenis dan keamanan penggunaannya.
6. Rosemary
Rosemary (Salvia rosmarinus) merupakan tanaman beraroma yang daunnya sering digunakan sebagai bumbu masakan. Tanaman ini mengandung sejumlah senyawa aromatik, termasuk komponen minyak atsiri.
Ekstrak dan minyak rosemary telah diteliti untuk berbagai aktivitas biologis, termasuk potensi terhadap serangga. Meski demikian, bukti tersebut tidak berarti tanaman rosemary yang tumbuh di halaman pasti efektif mencegah gigitan nyamuk.
Rosemary lebih cocok ditanam pada media dengan drainase baik dan mendapatkan cukup sinar matahari.
7. Zodia
Zodia (Evodia suaveolens, yang juga dikenal dengan nama botani Euodia suaveolens) merupakan tanaman yang populer di Indonesia sebagai tanaman pengusir nyamuk.
Daunnya memiliki aroma khas dan mengandung senyawa yang telah diteliti terkait aktivitas terhadap serangga. Zodia dapat ditanam dalam pot atau di pekarangan dengan memperhatikan kebutuhan cahaya dan kelembapannya.
Meski sering disebut sebagai tanaman antinyamuk, tingkat perlindungannya dalam penggunaan sehari-hari masih bergantung pada kondisi dan metode pemanfaatannya.
8. Geranium Beraroma
Sejumlah jenis geranium beraroma, termasuk geranium beraroma sitronela, dibudidayakan karena daunnya mengeluarkan aroma khas ketika disentuh.
Minyak dari beberapa varietas geranium mengandung senyawa aromatik yang digunakan dalam produk pewangi dan diteliti untuk potensi pengusiran serangga.
Namun, tidak semua tanaman geranium mempunyai kandungan maupun efektivitas yang sama. Menempatkannya di dekat jendela atau teras dapat memperkaya taman, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya perlindungan terhadap nyamuk.
9. Catnip
Catnip (Nepeta cataria) dikenal sebagai tanaman yang memiliki daya tarik bagi sebagian kucing. Tanaman ini mengandung nepetalakton, senyawa yang dalam sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas pengusir serangga, termasuk nyamuk.
Potensi tersebut terutama diteliti melalui senyawa atau ekstrak tanaman. Efek catnip yang ditanam begitu saja di halaman belum tentu setara dengan produk pengusir nyamuk yang diformulasikan secara khusus.
Catnip dapat dipertimbangkan sebagai koleksi tanaman aromatik, dengan tetap memperhatikan kebutuhan tumbuh dan kemungkinan interaksinya dengan kucing peliharaan.
10. Marigold atau Bunga Tahi Ayam
Marigold (Tagetes spp.), yang di Indonesia dikenal antara lain sebagai bunga tahi ayam, memiliki aroma khas dan sering ditanam sebagai tanaman hias.
Sejumlah penelitian mengkaji kandungan senyawa dalam genus Tagetes terkait aktivitas terhadap serangga. Namun, kemampuan mengurangi nyamuk di lingkungan rumah tidak dapat dipastikan hanya dari keberadaan bunganya.
Tanaman ini relatif menarik sebagai penghias halaman dan dapat menjadi bagian dari taman yang beragam.
Apakah Tanaman Pengusir Nyamuk Benar-Benar Ampuh?
Tanaman tertentu memang mengandung senyawa yang berpotensi mengusir nyamuk. Namun, ada perbedaan penting antara hasil penelitian terhadap minyak atsiri atau ekstrak tanaman dan efektivitas tanaman hidup yang diletakkan di halaman.
Aroma yang dilepaskan tanaman hidup biasanya lebih rendah dan lebih dipengaruhi angin, suhu, serta kondisi lingkungan. Karena itu, menanam serai wangi, lavender, kemangi, atau tanaman lainnya tidak dapat dijadikan jaminan bahwa nyamuk tidak akan masuk ke rumah.
Jika membutuhkan perlindungan langsung, masyarakat sebaiknya menggunakan produk pengusir nyamuk yang telah teruji dan terdaftar sesuai ketentuan, mengikuti petunjuk label, serta menggunakan kelambu atau kasa pada pintu dan jendela bila diperlukan.
Cara Efektif Mengurangi Nyamuk di Rumah
Selain menanam tanaman aromatik, ada sejumlah langkah yang lebih penting untuk menekan populasi nyamuk:
- Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara berkala.
- Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
- Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan.
- Membersihkan talang dan saluran air agar tidak terjadi genangan.
- Menggunakan kelambu, kasa jendela, atau pakaian yang menutupi kulit untuk mengurangi risiko gigitan.
- Memakai repelan yang terbukti efektif sesuai petunjuk pemakaian, terutama ketika beraktivitas di area yang banyak nyamuk.
Langkah tersebut sejalan dengan prinsip pemberantasan sarang nyamuk yang menitikberatkan pada pengendalian tempat perkembangbiakan.
Serai wangi, serai dapur, lavender, kemangi, mint, rosemary, zodia, geranium beraroma, catnip, dan marigold merupakan beberapa tanaman yang memiliki aroma atau kandungan senyawa yang diteliti terkait potensi pengusiran serangga.
Tanaman-tanaman tersebut dapat menjadi pelengkap taman rumah sekaligus menambah variasi tanaman bermanfaat. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa tanaman hidup bukan pengganti repelan yang teruji maupun pemberantasan sarang nyamuk.
Cara paling masuk akal untuk mengurangi gangguan nyamuk adalah mengombinasikan lingkungan yang bebas genangan, perlindungan dari gigitan, dan penggunaan produk pengusir nyamuk yang sesuai. Dengan begitu, upaya menjaga kenyamanan rumah juga dapat mendukung pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar