Selain mendorong produksi, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan penyesuaian pajak ekspor batu bara. Skema ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemasukan negara tanpa mengganggu daya saing industri.
Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan strategi jangka menengah melalui percepatan transisi energi. Salah satunya dengan mengonversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak.
Program tersebut akan dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengkaji kebijakan penghematan energi melalui skema kerja fleksibel atau work from home (WFH). Kebijakan ini dinilai dapat menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen dengan mengurangi mobilitas harian masyarakat.
Langkah-langkah ini menunjukkan pendekatan ganda pemerintah: menjaga ketahanan energi dalam jangka pendek melalui optimalisasi batu bara, sekaligus mendorong efisiensi dan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.
Dengan tekanan harga energi yang masih fluktuatif, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mengamankan pasokan energi bagi masyarakat dan industri.
Saat ini belum ada komentar