Jaga Defisit di Bawah 3 Persen, Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Pemerintah Hadapi Kenaikan Energi
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 86
- print Cetak

Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, usai rapat bersama Presiden terkait strategi menjaga defisit APBN dan menghadapi kenaikan harga energi. Doc. presiden.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain pengendalian defisit, pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif terhadap lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas energi lainnya.
Salah satu strategi utama adalah meningkatkan produksi batu bara.
Menurut Airlangga, Presiden telah menginstruksikan agar volume produksi batu bara ditingkatkan melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
“Artinya akan ada perbaikan terkait RKAB,” jelasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan penyesuaian pajak ekspor batu bara guna mengoptimalkan penerimaan negara di tengah tren harga komoditas yang meningkat.
Di sektor energi, pemerintah mempercepat konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka menengah untuk menekan biaya energi yang terdampak harga minyak dunia.
Program ini akan dijalankan oleh Badan Pengelola Investasi Danantara yang mendapat penugasan khusus untuk mempercepat implementasi di lapangan.
Menariknya, pemerintah juga mengkaji kebijakan fleksibilitas kerja melalui skema work from home (WFH) satu hari dalam lima hari kerja.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar