Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KH Zulfa Mustofa: NU Sedang Menata Diri, Bukan Berkonflik

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
  • visibility 202
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di tengah riuhnya perbincangan di media sosial mengenai kondisi internal Nahdlatul Ulama (NU), Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Rapat Pleno PBNU kelompok Sultan, KH Zulfa Mustofa, memilih untuk meluruskan keadaan dengan nada yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa NU tidak sedang berada dalam pusaran konflik, melainkan tengah menjalani proses penegakan disiplin organisasi sebagai bagian dari upaya penataan internal.

Penegasan itu disampaikan Kiai Zulfa dalam forum Tindak Lanjut Hasil Keputusan Rapat Pleno PBNU yang digelar secara daring melalui Zoom, Kamis (11/12/2025), bersama jajaran pengurus NU di tingkat wilayah dan cabang. Dalam forum tersebut, ia mengajak seluruh elemen NU untuk tidak larut dalam narasi konflik yang berkembang di ruang digital.

“Saya ingin meluruskan narasi-narasi yang selama ini disebarkan di media sosial. Sekali lagi, tidak ada konflik. Yang ada adalah penegakan disiplin organisasi terhadap seseorang,” ujar Kiai Zulfa dengan tegas namun tenang.

Menurutnya, saat ini NU justru membutuhkan penguatan konsolidasi dan kekompakan agar berbagai layanan keumatan dapat berjalan optimal. Ia menyebut khidmah diniyah, layanan pendidikan seperti sekolah dan madrasah, hingga kerja-kerja sosial NU, termasuk dalam penanganan bencana di Sumatra, sebagai wujud nyata peran NU yang harus terus dihidupkan.

“Semua layanan itu harus kembali berjalan dan mengikuti arahan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. NU hadir untuk melayani umat,” tuturnya.

Kiai Zulfa juga mengingatkan jati diri NU sebagai organisasi keulamaan. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa Syuriyah merupakan elemen yang tidak bisa ditawar, sementara Tanfidziyah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika organisasi.

“Saya ingin kita menunjukkan kepada publik bahwa NU sudah normal kembali di bawah kepemimpinan Rais Aam PBNU,” katanya.

Sebagai bagian dari ikhtiar penataan organisasi, PBNU dijadwalkan menggelar Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU pada Sabtu (13/12/2025). Rapat ini akan menjadi ruang musyawarah untuk menyusun kembali formulasi kepengurusan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Di tengah dinamika yang ada, pesan Kiai Zulfa terasa jelas: NU diminta untuk kembali ke khittah pengabdian, menjaga marwah keulamaan, dan terus bergerak melayani umat dengan tenang dan berkhidmah.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS–Sengketa kepemilikan lahan antara warga dan PT Pertamina di Jalan Pertamina, Kelurahan Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian memanas dan memicu sorotan publik. Ahli waris menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat kilang, pipa, maupun aktivitas produksi Pertamina, Jumat (16/1/2026). Meski demikian, sejumlah oknum TNI terlihat berjaga di lahan yang diklaim sebagai […]

  • Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    Tauhid dalam gangguan Kapitalisme: Mengapa Iran Selalu bikin imperium Global Gatal?

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Tauhid sering kita bayangkan sebagai urusan langit: satu Tuhan, selesai. Padahal dalam sejarah, Tauhid justru harus berbuah sebagai sikap sosial di bumi, sikap menolak tunduk pada apa pun selain Tuhan. Begitu kalimat lā ilāha illā Allāh diucapkan dengan sungguh-sungguh, seharusnya runtuh pula semua klaim ketuhanan palsu: raja, pasar, modal, dan imperium. Berguru pada Tauhid ala […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan […]

  • Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    Ismail Fahmi: Platform Digital Sudah Bisa Deteksi Usia Tanpa KTP, Indonesia Perlu Adaptasi Teknologi AI

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 437
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pakar analisis media sosial sekaligus Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai platform digital saat ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi usia pengguna tanpa harus bergantung pada verifikasi identitas seperti KTP. Hal tersebut disampaikan Fahmi merespons rencana pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang akan menerapkan pembatasan akses anak di bawah […]

  • Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dinda Rahma Filah
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Terkadang, yang paling berbahaya dalam pengelolaan keuangan negara bukan hal-hal yang terlihat besar dan sering dibicarakan. Justru, yang diam mengendap dan jarang diperhatikan bisa memiliki dampak yang tidak kalah serius. Hal ini bisa kita lihat dalam pengelolaan APBN Indonesia saat ini, terutama saat membahas idle cash, yaitu dana yang terlalu lama “parkir” tanpa kejelasan digunakan […]

expand_less