Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 139
- print Cetak

Sidang Isbat Selasa, 17 Februari 2026. Dok: Bimas Islam, Kemen
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Jika secara hisab belum memenuhi kriteria visibilitas, maka secara teoritis hilal tidak mungkin dapat dirukyat,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ijtimak atau konjungsi terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB. Sementara itu, pemantauan hilal akan dilakukan di 117 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai gambaran, di Jakarta Pusat saat matahari terbenam pukul 18.03 WIB, tinggi hilal tercatat sekitar 1,95 derajat dengan elongasi 5,71 derajat. Sedangkan di Sabang, Aceh, tinggi hilal mencapai 3,13 derajat dengan elongasi 6,10 derajat, namun masih di bawah ambang batas MABIMS.
Dengan belum terpenuhinya kedua parameter tersebut secara bersamaan, hilal awal Syawal 1447 H secara teoritis diprediksi tidak dapat dirukyat. Oleh karena itu, bulan Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar