Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Polda Gorontalo Jadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional 2026, Implementasikan Paradigma Polisi Bersama Masyarakat

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 135
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GORONTALO, NULONDALO.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Resepsi Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Aula Tinepo, Markas Polda Gorontalo.

Penyelenggaraan Hari Santri Nasional di lingkungan Polda Gorontalo menjadi salah satu bentuk implementasi paradigma Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan pentingnya kedekatan, kemitraan, dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan keamanan, ketertiban, serta kehidupan sosial yang harmonis.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, dengan semangat memperkuat sinergi antara kepolisian, kalangan santri, pesantren, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Rencana pelaksanaan kegiatan ini dibahas dalam pertemuan jajaran PWNU Gorontalo dengan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Nurworo Danang, di Markas Polda Gorontalo. Pertemuan tersebut membahas persiapan teknis penyelenggaraan resepsi Hari Santri Nasional sekaligus penguatan kerja sama antara kepolisian dan Nahdlatul Ulama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ketua PWNU Gorontalo, Ibrahim T. Sore, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Santri Nasional di Polda Gorontalo memiliki makna penting karena mempertemukan dua institusi yang mempunyai peran strategis dalam menjaga kehidupan masyarakat, yakni kepolisian dan organisasi keagamaan.

Melalui momentum tersebut, PWNU Gorontalo berharap hubungan antara kepolisian dan kalangan santri dapat semakin erat, terutama dalam memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, kesadaran hukum, serta tanggung jawab bersama terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolda Gorontalo: Polisi Lahir dan Tumbuh dari Masyarakat

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Nurworo Danang, menyambut positif rencana penyelenggaraan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan Polda Gorontalo. Dukungan tersebut mencerminkan komitmen kepolisian untuk terus memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

Dalam pertemuan bersama jajaran PWNU Gorontalo, Kapolda menekankan pentingnya membangun kepolisian yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membutuhkan kemampuan memahami persoalan sosial serta membangun komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat.

“Polisi lahir dan tumbuh dari masyarakat. Setelah dia menjadi polisi, dia juga bersama masyarakat,” ujar Kapolda Gorontalo.

Pernyataan tersebut menjadi dasar penting dalam memahami paradigma Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan kepolisian sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial. Dalam pendekatan ini, masyarakat bukan semata-mata menjadi penerima pelayanan kepolisian, tetapi juga mitra yang berperan dalam menjaga ketertiban, mencegah konflik, dan memperkuat rasa aman di lingkungannya.

Pelaksanaan Hari Santri Nasional di Mapolda Gorontalo merupakan salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut. Kepolisian memberikan ruang bagi kalangan santri dan organisasi keagamaan untuk melaksanakan kegiatan kebangsaan sekaligus mempererat hubungan sosial dengan institusi Polri.

Melalui kegiatan ini, Polda Gorontalo diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan pesantren, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun kesadaran hukum, mencegah gangguan keamanan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

Hari Santri sebagai Momentum Penguatan Kemitraan Polri dan Masyarakat

Peringatan Hari Santri Nasional memiliki kedudukan penting dalam sejarah kebangsaan Indonesia. Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri berkaitan dengan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945, yang menjadi salah satu tonggak mobilisasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah tersebut memperlihatkan kontribusi santri, ulama, dan pesantren dalam kehidupan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan dan dakwah, tetapi juga melalui perjuangan kemerdekaan, penguatan solidaritas sosial, dan pemeliharaan persatuan nasional.

Dalam konteks Gorontalo, peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi kesempatan untuk mempertemukan semangat pengabdian kalangan santri dengan tanggung jawab kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    Cerita Gus Dur yang Berpulang Bersama Jenderal Salim

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 836
    • 0Komentar

    Ada sebuah kisah yang sejatinya akan terdengar pada peringatan Haul ke-16 Gus Dur, yang diselenggarakan di Masjid At-Taqwa, Pambusuang, Polewali Mandar, 12 Februari 2026. Kisah itu semula hendak disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn.) Salim S. Mengga. Namun, cerita sejarah tersebut tampaknya tidak akan pernah terucap, sebab Puang Salim, sapaan akrab beliau telah berpulang ke hadirat […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros – Musim kemarau yang berkepanjangan mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ribuan warga di kawasan pesisir kini harus bertahan dengan menggunakan air sumur tadah hujan yang keruh bahkan terasa asin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah adalah Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa. Selama lebih […]

  • Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak […]

  • Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    Jalan Tol Berbayar Tapi Tak Standar, Yasti Mokoagow: BUJT Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi V DPR RI Yasti Soepredjo Mokoagow menegaskan bahwa pengelola jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengabaikan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dapat dikenai sanksi pidana. Penegasan itu disampaikan menyusul masih banyaknya ruas tol berbayar yang dinilai tidak memenuhi standar pelayanan sebagaimana diamanatkan undang-undang. “Saya harus ingatkan bahwa abai atau […]

expand_less