Polda Gorontalo Jadi Tuan Rumah Hari Santri Nasional 2026, Implementasikan Paradigma Polisi Bersama Masyarakat
- account_circle Djemi Radji
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 137
- print Cetak

Pertemuan PWNU Gorontalo bersama Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Nurworo Danang, Senin 19 Oktober 2026 bertempat di ruang kerja Kapolda Gorontalo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pesantren dan organisasi keagamaan memiliki jaringan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Keberadaan ulama, pengasuh pesantren, guru agama, dan para santri merupakan modal sosial penting dalam membangun ketahanan masyarakat, memperkuat pendidikan karakter, serta mendorong penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan yang damai.
Kemitraan dengan kalangan santri juga dapat memperkuat pendekatan pencegahan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, kepolisian dan lembaga keagamaan dapat saling mendukung dalam membangun kesadaran hukum, mencegah kekerasan, menangkal penyebaran kebencian, dan menjaga hubungan harmonis antarkelompok masyarakat.
Paradigma Polisi Bersama Masyarakat memperoleh relevansinya melalui hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan, penghormatan, dan tanggung jawab bersama. Kehadiran kepolisian dalam kegiatan Hari Santri menjadi bagian dari upaya membangun hubungan tersebut secara lebih terbuka dan berkelanjutan.
Memperkuat Nilai Keagamaan, Kearifan Lokal, dan Keamanan Sosial
Penyelenggaraan Hari Santri Nasional di Polda Gorontalo juga memiliki relevansi dengan karakter masyarakat Gorontalo yang menjadikan nilai agama dan adat sebagai landasan kehidupan sosial.
Falsafah “Adati hula-hula’a to syara’a, syara’a hula-hula’a to Kuru’ani”, atau adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah, mencerminkan kedudukan nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
Nilai tersebut memiliki hubungan dengan upaya membangun ketertiban sosial melalui penghormatan, musyawarah, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam praktik kehidupan masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat juga mempunyai peran penting dalam memelihara hubungan sosial serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat komunitas.
Melalui paradigma Polisi Bersama Masyarakat, kekuatan sosial dan kultural tersebut dapat menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang lebih partisipatif. Kerja sama dengan organisasi keagamaan dan lembaga pendidikan pesantren memungkinkan kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan sosial.
Penyelenggaraan Hari Santri Nasional 2026 di Polda Gorontalo diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan peringatan tahunan, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan Nahdlatul Ulama melalui kegiatan pendidikan kebangsaan, pembinaan generasi muda, serta peningkatan kesadaran hukum di lingkungan masyarakat.
Polda Gorontalo dan PWNU Perkuat Sinergi Kebangsaan
Resepsi Hari Santri Nasional 2026 yang direncanakan berlangsung di Aula Tinepo Polda Gorontalo akan melibatkan unsur pengurus Nahdlatul Ulama, kalangan pesantren, santri, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan jajaran kepolisian. Berdasarkan rancangan kegiatan, sekitar 150 peserta ditargetkan menghadiri kegiatan tersebut.
Agenda resepsi direncanakan memuat sambutan Ketua Tanfidziyah PWNU Gorontalo, arahan Kapolda Gorontalo, serta rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri yang menekankan nilai kebangsaan, pengabdian, dan persatuan.
Bagi PWNU Gorontalo, dukungan Polda Gorontalo terhadap penyelenggaraan Hari Santri Nasional merupakan bagian dari penguatan hubungan antara ulama dan aparat negara dalam menjaga kepentingan masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara bagi Polda Gorontalo, momentum Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperkuat penerapan paradigma Polisi Bersama Masyarakat melalui kemitraan dengan institusi keagamaan yang memiliki akar sosial kuat di tengah masyarakat.
Pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 di Markas Polda Gorontalo sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antara kepolisian dan masyarakat dapat dibangun melalui berbagai ruang kebersamaan, termasuk kegiatan keagamaan dan peringatan sejarah kebangsaan.
Dengan semangat “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, Polda Gorontalo dan PWNU Gorontalo berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mengembangkan kemitraan yang berkelanjutan dalam mewujudkan Gorontalo yang aman, kondusif, dan berkeadaban.
- Penulis: Djemi Radji
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar