Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 455
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS.

Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis NU dalam membaca relasi agama, masyarakat, dan kekuasaan.

Isyarat dari Bangkalan

Gus Aniq menuturkan, jauh sebelum NU resmi berdiri pada 1926, KH. Hasyim Asy’ari telah lama melakukan istikharah atas usulan KH. Wahab Hasbullah agar pesantren memiliki wadah organisasi.

Jawaban istikharah itu, menariknya, tidak datang melalui mimpi, melainkan lewat KH. Kholil Bangkalan. Pada 1924, sang kiai karismatik Madura itu mengutus KH. As’ad Syamsul Arifin ke Tebuireng, membawa tongkat dan pesan berupa Surah Thaha ayat 17, kisah tentang Nabi Musa.

Setahun kemudian, utusan kembali datang, kali ini membawa tasbih dan Asmaul Husna.

“Pertanyaannya,” kata Gus Aniq, “mengapa kisah Nabi Musa yang dipilih sebagai isyarat lahirnya NU?”

Menurut Gus Aniq, kisah Nabi Musa menyimpan pesan penting bagi NU. Nabi Musa tumbuh di istana Fir’aun—lingkungan paling zalim—namun tetap menjadi nabi. Sementara Samiri, yang dalam kisah Israiliyat diasuh malaikat Jibril, justru menyesatkan Bani Israil.

Pesannya jelas: lingkungan tidak menentukan iman.

“Kalau iman kuat, hidup di tengah kemaksiatan pun tidak akan goyah,” ujarnya.

Inilah, menurut Gus Aniq, alasan NU tidak alergi hidup berdampingan dengan realitas sosial yang plural dan tidak ideal.

Pelajaran Kedua: Kebenaran Butuh Organisasi Aniq kemudian menyinggung doa Nabi Musa yang terkenal:

Rabbi ishrah li shadri… waj‘al li wazīran min ahli Hārūn akhī.

Doa ini, kata dia, adalah bukti bahwa Nabi Musa tidak berdakwah sendirian. Ia meminta Harun sebagai pendamping.

“Ini pelajaran besar,” tegas Gus Aniq.
“Kebenaran tanpa organisasi bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Dari sinilah NU mengambil prinsip bahwa jamaah dan struktur adalah kebutuhan dakwah, bukan sekadar formalitas.

Dakwah dengan Kata Lembut

Allah memerintahkan Musa dan Harun berdakwah kepada Fir’aun, penguasa paling bengis—dengan qaulan layyina, kata-kata yang lembut.

Jika Fir’aun saja diperintah dihadapi dengan kelembutan, Gus Aniq menegaskan, apalagi pemimpin negara yang sah dan bukan tiran.

“Islam tidak mengajarkan dakwah dengan makian,” ujarnya.

Mengutip Imam al-Ghazali, Gus Aniq menjelaskan bahwa agama membutuhkan kekuasaan sebagaimana manusia membutuhkan atap untuk berlindung.

Karena itu, ulama tidak boleh menjauh total dari negara, bukan demi kekuasaan, melainkan untuk mengamankan kemaslahatan umat dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Inilah mengapa ulama NU hadir di ruang-ruang strategis negara,” jelasnya.

Jihad Terbesar: Melawan Diri Sendiri

Di bagian penutup,  Gus Aniq menekankan makna jihad an-nafs sebagai jihad tertinggi. Mengutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ia menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi sebelum jihad lainnya.

Ia bahkan mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama Allah saat marah, karena yang dibesarkan saat itu bukan Allah, melainkan ego manusia.

Ceramah ini menegaskan bahwa NU tidak lahir dari romantisme sejarah, tetapi dari refleksi mendalam atas Al-Qur’an, sirah nabi, dan realitas sosial.

Kisah Nabi Musa menjadi cermin bahwa iman tidak ditentukan lingkungan, dakwah butuh organisasi, kekuasaan harus didekati dengan hikmah, dan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Di tengah riuhnya dakwah yang keras dan gemar menghakimi, pesan ini kembali mengingatkan bahwa Islam yang diwariskan para ulama adalah Islam yang tenang, berakar, dan membimbing—bukan menghardik.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Rusia mengevakuasi 84 warganya dari Mesir ke Moskow menggunakan pesawat angkut militer Il-76 milik Kementerian Situasi Darurat Rusia (EMERCOM), menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Di antara 84 orang yang dievakuasi, terdapat 38 anak-anak. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dan terekam dalam video […]

  • Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    Perkuat Metodologi Riset di UCR, Prof. Muhamad Ali Tekankan Menulis sebagai Akhlak Akademik

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Suasana akademik yang intens mewarnai kegiatan mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) di University of California, Riverside. Pada Kamis (2/4/2026), para mahasiswa mengikuti bimbingan akademik mendalam terkait penulisan tesis dan disertasi. Kegiatan yang berlangsung di ruang INTN 2009, CHASS Interdisciplinary Building ini menghadirkan Muhamad Ali sebagai pembimbing utama. Dalam sesi tersebut, ia […]

  • Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    Tambang Diduga Ilegal di Maros Masih Beroperasi, PERJOSI Tantang Ketegasan Aparat

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas tambang yang diduga ilegal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan publik. Hingga Senin (25/05/2026), sejumlah titik tambang di wilayah Kecamatan Mandai dan Moncongloe disebut masih terus beroperasi meski mendapat keluhan warga terkait dugaan kerusakan lingkungan dan dampak terhadap keselamatan masyarakat sekitar. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas pengerukan tanah masih […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • Menjaga Marwah Ulama, Merawat Khitah NU: Menguji Nalar Hukum atas Laporan terhadap KH Musta’in Syafi’i

    Menjaga Marwah Ulama, Merawat Khitah NU: Menguji Nalar Hukum atas Laporan terhadap KH Musta’in Syafi’i

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 168
    • 0Komentar

      Oleh Fathurrahman Marzuki, S.H.,M.H (Advokat/Alumni Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Jombang Jawa Timur/Ketua Bidang Kerohanian dan Kerukunan Antar Ummat Beragama Dewan Pimpinan Cabang PERADI Makassar) NULONDALO.COM – Laporan yang dilayangkan oleh Gerakan Tabayun Advokasi dan Keadilan (GERTAK) ke Bareskrim Polri terhadap ulama dan akademisi pesantren Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’i, terkait materi ceramah menjelang Muktamar […]

  • Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

    Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Dunia literasi spiritual Indonesia kembali hidup dengan hadirnya edisi re-born novel Tahajud Sang Aktivis, karya Pepi Al Bayqunie, seorang penulis sekaligus aktivis kebudayaan dan Gusdurian di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan pendekatan Islam progresif dan humanis. Novel ini bukan sekadar fiksi keagamaan. Ia adalah refleksi mendalam tentang perjalanan iman, kegelisahan eksistensial, dan pencarian makna hidup […]

expand_less