Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 574
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS.

Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis NU dalam membaca relasi agama, masyarakat, dan kekuasaan.

Isyarat dari Bangkalan

Gus Aniq menuturkan, jauh sebelum NU resmi berdiri pada 1926, KH. Hasyim Asy’ari telah lama melakukan istikharah atas usulan KH. Wahab Hasbullah agar pesantren memiliki wadah organisasi.

Jawaban istikharah itu, menariknya, tidak datang melalui mimpi, melainkan lewat KH. Kholil Bangkalan. Pada 1924, sang kiai karismatik Madura itu mengutus KH. As’ad Syamsul Arifin ke Tebuireng, membawa tongkat dan pesan berupa Surah Thaha ayat 17, kisah tentang Nabi Musa.

Setahun kemudian, utusan kembali datang, kali ini membawa tasbih dan Asmaul Husna.

“Pertanyaannya,” kata Gus Aniq, “mengapa kisah Nabi Musa yang dipilih sebagai isyarat lahirnya NU?”

Menurut Gus Aniq, kisah Nabi Musa menyimpan pesan penting bagi NU. Nabi Musa tumbuh di istana Fir’aun—lingkungan paling zalim—namun tetap menjadi nabi. Sementara Samiri, yang dalam kisah Israiliyat diasuh malaikat Jibril, justru menyesatkan Bani Israil.

Pesannya jelas: lingkungan tidak menentukan iman.

“Kalau iman kuat, hidup di tengah kemaksiatan pun tidak akan goyah,” ujarnya.

Inilah, menurut Gus Aniq, alasan NU tidak alergi hidup berdampingan dengan realitas sosial yang plural dan tidak ideal.

Pelajaran Kedua: Kebenaran Butuh Organisasi Aniq kemudian menyinggung doa Nabi Musa yang terkenal:

Rabbi ishrah li shadri… waj‘al li wazīran min ahli Hārūn akhī.

Doa ini, kata dia, adalah bukti bahwa Nabi Musa tidak berdakwah sendirian. Ia meminta Harun sebagai pendamping.

“Ini pelajaran besar,” tegas Gus Aniq.
“Kebenaran tanpa organisasi bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Dari sinilah NU mengambil prinsip bahwa jamaah dan struktur adalah kebutuhan dakwah, bukan sekadar formalitas.

Dakwah dengan Kata Lembut

Allah memerintahkan Musa dan Harun berdakwah kepada Fir’aun, penguasa paling bengis—dengan qaulan layyina, kata-kata yang lembut.

Jika Fir’aun saja diperintah dihadapi dengan kelembutan, Gus Aniq menegaskan, apalagi pemimpin negara yang sah dan bukan tiran.

“Islam tidak mengajarkan dakwah dengan makian,” ujarnya.

Mengutip Imam al-Ghazali, Gus Aniq menjelaskan bahwa agama membutuhkan kekuasaan sebagaimana manusia membutuhkan atap untuk berlindung.

Karena itu, ulama tidak boleh menjauh total dari negara, bukan demi kekuasaan, melainkan untuk mengamankan kemaslahatan umat dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Inilah mengapa ulama NU hadir di ruang-ruang strategis negara,” jelasnya.

Jihad Terbesar: Melawan Diri Sendiri

Di bagian penutup,  Gus Aniq menekankan makna jihad an-nafs sebagai jihad tertinggi. Mengutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ia menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi sebelum jihad lainnya.

Ia bahkan mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama Allah saat marah, karena yang dibesarkan saat itu bukan Allah, melainkan ego manusia.

Ceramah ini menegaskan bahwa NU tidak lahir dari romantisme sejarah, tetapi dari refleksi mendalam atas Al-Qur’an, sirah nabi, dan realitas sosial.

Kisah Nabi Musa menjadi cermin bahwa iman tidak ditentukan lingkungan, dakwah butuh organisasi, kekuasaan harus didekati dengan hikmah, dan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Di tengah riuhnya dakwah yang keras dan gemar menghakimi, pesan ini kembali mengingatkan bahwa Islam yang diwariskan para ulama adalah Islam yang tenang, berakar, dan membimbing—bukan menghardik.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    Kelurahan Baju Bodoa, Salurkan beras dan minyak goreng sebanyak 452 Paket Bantuan ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan warganya. Pada tanggal 2 sampai 4 Desember 2025, pemerintah kelurahan menyalurkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter kepada masyarakat yang benar–benar membutuhkan. Bantuan ini berasal dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang kemudian disalurkan secara […]

  • PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    PPSN VI 2026 Resmi Ditutup, Kontingen Sulsel Raih Lima Penghargaan

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Humas Kemenag Sulsel
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Nulondalo.com- Malang,  Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Utama Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (5/10/2026). Penutupan kegiatan yang mempertemukan pramuka santri dari berbagai provinsi di Indonesia itu menjadi momen membanggakan bagi Kontingen Sulawesi Selatan. Dalam ajang nasional tersebut, Sulsel berhasil meraih […]

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

  • Antrean Tiga Jam dan Misteri BBM Subsidi di Pertamina Mananggu, Gorontalo

    Antrean Tiga Jam dan Misteri BBM Subsidi di Pertamina Mananggu, Gorontalo

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Oleh: Mansur Martam NULONDALO.COM – Ada yang berubah di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Salilama, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, dengan nomor registrasi SPBU 7496207. Dulu, membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah urusan beberapa menit: datang, mengantre sebentar, mengisi tangki, membayar, lalu melanjutkan perjalanan. Kini, di […]

  • Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    Dari Laporan ke Tindakan: A. Abbas dan A. Rudi Buktikan Pelayanan Tanpa Basa-Basi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keluhan warga Dusun Taipa, Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, terkait padamnya lampu penerangan jalan akhirnya terjawab. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maros, H.A. Maskur Abbas, SE,.M.Si., bersama Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, menunjukkan respons sigap dengan langsung melakukan penggantian lima […]

  • Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    Polemik P-BMR Kian Memanas, Ersad Mamonto Soroti Epistemik dan Kuasa, KNPI Boltara Ancam Gabung Gorontalo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 460
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) kembali memantik perdebatan tajam di Sulawesi Utara. Setelah Muhamad Ersad Mamonto menyampaikan kritik konseptual terhadap fondasi historis dan relasi kuasa dalam wacana P-BMR, penolakan keras juga datang dari Ketua KNPI Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Donal Palandi. Dalam responsnya terhadap tulisan Tyo Mokoagow berjudul: “Dekonstruksi PBMR”, Ersad […]

expand_less