Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 413
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS.

Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis NU dalam membaca relasi agama, masyarakat, dan kekuasaan.

Isyarat dari Bangkalan

Gus Aniq menuturkan, jauh sebelum NU resmi berdiri pada 1926, KH. Hasyim Asy’ari telah lama melakukan istikharah atas usulan KH. Wahab Hasbullah agar pesantren memiliki wadah organisasi.

Jawaban istikharah itu, menariknya, tidak datang melalui mimpi, melainkan lewat KH. Kholil Bangkalan. Pada 1924, sang kiai karismatik Madura itu mengutus KH. As’ad Syamsul Arifin ke Tebuireng, membawa tongkat dan pesan berupa Surah Thaha ayat 17, kisah tentang Nabi Musa.

Setahun kemudian, utusan kembali datang, kali ini membawa tasbih dan Asmaul Husna.

“Pertanyaannya,” kata Gus Aniq, “mengapa kisah Nabi Musa yang dipilih sebagai isyarat lahirnya NU?”

Menurut Gus Aniq, kisah Nabi Musa menyimpan pesan penting bagi NU. Nabi Musa tumbuh di istana Fir’aun—lingkungan paling zalim—namun tetap menjadi nabi. Sementara Samiri, yang dalam kisah Israiliyat diasuh malaikat Jibril, justru menyesatkan Bani Israil.

Pesannya jelas: lingkungan tidak menentukan iman.

“Kalau iman kuat, hidup di tengah kemaksiatan pun tidak akan goyah,” ujarnya.

Inilah, menurut Gus Aniq, alasan NU tidak alergi hidup berdampingan dengan realitas sosial yang plural dan tidak ideal.

Pelajaran Kedua: Kebenaran Butuh Organisasi Aniq kemudian menyinggung doa Nabi Musa yang terkenal:

Rabbi ishrah li shadri… waj‘al li wazīran min ahli Hārūn akhī.

Doa ini, kata dia, adalah bukti bahwa Nabi Musa tidak berdakwah sendirian. Ia meminta Harun sebagai pendamping.

“Ini pelajaran besar,” tegas Gus Aniq.
“Kebenaran tanpa organisasi bisa dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir.”

Dari sinilah NU mengambil prinsip bahwa jamaah dan struktur adalah kebutuhan dakwah, bukan sekadar formalitas.

Dakwah dengan Kata Lembut

Allah memerintahkan Musa dan Harun berdakwah kepada Fir’aun, penguasa paling bengis—dengan qaulan layyina, kata-kata yang lembut.

Jika Fir’aun saja diperintah dihadapi dengan kelembutan, Gus Aniq menegaskan, apalagi pemimpin negara yang sah dan bukan tiran.

“Islam tidak mengajarkan dakwah dengan makian,” ujarnya.

Mengutip Imam al-Ghazali, Gus Aniq menjelaskan bahwa agama membutuhkan kekuasaan sebagaimana manusia membutuhkan atap untuk berlindung.

Karena itu, ulama tidak boleh menjauh total dari negara, bukan demi kekuasaan, melainkan untuk mengamankan kemaslahatan umat dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Inilah mengapa ulama NU hadir di ruang-ruang strategis negara,” jelasnya.

Jihad Terbesar: Melawan Diri Sendiri

Di bagian penutup,  Gus Aniq menekankan makna jihad an-nafs sebagai jihad tertinggi. Mengutip Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ia menjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu adalah fondasi sebelum jihad lainnya.

Ia bahkan mengingatkan agar tidak membawa-bawa nama Allah saat marah, karena yang dibesarkan saat itu bukan Allah, melainkan ego manusia.

Ceramah ini menegaskan bahwa NU tidak lahir dari romantisme sejarah, tetapi dari refleksi mendalam atas Al-Qur’an, sirah nabi, dan realitas sosial.

Kisah Nabi Musa menjadi cermin bahwa iman tidak ditentukan lingkungan, dakwah butuh organisasi, kekuasaan harus didekati dengan hikmah, dan musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri.

Di tengah riuhnya dakwah yang keras dan gemar menghakimi, pesan ini kembali mengingatkan bahwa Islam yang diwariskan para ulama adalah Islam yang tenang, berakar, dan membimbing—bukan menghardik.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    BNPB Bangun Huntara untuk Korban Banjir Aceh Timur, 44 Unit di Pante Rambong Ditarget Rampung Pekan Ini

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Timur pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap permukiman warga. Di Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, lebih dari 75 persen wilayah terendam banjir dengan ketinggian muka air mencapai lebih dari tiga meter. Luapan air yang disertai lumpur dan material sampah menyebabkan kerusakan berat pada rumah warga. […]

  • Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    Longsor Batu di Desa Olele Gorontalo, Satu Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Peristiwa longsor batu terjadi di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Jumat (2/1/2026). Insiden ini mengakibatkan satu orang warga meninggal dunia di lokasi kejadian.

  • Ketika Alam Bicara

    Ketika Alam Bicara

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Alam kembali bersuara. Kali ini, ia berteriak lantang lewat banjir bandang dan tanah lonsor yang meluluhlantakkan pemukiman warga di tiga provinsi; Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Bukan hanya rumah dan harta benda yang hanyut dan tertimbun, tetapi juga nyawa manusia yang tak bersalah. Berdasarkan data yang dilansir BNPB,  29 November 2025, total 303 orang […]

  • Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026). Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan […]

  • PSAK: Pernyataan Standar Akhlak Keikhlasan

    PSAK: Pernyataan Standar Akhlak Keikhlasan

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Di negeri yang segala sesuatunya ingin distandarkan, dari Standar Nasional Pendidikan sampai Standar Operasional Prosedur parkir motor di minimarket, kita mengenal PSAK sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Biasanya tebal, serius, dan membuat mahasiswa akuntansi lebih cepat mengantuk daripada khutbah tarawih 23 rakaat plus witir tiga. Tapi Ramadhan ini, izinkan saya mengusulkan PSAK versi lain: Pernyataan […]

  • Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    Tersesat di Antara Makna: Tanggapan terhadap Donald Tungkagi soal Makuta Ilmu sebagai Paradigma Epistemologi UIN Smart

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Tarmizi Abbas
    • visibility 1.369
    • 0Komentar

    Sebagai seorang alumni, ketika mendengar kabar baik bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo sedikit lagi menjadi UIN Sultan Amai Gorontalo (selanjutnya: UIN Smart), saya kegirangan minta ampun. Saya tahu prosesnya amat lama, melibatkan banyak sekali pihak, dan pekerjaan yang tidak mudah. Pada 17 Oktober 2025, alhasil terbit surat MenPAN-RB kepada presiden tentang Permohonan Izin Prakarsa Penyusunan […]

expand_less