Jurnal Penutup
- account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
- calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
- visibility 76
- print Cetak

Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak./Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namun, sebagaimana dalam praktik akuntansi, closing entry tidak akan berarti jika sebelumnya tidak ada pencatatan yang benar. Kita tidak bisa tiba-tiba ingin bersih tanpa pernah mengakui kesalahan. Di sinilah pentingnya muhasabah—proses refleksi yang kadang lebih menyakitkan daripada audit. Karena dalam muhasabah, kita tidak bisa menyalahkan sistem, tidak bisa menyalahkan standar, bahkan tidak bisa menyalahkan auditor. Yang ada hanya kita dan catatan hidup kita sendiri.
Humor NU mengajarkan bahwa keseriusan tidak harus kehilangan kelucuan. Kita boleh tertawa atas kebodohan kita sendiri, selama itu menjadi pintu kesadaran. Maka kalau selama ini kita lebih sering “kredit dosa” daripada “debit pahala”, tidak apa-apa—yang penting kita sadar dan mulai memperbaiki pencatatan.
Akhirnya, jurnal penutup Ramadhan adalah undangan untuk menjadi akuntan bagi diri sendiri. Bukan untuk menghitung berapa banyak pahala secara matematis, tapi untuk memahami nilai hidup secara substansial. Sebab pada akhirnya, yang akan ditanya bukan berapa besar laba yang kita laporkan, tapi seberapa jujur kita dalam menyusun laporan itu.
Dan kalau boleh sedikit bergurau ala Gus Dur: “Kalau nanti di akhirat ada laporan keuangan, semoga kita tidak termasuk yang kena opini disclaimer—bukan karena datanya kurang, tapi karena terlalu banyak yang disembunyikan.”
Selamat menutup jurnal, semoga saldo akhir kita adalah keikhlasan.
Penulis : Intelektual Muda Nahdlatul Ulama
- Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Saat ini belum ada komentar