Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Jurnal Penutup

  • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 423
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalahnya, kita seringkali lebih rajin membuat jurnal umum daripada jurnal penutup. Tiap hari kita catat dosa dengan rapi: marah pagi, gibah siang, iri sore, dan mungkin sedikit riya di malam hari. Semua tercatat, bahkan tanpa perlu software akuntansi. Ironisnya, kita jarang sekali melakukan closing. Seolah-olah kita ini perusahaan yang tidak pernah tutup buku, padahal umur manusia itu bukan entitas going concern tanpa batas.

Di sinilah Ramadhan datang seperti auditor yang agak “NU banget”—tidak galak, tapi nyeletuknya dalam. Kalau kata humor khas pesantren, “Puasa itu bukan sekadar menahan lapar, tapi juga menahan laporan yang tidak benar.” Sebab sering kali yang kita sajikan dalam “laporan keimanan” itu sudah dimanipulasi. Kita tampilkan aset kebaikan yang sebenarnya belum kita miliki, sementara kewajiban moral kita sembunyikan di catatan kaki yang tidak pernah dibaca.

Humor ala Gus Dur mungkin akan berkata: “Tuhan itu tidak butuh laporan kita, tapi kita yang butuh diperiksa.” Maka jurnal penutup dalam konteks Ramadhan bukan sekadar ritual spiritual, melainkan audit eksistensial. Kita diminta jujur, bukan kepada auditor eksternal, tapi kepada diri sendiri—yang seringkali lebih mudah kita tipu daripada orang lain.

Coba bayangkan kalau hidup ini benar-benar diaudit dengan standar akuntansi keimanan. Kita akan menemukan banyak akun yang “overstated”—merasa sudah baik padahal belum, merasa sudah ikhlas padahal masih berharap dilihat. Sebaliknya, ada juga akun yang “understated”—amal kecil yang kita anggap remeh, padahal justru bernilai besar di hadapan Tuhan.

Ramadhan mengajarkan kita satu hal penting: bahwa tidak semua yang terlihat besar itu signifikan, dan tidak semua yang kecil itu tidak berarti. Dalam akuntansi, ini seperti konsep materialitas. Dalam kehidupan, ini seperti senyum kepada tetangga yang mungkin nilainya lebih besar daripada ceramah panjang yang disiarkan langsung.

Jurnal penutup juga mengandung makna reset. Setelah semua akun ditutup, kita memulai periode baru dengan saldo nol—bukan nol dalam arti kosong, tapi nol dalam arti bersih. Inilah yang dalam bahasa agama disebut fitrah. Maka Idul Fitri bukan sekadar hari raya, melainkan laporan posisi keuangan spiritual yang baru: bersih dari dosa, ringan dari beban, dan—semoga—kaya akan keikhlasan.

  • Penulis: Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Epstein, Uang dan Impunitas

    Epstein, Uang dan Impunitas

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle -
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Epstein memulai kariernya sebagai guru matematika di Dalton School. Meski pria keLahiran Brooklyn 1953 tidak lulus kuliah, namun berkat kegigihannya, ia bisa merambah dunia keuangan di Bear Stearns sebelum mendirikan J. Epstein & Co., perusahaan manajemen kekayaan yang diklaim hanya melayani klien dengan aset di atas US$1 miliar. Jaringan dan Gaya Hidupnya dikenal sebagai sosialita […]

  • Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tuntaskan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

    Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tuntaskan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik keras datang dari putra kandung Banggai Kepulauan, Kevin Lapendos, aktivis asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, yang sementara melanjutkan studinya di Gorontalo. Kevin yang cukup aktif mengawal isu-isu nasional dan juga isu daerah sering kali menyampaikan kritikannya melalui […]

  • Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    Ketua TMI Gorontalo Rian Uno Soroti Dampak Investasi: Perusahaan Harus Evaluasi Diri dan Jangan Rugikan Petani

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyampaikan pernyataan tegas terkait dampak investasi sejumlah perusahaan besar di wilayah Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, polemik seputar investasi tersebut telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan hingga mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) di tingkat daerah. “Pansus pertambangan dan pansus sawit telah dibentuk untuk menyikapi persoalan ini. […]

  • Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    Bappeda Gorontalo Gelar Kajian Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial-Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar kajian bertema “Pengelolaan Tambang Mineral Bukan Logam dan Dampaknya terhadap Lingkungan Sosial dan Ekonomi”, Rabu (5/11/2025), bertempat di Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kabid Riset dan Inovasi, Titi Iriani Datau. Dalam sambutannya, Titi Iriani menegaskan pentingnya kajian […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    Kasus HIV/AIDS di Maros Terus Meningkat, Pemkab Perkuat Pencegahan hingga Tingkat Desa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 343
    • 0Komentar

    nulondalon.com, Maros– Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Maros menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam lima tahun terakhir. Data Dinas Kesehatan Maros mencatat sebanyak 165 Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) menjalani terapi antiretroviral (ARV) sejak 2021 hingga November 2025. Peningkatan ini terlihat dari laporan tahunan. Pada 2021 terdapat 23 kasus, naik menjadi 32 kasus pada 2022. Tren terus berlanjut […]

expand_less