Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pemilahan Sampah di Dua SD Desa Pajukukang
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 180
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com–Maros — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Pajukukang menggelar edukasi pemilahan sampah di dua sekolah dasar di Desa Pajukukang, Kabupaten Maros, pada 20–21 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 100 Inpres Balosi pada 20 Juli 2026 dan SDN 43 Parrasangan Beru pada 21 Juli 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA di masing-masing sekolah tersebut menyasar siswa sekolah dasar sebagai bagian dari upaya menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya persoalan pengelolaan sampah, termasuk kebiasaan mencampur berbagai jenis sampah dan membuangnya tanpa pemilahan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan pencemaran lingkungan sekaligus menyulitkan proses pengolahan sampah.
Edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin yang dibimbing oleh Andi Anissar Dzati Iffah, S.Si., M.Si., selaku dosen pendamping kegiatan.
Tim KKN Posko Desa Pajukukang terdiri atas A.M. Fatih Farhat dari Program Studi Teknik Kelautan selaku koordinator desa, Siti Sarah dari Akuntansi, Nurfitriani dari Peternakan, Magfirah Tahrim dari Kesehatan Masyarakat, Siti Nurhaliza dari Ilmu Hukum, serta Sulham Enggar Hidayat dari Manajemen.
Kenalkan Jenis Sampah dan Pentingnya Pemilahan
Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Mahasiswa mengawali kegiatan dengan menjelaskan pengertian sampah serta berbagai permasalahan lingkungan yang dapat muncul apabila sampah tidak dikelola dengan baik.
Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada tiga kategori sampah, yakni organik, anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Penjelasan dilengkapi dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sampah organik diperkenalkan melalui contoh sisa makanan dan daun kering. Sementara itu, botol plastik, kertas, dan kaleng menjadi contoh sampah anorganik. Adapun baterai bekas, lampu tertentu, dan kemasan bahan kimia rumah tangga digunakan untuk menjelaskan jenis sampah yang memerlukan penanganan khusus.
- Penulis: Hardiansyah
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar