Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Pemilahan Sampah di Dua SD Desa Pajukukang
- account_circle Hardiansyah
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 181
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mahasiswa juga menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sebagian sampah anorganik dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Sebaliknya, pencampuran berbagai jenis sampah dapat menyulitkan proses pengolahan dan meningkatkan jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.
Siswa Diajak Mengenali Dampak Sampah terhadap Lingkungan
Selain mengenalkan klasifikasi sampah, mahasiswa mengajak siswa memahami dampak pembuangan sampah yang tidak tepat terhadap lingkungan dan kesehatan.
Materi yang disampaikan mencakup penyumbatan saluran drainase akibat sampah plastik, pencemaran tanah dan perairan, timbulnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko penyebaran penyakit.
Para siswa juga diajak membiasakan tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memilah sampah di rumah maupun di sekolah.
Melalui contoh konkret tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kebiasaan sehari-hari.
Pre-test dan Post-test untuk Mengukur Pemahaman Siswa
Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, mahasiswa melaksanakan pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah kegiatan berakhir.
Evaluasi dilakukan menggunakan pernyataan benar dan salah yang disusun berdasarkan materi edukasi. Hasil evaluasi tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.
Selama pelaksanaan program, suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Mahasiswa membuka ruang diskusi dan mengajak siswa menjawab pertanyaan seputar kebiasaan mengelola sampah di lingkungan sekitar.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta menceritakan pengalaman membuang dan memilah sampah di rumah maupun di sekolah.
Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung lebih komunikatif dan membantu siswa menghubungkan materi edukasi dengan persoalan yang mereka temui sehari-hari.
Dukung Pendidikan Lingkungan dan Penanganan Perubahan Iklim
Program Edukasi Pemilahan Sampah menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin dalam memperkuat pendidikan lingkungan di Desa Pajukukang.
Melalui kegiatan di lingkungan sekolah, mahasiswa berupaya membangun pemahaman bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Melalui penanaman kebiasaan memilah sampah sejak usia sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
- Penulis: Hardiansyah
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar