nulondalo.com – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPLI) Sulawesi Tengah kembali menyoroti sikap dan perhatian Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terhadap praktik pertambangan nikel yang dinilai bermasalah di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.
Ketua APPLI Sulteng, Aulia Hakim, mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap belum adanya tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas rekomendasi
DPRD Sulteng terkait konflik antara warga dan perusahaan tambang PT Pantas Indomining.
Menurut Aulia, hingga hampir satu bulan sejak rekomendasi tersebut dikeluarkan, belum terlihat respons konkret dari pihak pemerintah provinsi.
“Saat ini nasib masyarakat Pagimana yang berkonflik dengan PT Pantas ada di tangan Gubernur Anwar. Ada lima warga yang masih berstatus terlapor karena menuntut haknya. Selain itu, puluhan warga kehilangan lahan tanpa ganti rugi, serta terdapat dugaan pengambilan sumber daya nikel tanpa mekanisme perizinan yang jelas,” tegas Aulia melalui rilisnya disampaikan pada awak media ini, Jumat (27/3/2026).
Saat ini belum ada komentar