PELITA Hadir di Desa Tabumela, Mahasiswa PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo Dorong Literasi dan Pelestarian Permainan Tradisional
- account_circle Ikbal Kau
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 56
- print Cetak

Mahasiswa ABDIMAS PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo melaksanakan program PELITA yang menggabungkan kegiatan literasi, pembelajaran keagamaan, kreativitas, dan permainan tradisional bagi anak-anak di Desa Tabumela.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NULONDALO.COM, GORONTALO – Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIMAS) Tahun 2026 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), UIN Sultan Amai Gorontalo, menghadirkan program PELITA (Pekan Literasi dan Permainan Tradisional Anak) di Desa Tabumela., Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak sekaligus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya.
Melalui Bidang Pendidikan, PELITA dirancang sebagai kegiatan rutin setiap Kamis sore yang dilaksanakan secara bergilir dari satu dusun ke dusun lainnya. Kegiatan dimulai dari Dusun V pada pekan pertama, kemudian berlanjut ke dusun-dusun berikutnya hingga menjangkau seluruh lima dusun di Desa Tabumela.
Pola pelaksanaan tersebut diharapkan memberikan kesempatan yang merata kepada anak-anak untuk mengikuti kegiatan edukatif yang menggabungkan pembelajaran dan permainan dalam suasana menyenangkan.
Pada pelaksanaan perdana di Dusun V, PELITA diikuti oleh 50 anak. Kegiatan dimulai pukul 15.30 WITA dengan rangkaian aktivitas pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan partisipatif.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang mengikuti empat pos kegiatan, yakni literasi membaca, literasi numerasi, mengaji, dan mewarnai. Setiap kelompok mendapatkan waktu 15 menit di masing-masing pos sebelum berpindah ke pos berikutnya.
Sistem rotasi ini memungkinkan setiap peserta memperoleh pengalaman belajar yang beragam dalam satu rangkaian kegiatan. Sesi pembelajaran berlangsung selama satu jam, mulai pukul 15.30 hingga 16.30 WITA.
Setelah sesi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan permainan tradisional selama 30 menit hingga pukul 17.00 WITA. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
Tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, PELITA juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan sosial. Kegiatan membaca dan numerasi diarahkan untuk menumbuhkan minat belajar, sementara aktivitas mengaji dan mewarnai menjadi sarana pengembangan kemampuan keagamaan serta kreativitas anak.
Di sisi lain, permainan tradisional menjadi bagian penting dalam program ini. Selain mengenalkan kembali permainan warisan budaya kepada generasi muda, aktivitas tersebut juga mendorong interaksi sosial, kebersamaan, dan kerja sama ant anak.
Melalui PELITA, mahasiswa ABDIMAS PGMI UIN Sultan Amai Gorontalo berharap dapat menghadirkan kegiatan pendidikan yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan anak-anak.
Pelaksanaan secara bergilir di lima dusun juga diharapkan memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan berkembang bersama.
Program PELITA menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendidikan yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini sekaligus menegaskan pentingnya menumbuhkan budaya literasi dan kepedulian terhadap pelestarian permainan tradisional sejak usia dini.
- Penulis: Ikbal Kau
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar