Trump Hadapi Tekanan di Tengah Eskalasi Perang Iran, Sekutu Menjauh dan Harga Energi Melonjak
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait hilangnya tiga jet tempur F-15E dalam insiden tembakan ramah saat pelaksanaan Operasi Epic Fury di kawasan Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Trump bahkan menyebut sikap sekutu itu sebagai “pengecut,” memperuncing friksi dalam aliansi.
Dilansir dari Reuters.com, Senin (23/3/2026), seorang pejabat Gedung Putih, yang berbicara dengan syarat anonim, membantah anggapan bahwa situasi berada di luar kendali.
Ia menyatakan operasi militer telah berhasil melemahkan kekuatan Iran, termasuk melalui eliminasi sejumlah pemimpin kunci dan penghancuran sebagian besar kemampuan militer strategisnya.
Meski demikian, sejumlah analis menilai keberhasilan militer tidak serta-merta berarti kemenangan strategis.
Iran dinilai masih memiliki kapasitas untuk menekan melalui strategi asimetris, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur logistik.
Ketegangan juga dilaporkan muncul antara Amerika Serikat dan Israel terkait serangan terhadap ladang gas South Pars. Trump menyatakan tidak mengetahui rencana serangan tersebut sebelumnya, sementara pejabat Israel mengindikasikan adanya koordinasi dengan Washington.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah penasihat Gedung Putih dikabarkan mulai mendorong Trump untuk segera merumuskan “jalan keluar” dan menetapkan batasan operasi militer.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar