Breaking News
light_mode
Trending Tags

Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 186
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional.

Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 2013 hingga 2021, dan dikenal luas karena pendekatan diplomatiknya dalam menghadapi tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.

Kembalinya nama Rouhani dalam pembicaraan mengenai suksesi kepemimpinan Iran tidak lepas dari rekam jejak panjangnya di jantung kekuasaan negara tersebut. Selain pernah menjadi presiden, ia juga lama menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan menjadi anggota Assembly of Experts—lembaga yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran.

Selama masa kepresidenannya, Rouhani berperan penting dalam tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia pada 2015. Perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi internasional.

Kesepakatan tersebut sempat dipandang sebagai terobosan diplomatik besar bagi Iran, meskipun kemudian menghadapi berbagai tantangan setelah Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian itu pada 2018.

Meski memiliki reputasi internasional yang kuat, posisi Rouhani di dalam negeri tidak selalu stabil. Pada akhir masa jabatannya, ia menghadapi kritik dari kelompok garis keras yang menilai pendekatannya terlalu lunak terhadap Barat.

Setelah meninggalkan kursi presiden pada 2021, pengaruh politik Rouhani sempat meredup. Ia bahkan didiskualifikasi dari pencalonan anggota Assembly of Experts pada 2024 oleh lembaga pengawas pemilu Iran, langkah yang dianggap sebagai upaya membatasi ruang politik kelompok moderat.

Namun wafatnya Khamenei mengubah lanskap politik secara drastis. Proses suksesi kini berada di tangan Assembly of Experts yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru bagi Republik Islam Iran.

Di tengah situasi geopolitik yang tegang dan konflik regional yang terus meningkat, sebagian pengamat menilai Iran mungkin membutuhkan figur yang memiliki pengalaman diplomasi luas serta jaringan kuat di dalam sistem politik.

Dalam konteks itulah nama Rouhani kembali muncul. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan serta citra sebagai ulama yang pragmatis, ia dipandang oleh sebagian kalangan sebagai salah satu figur yang berpotensi menjembatani kepentingan kelompok moderat dan konservatif dalam politik Iran.

Meski demikian, peluang Rouhani untuk benar-benar menjadi pemimpin tertinggi masih bergantung pada dinamika internal elite Iran. Banyak pengamat menilai kandidat dari kalangan konservatif atau figur yang lebih dekat dengan struktur keamanan negara masih memiliki peluang lebih besar.

Proses suksesi ini diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah politik Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Nama Rouhani mungkin bukan satu-satunya yang muncul, tetapi kemunculannya kembali menandakan bahwa persaingan menuju kursi pemimpin tertinggi Iran masih terbuka.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Afidatul Asmar
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan […]

  • Akuntansi Langit

    Akuntansi Langit

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan dua jenis laporan keuangan: laporan keuangan dunia dan laporan keuangan langit. Yang pertama disusun dengan standar PSAK, direviu auditor, lalu dipresentasikan dengan PowerPoint penuh grafik naik-turun. Yang kedua? Disusun tanpa Excel, tanpa auditor eksternal, tapi konon auditornya langsung Malaikat. Dan yang paling menegangkan, opini yang keluar bukan WTP, melainkan “diterima” atau “perlu […]

  • Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    Hasil Perdagangan Karbon diterima Pusat, DPR : Daerah Harus Dapat Manfaat

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra menyoroti manfaat konkret dari perdagangan karbon bagi daerah, serta mekanisme distribusi manfaat bagi daerah penyumbang penurunan emisi karbon di Indonesia. “Jika perdagangan karbon ini diterima di pusat, apakah kabupaten penghasil karbon seperti di Jambi juga mendapatkan manfaatnya? Bagaimana mekanisme perhitungannya agar mereka mendapatkan hak yang seharusnya?” tanya Cek […]

  • Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 378
    • 0Komentar

    “Menimbang Klaim Spiritual dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan Akal Sehat” Nama Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul—yang dikenal luas sebagai Abah Aos—kembali menjadi pusat perhatian publik. Tokoh spiritual Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) asal Ciamis, Jawa Barat ini menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan umat Islam akibat sejumlah pernyataan yang beredar luas di media sosial dan dinilai […]

  • IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    IKPM-HT Yogyakarta Bedah Riset Transmigrasi Maba Utara Jelang Dialog Publik di UGM

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Yogyakarta – Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi internal untuk membedah riset mendalam mengenai kondisi Transmigrasi di Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Jum’at (2/1/2026). Agenda pembacaan riset ini merupakan langkah strategis organisasi dalam mematangkan data dan substansi sebelum dibawa ke forum Dialog Publik bersama Pusat Studi Pedesaan […]

  • Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Pabrik di Kawasan Industri Olak Lempit, Tiga Korban Ditemukan Tewas

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kebakaran hebat melanda empat pabrik di kawasan industri Olak Lempit, Banting, pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan kobaran api besar disertai asap tebal yang terlihat dari jarak jauh dan mengundang kerumunan warga di sekitar lokasi. Kebakaran terjadi di kawasan industri Olak Lempit yang berada di wilayah Banting, negara bagian Selangor, […]

expand_less