Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Setelah Khamenei Wafat, Nama Hassan Rouhani Kembali Menguat dalam Politik Iran

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 218
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Kematian Ali Khamenei memicu dinamika baru dalam politik Iran. Di tengah spekulasi mengenai siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya, nama Hassan Rouhani kembali mencuat dan mulai diperbincangkan di kalangan elite politik maupun pengamat internasional.

Rouhani dikenal sebagai salah satu tokoh moderat dalam struktur Republik Islam Iran. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran selama dua periode, dari 2013 hingga 2021, dan dikenal luas karena pendekatan diplomatiknya dalam menghadapi tekanan internasional terhadap program nuklir Iran.

Kembalinya nama Rouhani dalam pembicaraan mengenai suksesi kepemimpinan Iran tidak lepas dari rekam jejak panjangnya di jantung kekuasaan negara tersebut. Selain pernah menjadi presiden, ia juga lama menjabat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan menjadi anggota Assembly of Experts—lembaga yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi Iran.

Selama masa kepresidenannya, Rouhani berperan penting dalam tercapainya kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia pada 2015. Perjanjian yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) itu membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sebagian sanksi internasional.

Kesepakatan tersebut sempat dipandang sebagai terobosan diplomatik besar bagi Iran, meskipun kemudian menghadapi berbagai tantangan setelah Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian itu pada 2018.

Meski memiliki reputasi internasional yang kuat, posisi Rouhani di dalam negeri tidak selalu stabil. Pada akhir masa jabatannya, ia menghadapi kritik dari kelompok garis keras yang menilai pendekatannya terlalu lunak terhadap Barat.

Setelah meninggalkan kursi presiden pada 2021, pengaruh politik Rouhani sempat meredup. Ia bahkan didiskualifikasi dari pencalonan anggota Assembly of Experts pada 2024 oleh lembaga pengawas pemilu Iran, langkah yang dianggap sebagai upaya membatasi ruang politik kelompok moderat.

Namun wafatnya Khamenei mengubah lanskap politik secara drastis. Proses suksesi kini berada di tangan Assembly of Experts yang bertugas memilih pemimpin tertinggi baru bagi Republik Islam Iran.

Di tengah situasi geopolitik yang tegang dan konflik regional yang terus meningkat, sebagian pengamat menilai Iran mungkin membutuhkan figur yang memiliki pengalaman diplomasi luas serta jaringan kuat di dalam sistem politik.

Dalam konteks itulah nama Rouhani kembali muncul. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan serta citra sebagai ulama yang pragmatis, ia dipandang oleh sebagian kalangan sebagai salah satu figur yang berpotensi menjembatani kepentingan kelompok moderat dan konservatif dalam politik Iran.

Meski demikian, peluang Rouhani untuk benar-benar menjadi pemimpin tertinggi masih bergantung pada dinamika internal elite Iran. Banyak pengamat menilai kandidat dari kalangan konservatif atau figur yang lebih dekat dengan struktur keamanan negara masih memiliki peluang lebih besar.

Proses suksesi ini diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah politik Republik Islam Iran sejak revolusi 1979. Nama Rouhani mungkin bukan satu-satunya yang muncul, tetapi kemunculannya kembali menandakan bahwa persaingan menuju kursi pemimpin tertinggi Iran masih terbuka.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    Lalampa: Kue Tradisional Gorontalo yang Kaya Cita Rasa dan Sejarah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Di antara beragam kuliner Nusantara yang menggoda selera, Lalampa menjadi salah satu kue tradisional khas Gorontalo yang patut diperkenalkan lebih luas. Kue ini merupakan simbol kekayaan kuliner pesisir Sulawesi, terutama dari masyarakat Gorontalo yang kaya akan rempah dan hasil laut. Sekilas, Lalampa terlihat seperti lemper dari Jawa. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, tersimpan keunikan […]

  • Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    Jaringan Gusdurian Menilai Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto Bentuk Pengkhianatan terhadap Demokrasi

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Momentum Hari Pahlawan yang seharusnya menjadi refleksi nilai-nilai perjuangan bangsa justru menimbulkan dilema nasional. Di tengah peringatan 10 November 2025, muncul polemik tajam atas keputusan pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto, sosok yang selama 32 tahun memimpin Indonesia di bawah rezim Orde Baru yang otoriter. Pemberian gelar tersebut menuai kritik keras dari […]

  • Curanmor Kilat di Tigaraksa Terekam CCTV, Polisi Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    Curanmor Kilat di Tigaraksa Terekam CCTV, Polisi Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 242
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (26/3/2026). Kejadian ini menjadi sorotan setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi cepat para pelaku viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Bolang, Desa Pasir Bolang. Dalam video yang beredar, terlihat dua orang pelaku menjalankan aksi […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

  • Mahasiswa PGMI UNUSIA Sukses Gelar GEMA APUPPT, Dorong Generasi Muda Lawan Pencucian Uang

    Mahasiswa PGMI UNUSIA Sukses Gelar GEMA APUPPT, Dorong Generasi Muda Lawan Pencucian Uang

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) sukses menyelenggarakan kegiatan Gerakan Muda Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (GEMA APUPPT), Kamis (6/11/2025), di Kampus B UNUSIA Parung. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UNUSIA bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), PT Pegadaian Area Bogor, dan PT […]

  • Eka Putra B. Santoso/Foto: Istimewa Play Button

    Desain Pemilu, Putusan MK dan masa depan Demokrasi Kita

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 744
    • 0Komentar

    Penulis adalah Pengajar Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Mukadimah Pada penghujung tahun 2025, berita tentang kesepakatan partai-partai besar seperti Gerindra, PKB, Nasdem dan Golkar untuk merumuskan Pilkada lewat DPRD mencuat. Alasan mereka yang utama adalah menekan mahalnya ongkos pilkada dan praktik politik uang dalam kontestasi elektoral. Namun wacana ini tidak hanya bersifat insinuatif namun secara […]

expand_less