Udara Sulsel Memburuk, WALHI Desak Prabowo Hentikan Karhutla
- account_circle Suaib Prawono
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nulondalo.com, Makassar – Kualitas udara di Sulawesi Selatan memburuk dalam beberapa hari terakhir seiring meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Asap yang terbawa angin hingga ke Sulawesi Selatan tidak hanya menurunkan kualitas lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
“Sebagai kepala negara, kami mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan karhutla di Kalimantan. Kebakaran tersebut telah berdampak pada memburuknya kualitas udara di Sulawesi Selatan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” kata Rahmat Kottir, Senin (12/10/2026).
Rahmat Kottir menilai penanganan dan pengendalian karhutla berlangsung lamban karena langkah-langkah yang diambil baru dilakukan setelah kebakaran meluas. Padahal, menurutnya, kebakaran hutan dan lahan hampir setiap tahun terjadi dan seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan.
“Seharusnya pemerintah belajar dari kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, kondisi saat ini justru lebih parah. Ini menunjukkan pemerintah belum serius dalam mencegah karhutla,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala Departemen Eksternal WALHI Sulawesi Selatan itu mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk melibatkan seluruh pihak dan mengerahkan sumber daya yang tersedia guna mempercepat penanganan karhutla.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memulihkan kawasan terdampak, memenuhi hak-hak masyarakat yang menjadi korban, serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran tersebut.
“Kami juga mendesak agar karhutla ini ditetapkan sebagai bencana nasional,” tambahnya.
- Penulis: Suaib Prawono
- Editor: Suaib Pr

Saat ini belum ada komentar