Uwais Al-Qarni: Istimewa Meski Tak Bertemu Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan # 29)
- account_circle Pepi Al-Bayqunie
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 73
- print Cetak

Ilustrasi suasana senja yang menggambarkan Uwais al-Qarni dengan penuh ketulusan merawat ibunya di depan rumah sederhana di Yaman. Momen ini merefleksikan nilai bakti kepada orang tua, kesederhanaan hidup, dan keikhlasan yang menjadi sumber kemuliaan sejati dalam ajaran Islam.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yang paling menonjol dari hidupnya adalah baktinya kepada ibunya. Ia merawat ibunya yang lanjut usia dengan sabar dan penuh kasih sayang. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk mengurus dan melayani ibunya. Kepedulian dan pengabdian yang tulus inilah yang menjadi ciri khasnya, membuat Uwais berbeda dari banyak orang dan menjadi alasan utama Nabi memujinya.
Data tentang bagaimana Uwais menerima Islam tidak banyak ditemukan. Yang jelas adalah bahwa ketika kabar tentang Nabi Muhammad sampai ke Yaman, hati Uwais dipenuhi kerinduan. Ia ingin datang ke Madinah dan bertemu langsung dengan Nabi. Kerinduannya bukan sekadar rasa ingin tahu, tetapi dorongan hati seorang yang ingin melihat sosok yang membawa risalah Islam. Namun kewajiban merawat ibunya menahan langkahnya.
Kisah Uwais menjadi semakin terkenal karena Nabi menyebut namanya kepada para sahabat. Dalam riwayat yang tercantum dalam Sahih Muslim, Nabi bersabda bahwa akan datang seorang lelaki dari Yaman bernama Uwais al-Qarni. Ia dahulu menderita penyakit kulit, yang Allah sembuhkan kecuali satu bagian kecil, dan ia sangat berbakti kepada ibunya. Nabi memerintahkan para sahabat: jika kalian bertemu dengannya, mintalah ia memohonkan ampun kepada Allah untuk kalian.
- Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Saat ini belum ada komentar