Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 303
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com- Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat, cuaca ekstrem, dan faktor alam disebut sebagai penyebab utama namun di media sosial muncul tudingan bahwa penyebabnya juga berkaitan dengan kebijakan pembukaan lahan saat mantan menteri kehutanan, Zulkifli Hasan menjabat.

Penyebab Banjir: Cuaca Ekstrem & Lingkungan Terkikis

Menurut laporan resmi, bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah oleh bibit siklon tropis — yang memicu hujan deras, angin kencang, serta kondisi lembap ekstrem.

Namun tidak hanya faktor cuaca. Pegiat dan organisasi lingkungan serta laporan menyebut bahwa kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, penebangan hutan, dan alih fungsi lahan memperparah dampak banjir dan longsor. Saat hujan ekstrem terjadi, kawasan hutan yang sudah terganggu tak lagi mampu menyerap air dengan baik, sehingga risiko longsor dan banjir meningkat

Hasilnya tragis, ribuan warga terpaksa mengungsi, puluhan hingga ratusan korban luka atau meninggal, serta kerusakan berat pada rumah dan infrastruktur.

Tuduhan ke Zulkifli Hasan di Media Sosial

Di tengah krisis ini, di media sosial beredar narasi yang menuding bahwa kebijakan pembukaan lahan dan izin kehutanan yang dikeluarkan pada masa jabatan Zulkifli Hasan sebagai penyebab utama bencana. Tuduhan ini mengaitkan banjir dan longsor dengan kerusakan lingkungan akibat izin lahan — serta menganggap Zulhas bertanggung jawab atas dampak ekologis jangka panjang.

Namun, respons dari partainya menyebut tudingan itu “tidak berdasar” dan bahkan “mengarah ke fitnah.” Zulkifli sendiri membantah keras bahwa kebijakan masa lalunya bisa disalahkan atas bencana saat ini.

Menurut para pendukungnya, kebijakan kehutanan di masa jabatan Zulhas justru termasuk program penghijauan, seperti gerakan penanaman pohon massal dan moratorium izin pemanfaatan hutan.

Realitas Kompleks: Banyak Faktor, Sulit Menyalahkan Satu Pihak

Meski tudingan ke Zulhas ramai beredar, para analis dan pejabat memperingatkan bahwa penyebab bencana kali ini bersifat multifaktorial. Kombinasi cuaca ekstrem (termasuk siklon tropis), kondisi geografis, faktor alam dan lingkungan (termasuk kondisi hutan), serta dampak akumulatif perubahan iklim membuat sulit menunjuk satu penyebab tunggal.
Pejabat pemerintahan menyebut bahwa laporan lengkap sudah sampai ke tingkat pusat.

Sementara itu, sebagai bagian dari tanggung jawab, pemerintah melalui koordinatornya Zulkifli Hasan telah memerintahkan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak banjir agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Korban Bertambah, Ribuan Mengungsi

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus membawa duka mendalam. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional

Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025:

– Korban meninggal dunia tercatat 659 jiwa.

– Orang hilang tercatat 475–504 orang.

BNPB melaporkan sekitar 1,1 juta orang mengungsi di 50 kabupaten/kota terdampak.

Selain itu, bencana ini telah mempengaruhi sekitar 3,2 juta jiwa, dan merusak ribuan rumah serta infrastruktur. Ada ribuan rumah rusak berat, ratusan jembatan dan fasilitas publik rusak.

Dampak Nyata di Lapangan

Di beberapa wilayah—misalnya di Sumatra Utara dan Aceh—evakuasi dilakukan massal. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, dan infrastruktur vital ikut rusak: jembatan terputus, jalan terendam, serta akses ke banyak desa terisolasi.

Situasi darurat semakin diperparah karena hujan ekstrem dan longsor beruntun, sehingga membantu evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Para ahli dan pejabat bencana menunjuk pada kombinasi faktor: curah hujan tinggi ekstrem, longsor di daerah dengan topografi rawan, serta kerusakan lingkungan dan deforestasi di beberapa area yang mengurangi kemampuan tanah dan hutan menyerap air. Saat hujan deras terjadi, bentang alam sudah tak optimal menyerap air, banjir bandang dan longsor jadi lebih parah.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    Wali Kota Gorontalo Siapkan Perda LGBT, Adhan Dambea: Tidak Ada Ruang untuk LGBT

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Adhan Dambea menyatakan Pemerintah Kota Gorontalo berencana menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga visi Kota Gorontalo sebagai daerah religius. Pernyataan itu disampaikan Adhan saat berbincang dengan awak media di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo pada Rabu malam, […]

  • Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi photo_camera 7

    Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Daerah secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Kabupaten Pohuwato. Perda ini diproyeksikan menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, terukur, dan terintegrasi hingga level desa dan kelurahan. Abdullah K. Diko, […]

  • Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    Wali Kota Palu Tinjau Titik Banjir di Tawaeli, Instruksikan Penanganan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, meninjau langsung sejumlah titik banjir di wilayah Kecamatan Tawaeli, Minggu malam (11/1/2026). Peninjauan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Palu terhadap dampak banjir yang merendam beberapa kawasan permukiman warga akibat curah hujan tinggi. Adapun lokasi yang dikunjungi […]

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 326
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    Pemda Buol Setop MBG, Usai 141 Siswa Keracunan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Buol menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bunobogu menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami 141 siswa dari sejumlah sekolah, Rabu (28/1/2026). Berdasarkan data terakhir, puluhan siswa masih menjalani perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan. Sebanyak 21 siswa dirawat di RSUD Mokoyurli Buol, tiga siswa di RS Pratama […]

expand_less