Breaking News
light_mode
Trending Tags

Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 177
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com- Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat, cuaca ekstrem, dan faktor alam disebut sebagai penyebab utama namun di media sosial muncul tudingan bahwa penyebabnya juga berkaitan dengan kebijakan pembukaan lahan saat mantan menteri kehutanan, Zulkifli Hasan menjabat.

Penyebab Banjir: Cuaca Ekstrem & Lingkungan Terkikis

Menurut laporan resmi, bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang diperparah oleh bibit siklon tropis — yang memicu hujan deras, angin kencang, serta kondisi lembap ekstrem.

Namun tidak hanya faktor cuaca. Pegiat dan organisasi lingkungan serta laporan menyebut bahwa kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, penebangan hutan, dan alih fungsi lahan memperparah dampak banjir dan longsor. Saat hujan ekstrem terjadi, kawasan hutan yang sudah terganggu tak lagi mampu menyerap air dengan baik, sehingga risiko longsor dan banjir meningkat

Hasilnya tragis, ribuan warga terpaksa mengungsi, puluhan hingga ratusan korban luka atau meninggal, serta kerusakan berat pada rumah dan infrastruktur.

Tuduhan ke Zulkifli Hasan di Media Sosial

Di tengah krisis ini, di media sosial beredar narasi yang menuding bahwa kebijakan pembukaan lahan dan izin kehutanan yang dikeluarkan pada masa jabatan Zulkifli Hasan sebagai penyebab utama bencana. Tuduhan ini mengaitkan banjir dan longsor dengan kerusakan lingkungan akibat izin lahan — serta menganggap Zulhas bertanggung jawab atas dampak ekologis jangka panjang.

Namun, respons dari partainya menyebut tudingan itu “tidak berdasar” dan bahkan “mengarah ke fitnah.” Zulkifli sendiri membantah keras bahwa kebijakan masa lalunya bisa disalahkan atas bencana saat ini.

Menurut para pendukungnya, kebijakan kehutanan di masa jabatan Zulhas justru termasuk program penghijauan, seperti gerakan penanaman pohon massal dan moratorium izin pemanfaatan hutan.

Realitas Kompleks: Banyak Faktor, Sulit Menyalahkan Satu Pihak

Meski tudingan ke Zulhas ramai beredar, para analis dan pejabat memperingatkan bahwa penyebab bencana kali ini bersifat multifaktorial. Kombinasi cuaca ekstrem (termasuk siklon tropis), kondisi geografis, faktor alam dan lingkungan (termasuk kondisi hutan), serta dampak akumulatif perubahan iklim membuat sulit menunjuk satu penyebab tunggal.
Pejabat pemerintahan menyebut bahwa laporan lengkap sudah sampai ke tingkat pusat.

Sementara itu, sebagai bagian dari tanggung jawab, pemerintah melalui koordinatornya Zulkifli Hasan telah memerintahkan distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak banjir agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Korban Bertambah, Ribuan Mengungsi

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus membawa duka mendalam. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional

Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Desember 2025:

– Korban meninggal dunia tercatat 659 jiwa.

– Orang hilang tercatat 475–504 orang.

BNPB melaporkan sekitar 1,1 juta orang mengungsi di 50 kabupaten/kota terdampak.

Selain itu, bencana ini telah mempengaruhi sekitar 3,2 juta jiwa, dan merusak ribuan rumah serta infrastruktur. Ada ribuan rumah rusak berat, ratusan jembatan dan fasilitas publik rusak.

Dampak Nyata di Lapangan

Di beberapa wilayah—misalnya di Sumatra Utara dan Aceh—evakuasi dilakukan massal. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal, dan infrastruktur vital ikut rusak: jembatan terputus, jalan terendam, serta akses ke banyak desa terisolasi.

Situasi darurat semakin diperparah karena hujan ekstrem dan longsor beruntun, sehingga membantu evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Para ahli dan pejabat bencana menunjuk pada kombinasi faktor: curah hujan tinggi ekstrem, longsor di daerah dengan topografi rawan, serta kerusakan lingkungan dan deforestasi di beberapa area yang mengurangi kemampuan tanah dan hutan menyerap air. Saat hujan deras terjadi, bentang alam sudah tak optimal menyerap air, banjir bandang dan longsor jadi lebih parah.

  • Penulis: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Nilai tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada bulan Juni 2025 sebesar 115,84 atau naik 0,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,11 persen meskipun Indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga naik sebesar 0,08 persen. Besaran NTP ini disampaikan Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan […]

  • Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 110
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros kembali membuahkan hasil nyata. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) Maros secara resmi menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 48 peserta yang telah berhasil menuntaskan program pelatihan vokasi yang berlangsung pada 23–31 Oktober 2025 lalu. Acara […]

  • Laporan Langit

    Laporan Langit

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan audit tahunan yang paling jujur: audit hati. Bedanya dengan audit laporan keuangan, auditor Ramadhan tidak bisa diajak negosiasi, tidak bisa diundang buka puasa bersama, dan tidak mengenal istilah “koreksi minor”. Ia langsung tembus ke niat. Dalam bahasa akuntansi, Ramadhan mengajarkan kita satu sistem pencatatan paling canggih: double entry dunia–akhirat. Dalam akuntansi modern, […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 164
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    Falaqiah, Tradisi Penentuan 1 Ramadhan di Desa Bobawa

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Sebelum adanya kemudahan akses informasi seperti sekarang, masyarakat Desa Bobawa, kec. makian barat, kab. Halmahera Selatan, Maluku Utara, memiliki cara tersendiri secara tradisional dalam menentukan awal Ramadhan. Bapak Haji Said Ahmad selaku Imam desa bobawa menyampaikan ada dua metode utama yang digunakan di masa lalu yakni perhitungan falaqiah dan pengamatan pasang surut air laut. Menurut […]

  • LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    LBH Papua Pos Sorong Duga Kapolresta Lindungi Anggota dalam Kasus Penyiksaan Warga Sipil

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 88
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Sorong menduga Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sorong, Papua Barat Daya, melakukan pembiaran dan melindungi oknum anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus penyiksaan terhadap warga sipil bernama Ortizan F. Tarage. Dilansir dari Jubi.id, Dugaan tersebut disampaikan anggota LBH Papua Pos Sorong, Ambrosius Kelagilit, menyusul lambannya penanganan […]

expand_less