Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada yang perlu diluruskan sejak awal: kekerasan seksual di kampus bukan sekadar “penyimpangan individu” atau soal moral personal yang kebetulan meleset. Ia tumbuh dari ekosistem yang lebih luas—dari cara kita memproduksi relasi kuasa, memaknai tubuh, hingga bagaimana teknologi membentuk cara kita melihat dan memperlakukan orang lain.

Di tengah apa yang bisa disebut sebagai “peradaban layar terang”, kampus tidak lagi berdiri sebagai ruang steril yang kebal dari distorsi sosial. Ia justru menjadi miniatur masyarakat digital: hirarkis, kompetitif, dan semakin terdorong oleh logika performa. Dalam kondisi seperti ini, relasi antarindividu kerap kehilangan kedalaman etisnya. Interaksi menjadi cepat, responsif, tetapi juga dangkal—terutama ketika dimediasi oleh layar yang mengaburkan batas antara kedekatan dan akses tanpa batas.

Ketika segala sesuatu menjadi terlalu mudah, manusia perlahan berhenti bertanya—termasuk tentang batas, consent, dan tanggung jawab. Kedekatan bisa dibangun lewat pesan singkat, relasi bisa dipercepat tanpa proses refleksi, dan pada saat yang sama, empati bisa menipis karena tubuh orang lain tidak lagi hadir sebagai realitas utuh, melainkan sebagai representasi digital. Di sinilah lipatan berbahaya itu muncul: kemudahan teknologi tidak hanya menyederhanakan pilihan, tetapi juga menyederhanakan cara kita memahami orang lain.

Dalam konteks ini, kekerasan seksual di kampus sering kali terjadi bukan hanya karena niat jahat yang eksplisit, tetapi juga karena krisis kendali yang lebih halus—ketidakmampuan membaca situasi secara etis di tengah arus respons yang serba cepat. Notifikasi, pesan instan, budaya “selalu tersedia” menciptakan tekanan untuk terus merespons tanpa jeda. Dalam situasi seperti itu, refleksi moral menjadi barang mahal.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • A-Space Gorontalo Tunjang Pekerjaan dan Lifestyle

    A-Space Gorontalo Tunjang Pekerjaan dan Lifestyle

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Seiring dengan perkembangan tren di kalangan anak muda, pertumbuhan tempat-tempat berkumpul seperti cafe mulai tersebar luas di kota-kota besar Indonesia. Perkembangan ini akan mendorong pertumbuhan Kota Gorontalo sebagai ibukota provinsi, juga menjadi barometer kemajuan daerah ini, terutama di bidang pariwisata.   Tidak hanya sebagai tempat makan atau hangout, kini cafe pun juga menjadi sasaran empuk untuk […]

  • Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. Lembaga yang berwenang memilih pemimpin […]

  • Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    Menag Kukuhkan Muhammad Aras Prabowo Jadi Doktor Akuntansi di UNTIRTA

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, resmi mengukuhkan Muhammad Aras Prabowo sebagai Doktor Ilmu Akuntansi dalam sidang terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Sabtu (27/9). Aras meraih gelar doktor lewat disertasi berjudul “Nilai-Nilai Teseng dalam Konstruksi Akuntabilitas di Sektor Pertanian”. Penelitiannya mengangkat kearifan lokal masyarakat Bugis Bone, khususnya […]

  • Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Gorontalo Utara, nulondalo.com – Seorang warga Gorontalo Utara, Sandy Syafrudin Nina, menyuarakan keprihatinan serius terhadap aktivitas truk pengangkut kayu bermuatan berlebih (overload) yang kerap melintas di wilayah Tomilito. Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Dalam kesaksiannya, Sandy mengungkapkan bahwa siang hari, jalanan dari arah Tomilito dipenuhi […]

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    Hari Buruh, Akademisi Prekariat, dan Kampus yang Diam-Diam Menjadi Pabrik

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Setiap peringatan Hari Buruh, perhatian publik hampir selalu bergerak ke kawasan industri, jalanan yang dipenuhi massa aksi, tuntutan kenaikan upah, jaminan kerja, dan penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja sepihak. Gambaran itu tentu penting, sebab sejarah Hari Buruh memang lahir dari pergulatan panjang kelas pekerja menghadapi ketidakadilan dalam dunia produksi. Namun ada satu ruang yang jarang […]

expand_less