Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar
- account_circle Muhammad Kamal
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 109
- print Cetak

Muhammad Kamal, Penulis. Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yang dibutuhkan bukan sekadar imbauan atau aturan formal. Kampus perlu membangun ruang yang lebih manusiawi—tempat orang bisa belajar tentang batas, tentang persetujuan, tentang menghargai orang lain tanpa harus menunggu kasus terjadi. Dan mungkin yang tidak kalah penting, kita perlu belajar memperlambat diri. Memberi jeda sebelum bertindak, sebelum merespons, sebelum mengambil sesuatu yang bukan hak kita.
Sebab di tengah dunia yang terus bergerak tanpa jeda, barangkali keberanian paling radikal hari ini bukan lagi sekadar melawan, tetapi berhenti sejenak untuk menyadari: apakah kita masih melihat orang lain sebagai manusia, atau hanya sebagai kemungkinan yang bisa kita sentuh tanpa konsekuensi. Dari pertanyaan sederhana itulah, batas-batas yang hilang mungkin bisa mulai ditemukan kembali—atau kita akan terus hidup dalam terang layar, sambil pelan-pelan kehilangan nurani tanpa pernah merasa gelap.
Penulis : Alumni Pascasarjanan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
- Penulis: Muhammad Kamal

Saat ini belum ada komentar