Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 401
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang dijelaskan oleh Byung-Chul Han dalam The Burnout Society agaknya makin relevan. Masyarakat hari ini bukan lagi masyarakat larangan, melainkan masyarakat performa—di mana individu terus didorong untuk aktif, produktif, dan terlihat. Dalam ruang kampus, ini bisa menjelma menjadi kebutuhan untuk diakui, untuk memiliki relasi, untuk menunjukkan dominasi sosial. Tekanan ini tidak selalu hadir sebagai paksaan kasar, tetapi sebagai dorongan halus yang mengaburkan batas antara keinginan dan hak orang lain.

Lebih jauh, algoritma digital juga memainkan peran yang tidak kecil. Ia membentuk preferensi, menormalisasi representasi tubuh, bahkan mengaburkan sensitivitas terhadap kekerasan itu sendiri. Ketika konten seksual, candaan yang merendahkan, atau objektifikasi tubuh terus berulang dalam ruang digital, ada proses habituasi yang terjadi. Kekerasan tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang sepenuhnya asing, melainkan sebagai sesuatu yang “biasa”—atau lebih berbahaya lagi, sesuatu yang tidak lagi dikenali.

Di kampus, kondisi ini diperparah oleh struktur kekuasaan yang masih timpang. Relasi antara senior–junior, dosen–mahasiswa, atau bahkan antarorganisasi membuka ruang bagi penyalahgunaan kuasa. Dalam situasi krisis kendali, kuasa tidak selalu digunakan secara sadar sebagai alat dominasi, tetapi sering kali mengalir begitu saja tanpa disadari—karena tidak ada jeda reflektif untuk mempertanyakannya.

Yang membuat situasi ini semakin rumit adalah cara institusi merespons. Banyak kasus kekerasan seksual di kampus tersendat bukan karena kurangnya bukti semata, tetapi karena adanya ketimpangan epistemik—pengalaman korban sering kali kalah legitimasi dibanding prosedur administratif. Seperti dalam konteks yang lebih luas, pengetahuan yang hidup dalam pengalaman langsung kerap dianggap kurang “valid” dibanding dokumen formal. Akibatnya, korban tidak hanya mengalami kekerasan, tetapi juga delegitimasi.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai […]

  • Dadan Hindayana: Dari Akademisi dan Ahli Entomologi hingga Terseret Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    Dadan Hindayana: Dari Akademisi dan Ahli Entomologi hingga Terseret Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Kontroversi lain yang mencuat adalah sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah. Munculnya kasus-kasus tersebut memicu kritik terhadap kualitas pengawasan program. Dadan saat itu menyatakan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan mutu makanan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Namun polemik kembali muncul setelah Kepala Badan Pengawas Obat […]

  • Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Asril R Mahmud
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Ternate – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Dufa-Dufa menggelar aksi pemboikotan akses jalan utama, Kamis 26 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap polemik perubahan rute dan lokasi sandar kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Aksi berlangsung dengan pemblokiran sejumlah ruas jalan utama di wilayah Dufa-Dufa. Massa aksi menuntut agar KM […]

  • Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    Dari Mie Godok hingga Pesan Integritas, Wakil Gubernur Gorontalo Ajak Mahasiswa Melawan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 169
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di tengah sejuknya malam di Bumi Cerah Bulontalangi, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (26/12/2025), pesan tentang integritas disampaikan dengan cara yang sederhana namun berkesan. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, hadir membuka peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Harkodia) yang digelar Fakultas Ilmu Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Di hadapan mahasiswa, Idah mengajak generasi muda, […]

  • Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    Praperadilan Kandas, Yaqut Cholil Qoumas Langsung Ditahan KPK dalam Kasus Kuota Haji Rp622 Miliar

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pemeriksaan berlangsung selama beberapa jam hingga malam hari. Sekitar pukul 18.45 WIB, Yaqut keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan terborgol. Penyidik KPK kemudian langsung membawanya ke rumah tahanan KPK untuk menjalani masa penahanan awal selama 20 hari. KPK menyatakan penahanan dilakukan berdasarkan pertimbangan yuridis, yakni kekhawatiran tersangka melarikan diri, […]

  • Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS Play Button

    Gus Aniq Kisahkan Sejarah Lahirnya NU yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Musa AS

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 542
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Di hadapan para Alumni PMII se-Gorontalo, Wakapolres Pohuwato, dan kader organisasi lainnya, KH. Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq membuka ceramahnya dengan satu kisah yang jarang disinggung dalam diskursus keislaman kontemporer, yakni lahirnya Nahdlatul Ulama yang terinspirasi melalui kisah Nabi Musa AS. Kisah ini, menurutnya, bukan dongeng spiritual belaka, melainkan fondasi filosofis […]

expand_less