Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Merayakan Krisis Kendali di Kampus: Kekerasan Seksual dalam Peradaban Layar

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 340
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Apa yang dijelaskan oleh Byung-Chul Han dalam The Burnout Society agaknya makin relevan. Masyarakat hari ini bukan lagi masyarakat larangan, melainkan masyarakat performa—di mana individu terus didorong untuk aktif, produktif, dan terlihat. Dalam ruang kampus, ini bisa menjelma menjadi kebutuhan untuk diakui, untuk memiliki relasi, untuk menunjukkan dominasi sosial. Tekanan ini tidak selalu hadir sebagai paksaan kasar, tetapi sebagai dorongan halus yang mengaburkan batas antara keinginan dan hak orang lain.

Lebih jauh, algoritma digital juga memainkan peran yang tidak kecil. Ia membentuk preferensi, menormalisasi representasi tubuh, bahkan mengaburkan sensitivitas terhadap kekerasan itu sendiri. Ketika konten seksual, candaan yang merendahkan, atau objektifikasi tubuh terus berulang dalam ruang digital, ada proses habituasi yang terjadi. Kekerasan tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang sepenuhnya asing, melainkan sebagai sesuatu yang “biasa”—atau lebih berbahaya lagi, sesuatu yang tidak lagi dikenali.

Di kampus, kondisi ini diperparah oleh struktur kekuasaan yang masih timpang. Relasi antara senior–junior, dosen–mahasiswa, atau bahkan antarorganisasi membuka ruang bagi penyalahgunaan kuasa. Dalam situasi krisis kendali, kuasa tidak selalu digunakan secara sadar sebagai alat dominasi, tetapi sering kali mengalir begitu saja tanpa disadari—karena tidak ada jeda reflektif untuk mempertanyakannya.

Yang membuat situasi ini semakin rumit adalah cara institusi merespons. Banyak kasus kekerasan seksual di kampus tersendat bukan karena kurangnya bukti semata, tetapi karena adanya ketimpangan epistemik—pengalaman korban sering kali kalah legitimasi dibanding prosedur administratif. Seperti dalam konteks yang lebih luas, pengetahuan yang hidup dalam pengalaman langsung kerap dianggap kurang “valid” dibanding dokumen formal. Akibatnya, korban tidak hanya mengalami kekerasan, tetapi juga delegitimasi.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    Viral Pria Diduga Curi Paket Kurir di Pancoran, Polisi Telusuri Identitas Pelaku

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga mencuri paket milik kurir viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Kampung Pulo Kalibata, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, dan terekam kamera CCTV milik warga. Video rekaman itu diunggah akun Instagram @jabodetabek24info pada Selasa (3/2/2026). Dalam tayangan tersebut, terduga pelaku terlihat berjalan santai […]

  • GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo, yang dikomandoi oleh Abdul Wahidin Tutuna, resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp50,9 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (15 /7/2025). Laporan tersebut disampaikan langsung di Jakarta, dengan […]

  • Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    Wali Band Bakal Meriahkan HUT ke-298 Kota Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 299
    • 0Komentar

    “Saya ingin masyarakat benar-benar merasakan peringatan hari jadi daerah yang kita cintai ini,” tegasnya. Selain konser musik, rangkaian kegiatan HUT ke-298 Kota Gorontalo juga akan diisi dengan berbagai lomba dan agenda yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Sejumlah kalangan menilai, perayaan tahun ini akan terasa lebih semarak dibanding sebelumnya. Tidak hanya karena kehadiran artis nasional, […]

  • Bukber oleh Funco Tanipu

    Bukber oleh Funco Tanipu

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Asal muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story media […]

  • Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    Adhan Dambea Tegaskan Siap Tindak Tegas Caffe dan Warung Penjual Miras di Kota Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Calon Wali Kota Gorontalo terpilih, Adhan Dambea, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) di wilayah Kota Gorontalo. Ia menyatakan tidak akan memberi toleransi bagi caffe maupun warung yang kedapatan menjual miras, termasuk menindak tegas oknum yang menjadi backing di balik aktivitas ilegal tersebut. Adhan menuturkan, langkah tegas ini akan langsung ia buktikan setelah […]

  • Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    Perkokoh Pancasila, Lakpesdam NU Kota Gorontalo Ngaji Kebangsaan

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Yusran Laindi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mengantisipasi berkurangnya jumlah dukungan terhadap Pancasila di Kota Gorontalo, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo gelar Ngaji Kebangsaan dengan tema ‘Pancasila Sebagai Living Ideologi Bangsa.’ Narasumber kegiatan tersebut, KH. Abdul Rasyid Kamaru (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Gotontalo), Alim Niode M.Si (Budayawan) dan DR Sastro Wantu […]

expand_less