Breaking News
dark_mode
Trending Tags

KOPRA Institut Desak KPK dan Kejagung Atas Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Krakatau

  • account_circle Risman Lutfi
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – KOPRA Institut (Komite Perjuangan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung pada Kamis (26/2/2026)

Aksi tersebut menuntut agar kedua lembaga penegak hukum mengambil alih pemeriksaan dugaan korupsi senilai Rp2,2 miliar yang diduga melibatkan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.

Koordinator aksi, Ardi, menyampaikan bahwa kedatangan massa ke KPK dan Kejaksaan Agung bertujuan meminta pemeriksaan dilakukan secara transparan dan independen.

“Tujuan aksi ini agar KPK dan Kejaksaan Agung mengambil alih proses pemeriksaan dugaan keterlibatan Bapak Zakiyuddin Harahap, dimana kegiatan ktu terjadi di masa ia menjabat. “Katanya.

Menurut Ardi, dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan penggelapan dana kredit modal usaha, penggelembungan nilai agunan, serta manipulasi data nasabah dalam proses pencairan kredit modal usaha CV HA Group di Bank Sumut KCP Krakatau.

“Nilai kerugian negara diduga mencapai Rp2,2 miliar. Temuan ini menjadi tanggung jawab penuh Zakiyuddin Harahap karena saat itu beliau menjabat sebagai pimpinan Bank Sumut KCP Krakatau,” ungkapnya.

KOPRA Institut menilai proses pemeriksaan yang dilakukan aparat penegak hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tidak berjalan transparan dan terkesan tebang pilih.

Karena, hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka yang merupakan seorang pejabat analis.

“Oleh karena itu kami datang ke KPK dan Kejaksaan Agung agar serius mengambil alih pemeriksaan, karena sampai saat ini terdapat dugaan penghentian proses hukum secara sengaja,” dan anehnya kenapa seorang analis yang dijadikan terangka, sementara pejabat seperti kepala cabang yang berwenang mencairkan uang tersebut tidak di proses, kan sangat aneh . “Tegas Ardi.

Ia juga menyebut situasi ini dapat merusak citra penegakan hukum. KOPRA Institut meminta agar KPK dan Kejaksaan Agung tetap konsisten menindak dugaan korupsi tanpa pandang bulu.

“Kami tidak ingin di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ada kesan pelemahan proses hukum terhadap pejabat yang terindikasi korupsi. Khususnya di Sumatera Utara, kami melihat masih adanya tumpang tindih dan ketidakseriusan penindakan hukum terhadap pejabat,” tambahnya

  • Penulis: Risman Lutfi
  • Editor: Risman Lutfi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Penuh Makna! Ini Harapan Besar dari Safari Idulfitri di Gorontalo

    Pertemuan Penuh Makna! Ini Harapan Besar dari Safari Idulfitri di Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 366
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Kunjungan Safari Idulfitri 1447 Hijriah yang dilakukan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, disambut hangat oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Wakil Bupati Tonny S. Junus di Rumah Dinas Bupati, Selasa (24/03/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi bagian dari tradisi tahunan pasca-Idulfitri yang tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai […]

  • Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Perumda Aneka Usaha Majene. Dalam penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa Sekretaris Daerah dan Bupati Majene sebagai saksi bersama puluhan pihak lainnya. Kasus ini menjerat mantan Penjabat Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Majene berinisial AA yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pengungkapan kasus […]

  • Api yang Tak Pernah Padam: Menjaga Tujuan, Merawat Sejarah, dan Menyemai Masa Depan Himpunan Mahasiswa Islam

    Api yang Tak Pernah Padam: Menjaga Tujuan, Merawat Sejarah, dan Menyemai Masa Depan Himpunan Mahasiswa Islam

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Tujuh puluh sembilan tahun bukanlah bilangan kecil dalam kalender sebuah organisasi. Ia adalah rangkuman dari denyut generasi, dari tarikan napas para mahasiswa yang datang silih berganti, membawa kecemasan zamannya masing-masing, sekaligus memikul harapan bangsa yang tak pernah sederhana. Pada usia inilah HMI berdiri hari ini—bukan sekadar sebagai organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai sekolah peradaban yang telah […]

  • BBM Subsidi dalam Timbangan Fikih: Antara Hak, Amanah, dan Kebocoran Subsidi Rakyat

    BBM Subsidi dalam Timbangan Fikih: Antara Hak, Amanah, dan Kebocoran Subsidi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Oleh: Mansur Martam NULONDALO.COM – Ada sesuatu yang paradoks di balik panjangnya antrean BBM bersubsidi. Di satu sisi, masyarakat datang ke SPBU dengan satu kebutuhan sederhana: mengisi bahan bakar untuk melanjutkan kehidupan—pergi bekerja, mengantar anak, membawa hasil pertanian, melaut, berdagang, atau menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, muncul cerita tentang kendaraan yang berulang kali […]

  • Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    Intelektual NU Sentil Keras Seskab: Jawaban “Pokoknya Ada” Cermin Akuntabilitas yang Retak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Muhammad Aras Prabowo, mengkritik keras pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy, yang menyebut sumber anggaran program pasar murah di Monas dengan ungkapan “pokoknya ada”. Pernyataan tersebut dinilai problematik secara etik, administratif, dan epistemik dalam tata kelola keuangan negara. Menurut Aras, ungkapan tersebut mencerminkan lemahnya kesadaran terhadap prinsip dasar akuntabilitas publik dalam […]

  • Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    Tradisi Memperingati 1 Muharram di Gorontalo: Perpaduan Spiritualitas dan Budaya

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Bulan Muharram, khususnya tanggal 1 Muharram, bukan hanya menandai tahun baru dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momen penting refleksi dan spiritualitas bagi masyarakat Gorontalo. Di wilayah ini, peringatan Muharram tidak sekadar seremonial, namun sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Tradisi Buruda di Makam-makam Aulia Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Buruda atau […]

expand_less