Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Banggai Ring 1 Panen Nol, Dugaan Gagal Total Program CSR Migas di Kintom

  • account_circle Firman
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 798
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com, BANGGAI – Dugaan kegagalan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sektor migas mencuat di wilayah Ring 1 Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai. Tiga desa penerima bantuan bibit jagung dilaporkan mengalami gagal panen total atau panen nol.

Bantuan tersebut berupa 45 kilogram bibit jagung yang dibagikan kepada tiga kelompok tani di wilayah sekitar area operasi industri migas. Rinciannya, 15 kilogram untuk Kelompok Mawar di Desa Uling, 15 kilogram untuk Kelompok Potoutusan di Desa Solan, dan 15 kilogram untuk Kelompok Benteng Jaya di Desa Samadoya.

Namun, berdasarkan keterangan Ramli Babasal Saluan, seluruh bantuan tersebut tidak menghasilkan panen.

“Total bantuan 45 kilogram bibit jagung. Total hasil panen: nol. Ini bukan sekadar gagal tanam biasa, tapi patut diduga sebagai kegagalan tata kelola program CSR,” ujar Ramli.

Ia menilai, jika wilayah yang masuk kategori Ring 1—yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima manfaat—justru mengalami kegagalan total, maka persoalannya tidak lagi sekadar isu teknis pertanian di tingkat desa.

Menurutnya, kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar terkait perencanaan dan pelaksanaan program. Di antaranya, apakah sebelum pembagian bibit telah dilakukan studi kelayakan lahan, apakah ada pendampingan agronomis kepada petani, serta bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi program berjalan.

“CSR bukan dana pribadi perusahaan. Itu kewajiban sosial yang lahir dari eksploitasi sumber daya alam. Kalau program pemberdayaan berakhir tanpa hasil, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi perusahaan, tapi juga kredibilitas pengawasan pemerintah,” tegasnya.

Ramli juga mempertanyakan apakah bantuan berhenti sebatas distribusi untuk memenuhi laporan tahunan, tanpa memastikan keberlanjutan dan hasil nyata di lapangan.

Ia menilai kasus di Kintom seharusnya menjadi alarm bagi pengelolaan CSR sektor migas secara nasional. Program pemberdayaan, kata dia, tidak boleh bersifat seremonial atau hanya berorientasi pada angka penyaluran.

“Harus ada transparansi anggaran, audit independen, dan pelaporan berbasis hasil. Jika di Ring 1 saja hasilnya nihil, publik berhak bertanya bagaimana dengan wilayah lain,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait penyebab gagal panen tersebut.

Ramli, yang merupakan warga sekaligus aktivis, menegaskan ketika bantuan 45 kilogram bibit jagung berujung pada nol panen, yang hilang bukan hanya hasil pertanian, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap program CSR.

“Pertanyaannya sekarang terbuka untuk publik: apakah CSR benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk laporan?” pungkasnya.

  • Penulis: Firman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wajar Tapi Palsu

    Wajar Tapi Palsu

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah bilang, “Yang lebih lucu dari politik adalah orang yang menganggap politik itu serius.” Dalam konteks audit negara, barangkali yang lebih lucu dari korupsi adalah keyakinan bahwa WTP berarti pemerintah sudah beres. WTP itu sebenarnya sederhana: laporan keuangan tidak melanggar SAP. Titik. Tapi di negeri ini, WTP diperlakukan seperti air zam-zam—disiramkan ke mana-mana […]

  • Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    Menag Nasaruddin Umar: Santri Harus Sukses Dunia, Tapi Jangan Tinggalkan Ibadah Sunnah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa keberhasilan santri menembus berbagai profesi strategis tidak boleh menghilangkan identitas utamanya sebagai insan yang dekat dengan Tuhan. Pondasi ibadah dan spiritualitas, menurutnya, harus tetap menjadi ciri khas santri di mana pun berada. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada perayaan Milad ke-20 Pondok Pesantren Madinatunnajah […]

  • Simpang Empat Tabulo Kerap Ricuh, Pemdes Soroti Pengawasan Polsek dan Koramil Mananggu

    Simpang Empat Tabulo Kerap Ricuh, Pemdes Soroti Pengawasan Polsek dan Koramil Mananggu

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 179
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-MANANGGU – Pemerintah Desa (Pemdes) Tabulo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, menyoroti pengawasan Polsek dan Koramil Mananggu di kawasan simpang empat Desa Tabulo yang dinilai mulai rawan terjadi keributan pada malam hari, Rabu (19/8/26). Hal tersebut disampaikan Kepala Dusun Makmur, Desa Tabulo, Nasrudin Monoarfa. Nasrudin menyebut, keributan yang terjadi dalam beberapa malam terakhir diduga dipicu oleh […]

  • GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    GUSDURian Makassar Siapkan FGD Demokrasi Gen Z

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar menggelar rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perspektif Demokrasi Gen Z di Era Disrupsi”. Pertemuan berlangsung di Kampung Buku Inninnawa, Jalan Abdullah Daeng Sirua, Makassar, dan dihadiri sejumlah para penggerak inti Gusdurian, Senin, 26 Januari 2026 Dalam rapat tersebut, peserta membahas berbagai kebutuhan teknis yang akan digunakan dalam pelaksanaan […]

  • Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

    Kampung Adalah Awal Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Gorontalo, NULONDALO.com – Hingga saat ini di Provinsi Gorontalo telah ada 18 desa yang masuk dalam program kampung iklim (Proklim), belum banyak namun pemerintah daerah bertekad untuk menambahnya secara bertahap. Untuk dapat menjadi kampung Proklim ada sejumlah syarat dan yang utama adalah desa tersebut sudah melakukan aksi dan mitigasi bencana selama 2 tahun. Pekerjaan untuk […]

  • IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren photo_camera 4

    IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 467
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kegiatan bertajuk “Munajat Cinta Ramadhan” yang dilaksanakan di Grand Q Hotel Gorontalo pada Sabtu (7/3/2026) diawali dengan pembagian takjil oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Gorontalo. Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang temu […]

expand_less