BNPB Catat Sejumlah Bencana Hidrometeorologi di Berbagai Wilayah, Banjir hingga Angin Kencang Dominasi Kejadian
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 57
- print Cetak

Kendaraan melintasi jalan yang tergenang banjir saat hujan deras melanda kawasan permukiman pada malam hari, menyebabkan aktivitas warga terganggu. Doc. BNPB
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com , Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia dalam periode Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2) pukul 07.00 WIB.
Mayoritas peristiwa dipicu oleh cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, hujan lebat, serta angin kencang.
Di Provinsi Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Kediri, Jombang, dan Mojokerto pada Rabu (4/2). Di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, sebanyak 10 unit rumah mengalami kerusakan ringan dan satu fasilitas pendidikan terdampak. BPBD setempat melakukan pendataan serta penanganan lanjutan bersama perangkat daerah.
Peristiwa serupa terjadi di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. BNPB mencatat satu warga mengalami luka ringan, dua rumah rusak berat, serta 17 rumah rusak ringan. Akses jalan sempat terganggu akibat material bangunan, namun BPBD bersama warga telah melakukan pembersihan dan distribusi bantuan logistik.
Sementara itu di Kabupaten Mojokerto, angin kencang menyebabkan delapan rumah rusak ringan dan pohon tumbang di beberapa kecamatan, yakni Sooko, Trowulan, dan Puri. Akses jalan yang tertutup pohon telah dibersihkan oleh petugas.
Masih di Jawa Timur, luapan Sungai Gandong memicu banjir di Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 350 rumah, empat fasilitas ibadah, satu fasilitas kesehatan, dan sekitar 10 hektare sawah terdampak. BNPB melaporkan banjir kini telah surut dan aktivitas warga berangsur normal.
Di Provinsi Jawa Tengah, banjir akibat hujan intensitas tinggi melanda Kota Tegal dan berdampak pada 6.957 jiwa di tiga kecamatan, yakni Margadana, Tegal Barat, dan Tegal Timur. Tercatat 2.381 rumah serta satu fasilitas pendidikan terdampak, sementara lima kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat.
Banjir juga terjadi di enam kecamatan di Kabupaten Pemalang setelah sungai dan saluran irigasi meluap dengan tinggi muka air mencapai 80 sentimeter. Sebanyak 8.364 rumah terdampak dan 90 jiwa mengungsi di tempat ibadah. BPBD setempat mengerahkan perahu karet untuk evakuasi dan distribusi bantuan.
Di Sumatera Selatan, hujan lebat menyebabkan banjir di Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Sekitar 40 rumah terendam sebelum air akhirnya surut dan warga bersama tim gabungan melakukan pembersihan.
Sementara di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, banjir akibat hujan lebat dan angin kencang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Proses pendataan dan penanganan dampak masih berlangsung.
Selain itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akibat meningkatnya debit sungai yang mengikis area belakang rumah warga. Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, satu rumah rusak berat, dan 10 rumah terdampak di dua kecamatan. BPBD setempat mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat disertai angin kencang masih berpeluang terjadi pada periode 6–8 Februari 2026 di sejumlah wilayah Indonesia. BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan tanggul, memangkas pohon berisiko tumbang, serta memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar