nulondalo.com – Senyuman bahagia tak terbendung dari wajah Sinta Nuriyah Wahid saat berada di atas panggung megah Temu Nasional GUSDURian 2022 di Surabaya.
Momen tersebut terjadi ketika ia menerima sebuah karya seni dari perupa Gorontalo, Akbar Hidayat. Karya berjudul “Benang Pluralisme” itu dibuat dari susunan benang dan paku yang membentuk wajah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang sedang tertawa.
Melihat karya tersebut, Sinta Nuriyah mengaku terpukau sekaligus bangga.“Buat saya ini adalah karya yang langka, dan belum ada orang yang membuat lukisan seperti ini dari benang dan paku. Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum.
Pembina GUSDURian Gorontalo, Muhammad Djufry Hard, yang menyerahkan karya tersebut menjelaskan bahwa awalnya lukisan itu sedang dipamerkan di Riden Baruadi Gallery dalam pameran seni rupa bertajuk Ditimoli.
Namun karena adanya kegiatan TUNAS GUSDURian 2022, sang perupa memutuskan menghibahkan karya tersebut untuk komunitas GUSDURian.
“Awalnya karya itu sedang dipamerkan di Riden Baruadi Gallery. Tetapi karena ada kegiatan TUNAS GUSDURian 2022, perupanya memutuskan menghibahkan karya ini untuk GUSDURian,” ujar Djufry.
Sementara itu, Akbar Hidayat yang dikenal sangat mengidolakan Gus Dur mengaku merasa bangga dan terharu karena karyanya diterima langsung oleh Sinta Nuriyah di hadapan ribuan kader GUSDURian.
Ia bahkan tidak menyangka karya tersebut akan diberikan secara langsung di atas panggung acara.
“Iya, sangat senang, bangga, dan terharu bisa memberikan karya itu dan diterima langsung oleh Ibu Sinta Nuriyah. Saya sebenarnya tidak menyangka,” kata Akbar kepada nulondalo.online, Minggu (16/10/2022) malam.
Menurutnya, ia semula mengira karya tersebut baru akan diserahkan setelah acara selesai.
“Alhamdulillah melihat Ibu Sinta juga senang menerima karya itu. Itu yang membuat saya sangat terharu,” tambahnya.
Sebagai informasi, TUPALO Perupa Gorontalo merupakan kolektif pengajar seni rupa dan perupa yang belajar secara mandiri di Provinsi Gorontalo. Karya-karya mereka telah menghiasi berbagai ruang publik serta aktif terlibat dalam kegiatan kebudayaan, festival seni, dan kolaborasi dengan berbagai komunitas.


Saat ini belum ada komentar