Breaking News
light_mode
Trending Tags

Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

  • account_circle Suko Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 90
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sisi lain, krisis energi yang dipicu oleh ketegangan global turut memperbesar risiko instabilitas. Kenaikan harga, kesenjangan sosial, dan tekanan ekonomi menjadi lahan subur bagi tumbuhnya konflik. Ancaman ini bersifat laten, namun memiliki daya rusak yang dalam ketika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang bijak.

Respons Kawasan Regional

Kawasan Asia Tenggara tidak dapat lagi memposisikan dirinya sebagai entitas yang terpisah dari dinamika global. Dalam kerangka ASEAN, terdapat kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas, namun sering kali terbentur oleh prinsip non-intervensi yang membatasi ruang gerak respons bersama.

Di sinilah tantangan terbesar muncul: bagaimana membangun solidaritas kawasan tanpa mengabaikan kedaulatan negara. Migrasi dan keamanan non-tradisional menuntut pendekatan baru yang lebih adaptif, yang mampu menjembatani kepentingan nasional dan kebutuhan kolektif.

Tanpa pembaruan dalam cara pandang dan mekanisme kerja sama, Asia Tenggara berisiko menjadi kawasan yang rentan terhadap instabilitas yang berasal dari luar. Padahal, dalam dunia yang saling terhubung, ketahanan suatu kawasan tidak lagi ditentukan oleh kekuatan internal semata, tetapi juga oleh kemampuannya membaca dan merespons dinamika global.

Oleh karena itu, diperlukan visi yang melampaui pendekatan administratif. Migrasi harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, sebagai fenomena yang menyentuh dimensi geopolitik, ekonomi, dan kultural sekaligus. Tanpa kesadaran ini, kebijakan yang dihasilkan akan selalu tertinggal dari realitas yang dihadapi.

Migrasi adalah keniscayaan sejarah. Ia tidak dapat dihentikan, tetapi dapat dikelola. Di sinilah letak tanggung jawab moral dan politik negara-negara di kawasan ini: memastikan bahwa arus manusia tidak berubah menjadi arus krisis.

Pada akhirnya, konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz mengingatkan kita bahwa dunia tidak pernah benar-benar terpisah. Dalam keterhubungan itulah, masa depan Asia Tenggara ditentukan—bukan hanya oleh apa yang terjadi di dalam, tetapi juga oleh bagaimana ia membaca dan merespons apa yang terjadi di luar dirinya.

Penulis : Pegiat Literasi, tinggal di Yogyakarta 

  • Penulis: Suko Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    Ekonom NU Soroti Dampak Penunjukan Deputi Gubernur BI terhadap Kepercayaan Pasar

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menuai beragam tanggapan dari kalangan akademisi dan pelaku pasar. Salah satu kritik datang dari intelektual Nahdlatul Ulama sekaligus ekonom, Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, yang menilai dinamika tersebut memunculkan kekhawatiran terkait independensi lembaga moneter. Dalam tulisan opininya yang berjudul; “Pasar Masuk Angin” tayang di […]

  • Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI Tersendat, DPR Soroti Kinerja Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Ia menilai, pernyataan bahwa pasien dalam kondisi darurat tetap dapat dilayani belum sepenuhnya berjalan, karena masih ditemukan rumah sakit yang menolak peserta dengan status kepesertaan nonaktif. “Di lapangan, rumah sakit tidak melayani peserta nonaktif. Ini menunjukkan kebijakan belum berjalan efektif. Pertanyaannya, siapa yang melakukan pengawasan,” tegasnya. Selain itu, Irma mengkritisi masa transisi perbaikan data kepesertaan […]

  • Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    Pesawat Kargo Pelita Air Diduga Jatuh Usai Lepas Landas dari Long Bawan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 107
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pesawat kargo milik Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 rute Long Bawan–Tarakan diduga jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.20 WITA. Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut baru menempuh jarak sekitar lima kilometer dari ujung landasan pacu sebelum diduga mengalami […]

  • MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    MUI Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran, Nilai Board of Peace Kehilangan Legitimasi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. MUI menilai agresi tersebut semakin menunjukkan bahwa Board of Peace (BoP) tidak memiliki legitimasi moral, politik, maupun hukum. Kepada MUI Digital di Jakarta, Ahad (1/3/2026) […]

  • Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    Idul Fitri 1447 Hijriah & Pensucian Hati: Jalan Spiritual Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Salah satu praktis penting dalam Idul Fitri adalah saling memaafkan. Tradisi ini bukan hanya bentuk etika sosial, tetapi juga manifestasi konkret dari pensucian hati. Memaafkan berarti melepaskan beban emosional yang selama ini membelenggu hati. Ia adalah proses pembebasan diri dari dendam dan kebencian yang dapat merusak keseimbangan batin. Dalam perspektif psikologis, memaafkan juga memiliki dampak […]

  • Sinergi Restorasi UMKM: LP3H Robbani dan 4 Kecamatan di Gorontalo Targetkan 1.000 Sertifikat Halal Gratis Per Kecamatan photo_camera 2

    Sinergi Restorasi UMKM: LP3H Robbani dan 4 Kecamatan di Gorontalo Targetkan 1.000 Sertifikat Halal Gratis Per Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 332
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput Kabupaten Gorontalo memasuki babak baru. LP3H Robbani secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama empat pemerintah kecamatan untuk fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi pelaku UMKM, Kamis (15/1). Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh perwakilan yayasan, Sandy Syafrudin Nina, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM […]

expand_less