Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Migrasi, Geopolitik, dan Bayang-Bayang Instabilitas Asia Tenggara

  • account_circle Suko Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 339
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di sisi lain, krisis energi yang dipicu oleh ketegangan global turut memperbesar risiko instabilitas. Kenaikan harga, kesenjangan sosial, dan tekanan ekonomi menjadi lahan subur bagi tumbuhnya konflik. Ancaman ini bersifat laten, namun memiliki daya rusak yang dalam ketika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang bijak.

Respons Kawasan Regional

Kawasan Asia Tenggara tidak dapat lagi memposisikan dirinya sebagai entitas yang terpisah dari dinamika global. Dalam kerangka ASEAN, terdapat kesadaran kolektif untuk menjaga stabilitas, namun sering kali terbentur oleh prinsip non-intervensi yang membatasi ruang gerak respons bersama.

Di sinilah tantangan terbesar muncul: bagaimana membangun solidaritas kawasan tanpa mengabaikan kedaulatan negara. Migrasi dan keamanan non-tradisional menuntut pendekatan baru yang lebih adaptif, yang mampu menjembatani kepentingan nasional dan kebutuhan kolektif.

Tanpa pembaruan dalam cara pandang dan mekanisme kerja sama, Asia Tenggara berisiko menjadi kawasan yang rentan terhadap instabilitas yang berasal dari luar. Padahal, dalam dunia yang saling terhubung, ketahanan suatu kawasan tidak lagi ditentukan oleh kekuatan internal semata, tetapi juga oleh kemampuannya membaca dan merespons dinamika global.

Oleh karena itu, diperlukan visi yang melampaui pendekatan administratif. Migrasi harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, sebagai fenomena yang menyentuh dimensi geopolitik, ekonomi, dan kultural sekaligus. Tanpa kesadaran ini, kebijakan yang dihasilkan akan selalu tertinggal dari realitas yang dihadapi.

Migrasi adalah keniscayaan sejarah. Ia tidak dapat dihentikan, tetapi dapat dikelola. Di sinilah letak tanggung jawab moral dan politik negara-negara di kawasan ini: memastikan bahwa arus manusia tidak berubah menjadi arus krisis.

Pada akhirnya, konflik di Timur Tengah dan ketegangan di Selat Hormuz mengingatkan kita bahwa dunia tidak pernah benar-benar terpisah. Dalam keterhubungan itulah, masa depan Asia Tenggara ditentukan—bukan hanya oleh apa yang terjadi di dalam, tetapi juga oleh bagaimana ia membaca dan merespons apa yang terjadi di luar dirinya.

Penulis : Pegiat Literasi, tinggal di Yogyakarta 

  • Penulis: Suko Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    Dosen PKUMI Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid Negara IKN, Bukti Kualitas Kaderisasi Ulama Istiqlal

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kiprah akademik dan dakwah para pengajar Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Salah satu dosen PKUMI, Dr. Ahmad Zulki, M.Ag, mendapat kehormatan menjadi imam dalam pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Negara IKN yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara pada Jumat (13/3/2026). Momentum tersebut menjadi simbol pengakuan […]

  • Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    Rezim Klarifikasi dan Politik Ekstraktivisme di Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Oleh : Riskiyawan Hasan Dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat Maluku Utara disuguhi berbagai “klarifikasi” yang disampaikan Gubernur Maluku Utara melalui podcast, media nasional da berbagai saluran digital lainnya. Sekilas, langkah itu terlihat seperti usaha untuk memperbaiki pandangan publik. Namun jika dilihat dalam perspektif komunikasi politik, situasi ini lebih tepat dipahami munculnya apa yang kemudian disebut […]

  • Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    Konten Kreator Gorontalo Ditetapkan Tersangka, Kasus Ini Jadi Pengingat Etika Bermedia Sosial Menurut Islam

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 399
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo resmi menetapkan konten kreator ZH alias Ka Kuhu sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Penetapan tersangka tersebut diketahui berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima oleh pihak pelapor. Kuasa hukum pelapor, Rongki Ali Gobel, membenarkan […]

  • Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    Semangat Gotong Royong Warga Salarang Percepat Pembangunan Masjid Nurul Akhlak Desa Borimasunggu

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Salarang, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengecoran pembangunan Masjid Nurul Akhlak yang dilaksanakan secara swadaya oleh warga setempat. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi pembangunan masjid. Dengan penuh antusias, mereka bahu-membahu […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

  • 25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    25 SPPG di Gorontalo Ditutup Sementara, Wagub Temukan Banyak Belum Penuhi Standar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Sebagai Ketua Satgas MBG Provinsi Gorontalo, Idah mengusulkan adanya pertemuan bersama pimpinan yayasan, kepala SPPG, serta tenaga ahli gizi. Pertemuan tersebut bertujuan memberikan arahan sekaligus penguatan kapasitas dalam penerapan standar operasional. Langkah ini dinilai penting mengingat dampak penutupan sementara tidak hanya pada layanan pemenuhan gizi, tetapi juga berpengaruh terhadap investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk […]

expand_less