Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 333
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, KEMENAGSULSEL — Malam itu, Senin 9 Maret 2026, suasana di Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar terasa hangat. Di tengah kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama yang digelar, sebuah momen yang menyentuh batin perlahan mengalir seperti doa yang dilantunkan dari hati.

Salawat Badar menggema. Nadanya lembut, tetapi kuat menembus ruang dan perasaan. Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad itu tidak hanya dinyanyikan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh para tokoh dari beragam iman yang berdiri berdampingan, menanggalkan sekat-sekat perbedaan.

Pastor Albert, Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan, tampak menyatu dalam lantunan itu bersama Pdt. Yohannis Metris, Ketua (PGIW Sulselra), Yonggris, Ketua (Permabudhi) Sulawesi Selatan dan Suaib Prawono (Koordinator Wilayah GUSDURian Wilayah Sulampapua).

Malam itu, salawat menjelma menjadi bahasa yang melampaui agama, nyanyian cinta kepada kemanusiaan, doa bagi persaudaraan, dan harapan akan kedamaian.

Bagi mereka yang hadir, momen itu terasa begitu khusyuk. Di gereja Katedral bersejarah itu, lantunan salawat yang lahir dari tradisi Islam menggema merdu, dinyanyikan oleh suara-suara yang berbeda iman, namun satu dalam kerinduan akan damai. Di sanalah perbedaan tidak lagi terasa sebagai batas. Ia berubah menjadi jembatan.

Kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Bagi Ali Yafid, kebersamaan yang terjadi malam itu adalah gambaran nyata kehidupan beragama di Sulawesi Selatan yang terus dirawat dalam harmoni.

Ia menyebutkan bahwa kerukunan di daerah ini bukan sekadar wacana. Dengan indeks kerukunan umat beragama mencapai angka 82,3, masyarakat Sulawesi Selatan dinilai berhasil menjaga ruang kebersamaan di tengah perbedaan.

Uskup , Mgr. Fransiskus Nipa, menyampaikan bahwa perjumpaan seperti ini adalah rahmat kebersamaan. Dalam suasana Ramadan, ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim seraya mengajak semua pihak terus merawat persaudaraan.

Menurutnya, pertemuan lintas iman bukan hanya tentang duduk bersama, tetapi tentang menumbuhkan kepercayaan, meneguhkan rasa saling menghormati, dan menjaga persatuan yang menjadi napas bangsa Indonesia.

Malam itu, ketika waktu berbuka tiba dan doa-doa dipanjatkan dari hati yang berbeda cara menyebut Tuhan, suasana terasa begitu teduh. Namun yang paling membekas bukan sekadar pertemuan itu sendiri, melainkan ketika Shalawat Badar mengalun di dalam gereja, menggetarkan hati mereka yang mendengarnya. Seolah mengingatkan bahwa di negeri bernama Indonesia, perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh. Ia justru adalah jalan pulang menuju persaudaraan.

Sumber: sulsel.kemenag.go.id

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sah! Ini dia Badan Usaha yang Bisa Memiliki Izin Pertambangan

    Sah! Ini dia Badan Usaha yang Bisa Memiliki Izin Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 179
    • 0Komentar

    DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) perubahan keempat Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) menjadi UU. Hal tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-13 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025 hari ini, Selasa (18/2). Dalam Rapat Paripuurna tersebut, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Achmad Doli Kurnia Tanjung […]

  • “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Lagi-lagi belakangan ini media sosial kita khususnya Facebook, dipenuhi dengan berbagai postingan yang mengekspresikan penolakan terhadap keberadaan kelompok LGBT di Gorontalo. Banyak pengguna yang mengangkat isu seperti “Tolak LGBT”, “Selamatkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah dari Kelompok LGBT”, dan “Hilangkan kaum LGBT dari Bumi Gorontalo”. Fenomena ini mencerminkan adanya gelombang penolakan yang kuat terhadap keberadaan LGBT […]

  • Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara. Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho […]

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang […]

  • Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    Pandji Dilaporkan soal “Mens Rea”, DPR: Negara Demokrasi Tak Boleh Antikritik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea. Menurutnya, kritik yang disampaikan melalui medium seni dan komedi merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan tidak semestinya langsung dibawa ke ranah hukum. “Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah […]

expand_less