Breaking News
light_mode
Trending Tags

Salawat Badar Menggema di Keuskupan Agung Makassar

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, KEMENAGSULSEL — Malam itu, Senin 9 Maret 2026, suasana di Gereja Katedral Keuskupan Agung Makassar terasa hangat. Di tengah kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama yang digelar, sebuah momen yang menyentuh batin perlahan mengalir seperti doa yang dilantunkan dari hati.

Salawat Badar menggema. Nadanya lembut, tetapi kuat menembus ruang dan perasaan. Lantunan pujian kepada Nabi Muhammad itu tidak hanya dinyanyikan oleh umat Muslim, tetapi juga oleh para tokoh dari beragam iman yang berdiri berdampingan, menanggalkan sekat-sekat perbedaan.

Pastor Albert, Ketua Komisi Kerasulan Awam dan Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan, tampak menyatu dalam lantunan itu bersama Pdt. Yohannis Metris, Ketua (PGIW Sulselra), Yonggris, Ketua (Permabudhi) Sulawesi Selatan dan Suaib Prawono (Koordinator Wilayah GUSDURian Wilayah Sulampapua).

Malam itu, salawat menjelma menjadi bahasa yang melampaui agama, nyanyian cinta kepada kemanusiaan, doa bagi persaudaraan, dan harapan akan kedamaian.

Bagi mereka yang hadir, momen itu terasa begitu khusyuk. Di gereja Katedral bersejarah itu, lantunan salawat yang lahir dari tradisi Islam menggema merdu, dinyanyikan oleh suara-suara yang berbeda iman, namun satu dalam kerinduan akan damai. Di sanalah perbedaan tidak lagi terasa sebagai batas. Ia berubah menjadi jembatan.

Kegiatan doa bersama dan buka puasa lintas agama tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid bersama sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Bagi Ali Yafid, kebersamaan yang terjadi malam itu adalah gambaran nyata kehidupan beragama di Sulawesi Selatan yang terus dirawat dalam harmoni.

Ia menyebutkan bahwa kerukunan di daerah ini bukan sekadar wacana. Dengan indeks kerukunan umat beragama mencapai angka 82,3, masyarakat Sulawesi Selatan dinilai berhasil menjaga ruang kebersamaan di tengah perbedaan.

Uskup , Mgr. Fransiskus Nipa, menyampaikan bahwa perjumpaan seperti ini adalah rahmat kebersamaan. Dalam suasana Ramadan, ia mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim seraya mengajak semua pihak terus merawat persaudaraan.

Menurutnya, pertemuan lintas iman bukan hanya tentang duduk bersama, tetapi tentang menumbuhkan kepercayaan, meneguhkan rasa saling menghormati, dan menjaga persatuan yang menjadi napas bangsa Indonesia.

Malam itu, ketika waktu berbuka tiba dan doa-doa dipanjatkan dari hati yang berbeda cara menyebut Tuhan, suasana terasa begitu teduh. Namun yang paling membekas bukan sekadar pertemuan itu sendiri, melainkan ketika Shalawat Badar mengalun di dalam gereja, menggetarkan hati mereka yang mendengarnya. Seolah mengingatkan bahwa di negeri bernama Indonesia, perbedaan bukanlah alasan untuk menjauh. Ia justru adalah jalan pulang menuju persaudaraan.

Sumber: sulsel.kemenag.go.id

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi. Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar […]

  • Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Founder The Gorontalo Institute) Memperbincangkan Gerindra adalah juga memperbincangkan Jendral Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke – 8. Perjalanan Prabowo, termasuk Gerindra memang berlika-liku, jatuh bangun, dan “berdarah-darah”. Hingga karena konsistensi serta sikap yang […]

  • GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    GUSDURian Makassar Wakili GUSDURian Peduli, Serahkan Tali Asih pada Keluarga Dandi

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Di bawah langit Makassar yang terik, lorong sempit di Kelurahan Karampuang, Kecamatan Panakukang, menjadi saksi bisu langkah-langkah penuh empati. Sejumlah penggerak inti GUSDURian Makassar menyusuri lorong itu, bukan sekadar berkunjung, melainkan membawa dukungan kemanusiaan ke sebuah rumah yang kini menyimpan kenangan tentang Rusdamdiansyah (Dandi), pemuda yang gugur dalam gelombang demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, […]

  • Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    Pemkab Maros Berlakukan WFA Terbatas bagi ASN Selama Libur Nataru 2025

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 92
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros memberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Desember 2025, dengan catatan penerapannya bersifat selektif dan tidak mengganggu pelayanan publik. Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa tidak seluruh […]

  • Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah penting dalam tradisi Islam, khususnya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat Tarawih bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan sarana spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Melalui ibadah ini, individu memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, […]

  • PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    PPPK Terancam? Wali Kota Gorontalo Buka Suara, Ini Jaminannya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kekhawatiran tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat mulai dirasakan di berbagai daerah. Isu pengurangan belanja pegawai memicu kecemasan akan nasib ribuan tenaga PPPK, termasuk di Kota Gorontalo. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, akhirnya buka suara pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menegaskan […]

expand_less