Breaking News
light_mode
Trending Tags

QRIS Menyapa Gorontalo, Bank Indonesia Perkuat Literasi Pembayaran Digital di Pekan Ekonomi Syariah

  • account_circle Rivaldi Bulilingo
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 85
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pekan Ekonomi Syariah yang digelar oleh PWNU Gorontalo menjadi ajang kolaborasi penting antara lembaga keagamaan, pelaku usaha, dan lembaga keuangan. Kegiatan yang berlangsung di kantor PWNU Gorontalo ini menghadirkan berbagai agenda edukatif, mulai dari expo UMKM, seminar investasi syariah, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital oleh Bank Indonesia, Rabu (29/10/2025).

Dalam kegiatan Sosialisasi QRIS, Bank Indonesia hadir sebagai narasumber untuk memperkenalkan sistem pembayaran digital yang efisien, simpel, dan aman kepada masyarakat Gorontalo.

Perwakilan Bank Indonesia, Genting dari Divisi Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran, menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperluas edukasi dan inklusi keuangan berbasis digital di seluruh wilayah Indonesia.

“Terima kasih karena telah mengundang kami menjadi narasumber. Memang sudah menjadi kewajiban kami untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai sistem pembayaran, terutama berbasis digital. Salah satu inovasi terbaru yang kami perkenalkan adalah QRIS,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi sistem pembayaran QRIS bukan hanya difokuskan di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau seluruh daerah termasuk Gorontalo.

“Sistem pembayaran seperti ini tidak hanya terfokus di ibu kota Indonesia, tetapi juga sampai ke seluruh daerah. Itu adalah tugas Bank Indonesia untuk merangkul masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi program pembayaran berbasis digital ini,” jelasnya.

Menurut Genting, QRIS memberikan banyak manfaat, di antaranya efisiensi, kemudahan, dan keamanan dalam bertransaksi.

“QRIS memudahkan masyarakat karena cukup dengan scan, pembayaran bisa langsung dilakukan dengan nilai yang tepat tanpa perlu memikirkan uang kembalian,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan PWNU Gorontalo, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa kegiatan Pekan Ekonomi Syariah ini menjadi langkah nyata PWNU dalam menggalang para pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan potensi bisnisnya secara mandiri dan berdaya saing.

“PWNU Gorontalo berkomitmen membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk tumbuh dan berjejaring. Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM naik kelas dan memiliki akses terhadap sistem keuangan yang sehat,” ujar Indrawan.

Ia menjelaskan bahwa PWNU juga berupaya mendorong terbentuknya ekosistem investasi yang sehat dengan melibatkan berbagai lembaga seperti perbankan, OJK, dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai mitra strategis.

“Kami ingin masyarakat mengenal investasi yang legal, aman, dan sesuai prinsip syariah. Karena dengan literasi dan inklusi keuangan yang baik, ekonomi umat bisa tumbuh lebih kuat,” tambahnya.

Indrawan menuturkan, pelaksanaan expo UMKM dalam kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk-produk unggulannya serta memperluas pasar.

“Expo ini adalah bentuk nyata dukungan PWNU terhadap kemandirian ekonomi umat. Kami ingin UMKM di Gorontalo memiliki kesempatan tampil dan dikenal lebih luas,” tutupnya

  • Penulis: Rivaldi Bulilingo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemaat Ahmadiyah dan Ilusi Negeri Moderasi Beragama

    Jemaat Ahmadiyah dan Ilusi Negeri Moderasi Beragama

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Aneh bin ajaib. Kira-kira itu paling tepat untuk ditegaskan bagi bangsa yang katanya negeri penuh toleransi. Semua agama (6 agama), aliran kepercayaan dan pandangan keyakinan ada di negeri ini, beragam suku bangsa merupakan aneka kekayaan bangsa yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di seantero dunia. Tapi sayangnya toleransi yang terbangun dalam diri sebagian masyarakat Muslim […]

  • Utang Langit

    Utang Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu punya cara unik mengajarkan akuntansi kepada umat. Bedanya, ini bukan akuntansi laba-rugi perusahaan, melainkan laporan keuangan batin. Dalam bahasa sederhana: kita semua punya “Utang Langit”. Bedanya dengan utang bank, yang ini tidak ditagih debt collector, tapi oleh nurani. Di bulan suci, manusia mendadak rajin menghitung. Menghitung pahala, menghitung takjil, menghitung THR, bahkan menghitung […]

  • Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    Matoduwolo Kiyai, Mari Kiyai, Silahkan Kiyai

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Di mana-mana, sering kita mendengar panggilan “kiyai” kepada seseorang. Panggilan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, khususnya pada momen-momen keagamaan. Tak peduli apakah seseorang yang dipanggil kiyai tersebut pantas menyandang gelar sakral ini atau tidak. Entah parameter apa yang dipakai sehingga begitu mudahnya sebutan kiyai dialamatkan kepada seseorang..  Apakah setiap penceramah, ustadz atau guru agama, bisa […]

  • Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    Tonggeyamo: Cara Gorontalo Menyambut Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Refleksi Antropologis tentang Perbedaan, Kesepakatan, dan Kedewasaan Beragama Setiap Ramadhan selalu diawali oleh satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kegelisahan yang dalam: kapan kita mulai berpuasa? Pertanyaan ini bukan semata soal tanggal, melainkan tentang ketenangan batin, rasa aman dalam beribadah, dan kerinduan untuk menjalani waktu suci secara bersama. Dari tahun ke tahun, saya […]

  • Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga (poto: Istimewah)

    Jenderal Salim: Teladan Integritas dari Tanah Mandar Sulbar

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle -
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Jenderal Salim, putra Mandar dengan pangkat bintang dua, dikenal sebagai pribadi kharismatik. Ketegasan, integritas, serta sikapnya yang tidak suka berbelit-belit membuatnya dihormati banyak orang. Pandangan hidupnya selalu tegak lurus, sementara kecerdasannya senantiasa diarahkan untuk kemaslahatan masyarakat. Dalam setiap pidato, narasinya sederhana, langsung pada inti, tegas, dan tanpa kompromi. Pesan-pesan moral selalu mewarnai ucapannya. Penampilannya pun […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

expand_less