Trump Hadapi Tekanan di Tengah Eskalasi Perang Iran, Sekutu Menjauh dan Harga Energi Melonjak
- account_circle Redaksi Nulondalo
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 59
- print Cetak

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait hilangnya tiga jet tempur F-15E dalam insiden tembakan ramah saat pelaksanaan Operasi Epic Fury di kawasan Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghadapi tekanan yang kian besar pada pekan ketiga konflik dengan Iran, di tengah lonjakan harga energi global, retaknya hubungan dengan sekutu, serta ketidakjelasan arah akhir operasi militer.
Trump pada Jumat (waktu setempat) menyatakan bahwa pertempuran “telah dimenangkan secara militer.”
Namun, klaim tersebut bertolak belakang dengan situasi di lapangan, di mana Iran masih mampu melancarkan serangan rudal di kawasan dan mengganggu jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz.
Gangguan di jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran pasar internasional dan mendorong kenaikan harga minyak dan gas, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu rute utama ekspor energi dunia.
Di sisi lain, hubungan Washington dengan sekutu tradisionalnya juga menunjukkan tanda-tanda ketegangan. Sejumlah negara anggota NATO dilaporkan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mengerahkan angkatan laut guna membantu mengamankan kawasan Teluk.
- Penulis: Redaksi Nulondalo

Saat ini belum ada komentar