Breaking News
light_mode
Trending Tags

Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • visibility 28
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bagi kader Muhammadiyah, istilah Darul Arqam tentu sudah akrab. Darul Arqam adalah sebutan untuk jenjang pengkaderan yang menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota dan kader Muhammadiyah. Secara harfiah, Darul Arqam berarti “rumah Arqam”, merujuk pada sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqam, yang rumahnya menjadi tempat berkumpul dan belajar para sahabat Muslim pertama. Dari sinilah prinsip pengkaderan dan pembinaan komunitas yang aman dan terstruktur terinspirasi, lalu diterapkan dalam tradisi Darul Arqam Muhammadiyah hingga kini.

Lalu, siapa Arqam itu?

Arqam bin Abdul Manaf bin Asad termasuk dalam as-sabiqunal awwalun — mereka yang menerima Islam di masa awal kenabian Nabi SAW di Mekah. Riwayat menyebutkan, ia berada di antara tujuh atau delapan orang pertama yang memeluk Islam setelah Rasulullah SAW mulai menyampaikan wahyu. Ada pula yang mengatakan Arqam masih remaja ketika mengambil keputusan besar itu, sementara keluarganya saat itu bukan pendukung Rasulullah.

Arqam lahir di Mekah dari suku Quraisy, tepatnya klan Banu Makhzum — sebuah klan yang berpengaruh dan disegani. Ayahnya, Abu al-Arqam (Abd Manaf ibn Asad), adalah tokoh dari klan tersebut, sedangkan ibunya disebut bernama Umama binti Al Harith dari suku Khuza’ah. Arqam kemudian menikah dengan Hind binti Abdullah dari suku Asad, dan dari pernikahan itu lahirlah anak-anak seperti Umayya dan Maryam.

Yang membuat nama Arqam bin Arqam abadi dalam sejarah adalah keberaniannya membuka rumahnya bagi kaum Muslimin. Pada masa dakwah yang masih sangat awal, ketika Islam disampaikan secara rahasia dan penuh risiko, Nabi SAW dan para sahabat tidak bisa berkumpul secara terbuka. Pertemuan semacam itu bisa berujung penganiayaan. Dalam kondisi genting itulah, Arqam menawarkan rumahnya sebagai tempat berkumpul yang aman.

Rumah itu berdiri di kaki Bukit Safa, tidak jauh dari pusat kota Mekah, namun cukup tersembunyi dari pandangan orang-orang yang menentang Islam. Bangunannya sederhana, rumah biasa di kawasan permukiman. Di rumah itu, Nabi SAW dan para sahabat membentuk majelis pembelajaran, menelaah wahyu yang turun, dan yang terpenting menjadi penopang awal komunitas muslim.

Peran rumah Arqam begitu penting hingga sebagian sejarawan menyebutnya sebagai “madrasah pertama dalam sejarah Islam.” Dari tempat sederhana itu, lahir tokoh-tokoh besar yang kelak menyebarkan Islam ke berbagai wilayah setelah dakwah semakin terbuka dan komunitas Muslim berkembang pesat.

Rumah Arqam selalu tercatat dalam sejarah Islam. Namanya tetap dikenal sebagai bagian dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Berabad-abad kemudian, rumah kecil di kaki Bukit Safa itu masih menjadi inspirasi bagi pengkaderan dan pembinaan generasi Muslim.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    Nilai Tukar Petani Gorontalo Bulan Juni Sebesar 115,84

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Nilai tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo pada bulan Juni 2025 sebesar 115,84 atau naik 0,02 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,11 persen meskipun Indeks harga yang dibayar petani (Ib) juga naik sebesar 0,08 persen. Besaran NTP ini disampaikan Dwi Alwi Astuti Plt. Kepala Badan […]

  • Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai […]

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

    Perguruan Tinggi Lokal Terpinggirkan, Pembangunan SDM Hanya Retorika?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Dalam berbagai pidato, dokumen perencanaan pembangunan, maupun visi-misi kepala daerah di Bolaang Mongondow Raya (BMR), pembangunan sumber daya manusia (SDM) seringkali menjadi narasi utama. Frasa seperti “menyiapkan generasi emas”, “mendorong kualitas pendidikan”, atau “membangun SDM unggul” kerap terdengar dalam forum-forum resmi. Namun, jika kita mengarahkan pandangan lebih dekat ke kondisi nyata pendidikan tinggi di daerah […]

  • Map Is Not Territory

    Map Is Not Territory

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Oleh : Pepy Albayqunie (Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah) Dalam kegiatan orientasi atau pelatihan Moderasi Beragama, ada satu latihan sederhana yang sering memantik diskusi selanjutnya. Peserta diminta menggambar denah perjalanan dari rumah menuju lokasi pelatihan. Tidak perlu akurat, tidak […]

  • Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    Pasal Larangan Komunisme dan Marxisme dalam KUHP Baru Tuai Perhatian

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 148
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Ketentuan mengenai larangan ajaran Komunisme dan Marxisme dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali menjadi perhatian publik. Aturan tersebut tercantum dalam Pasal 188 KUHP, yang melarang setiap orang mengajarkan, menyebarkan, serta mengembangkan ajaran Komunisme, Marxisme, dan Leninisme dalam bentuk apa pun. Dalam pasal tersebut, pelanggaran terhadap ketentuan dimaksud dapat dikenai ancaman pidana […]

expand_less