Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 203
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang membuat nama Arqam bin Arqam abadi dalam sejarah adalah keberaniannya membuka rumahnya bagi kaum Muslimin. Pada masa dakwah yang masih sangat awal, ketika Islam disampaikan secara rahasia dan penuh risiko, Nabi SAW dan para sahabat tidak bisa berkumpul secara terbuka. Pertemuan semacam itu bisa berujung penganiayaan. Dalam kondisi genting itulah, Arqam menawarkan rumahnya sebagai tempat berkumpul yang aman.

Rumah itu berdiri di kaki Bukit Safa, tidak jauh dari pusat kota Mekah, namun cukup tersembunyi dari pandangan orang-orang yang menentang Islam. Bangunannya sederhana, rumah biasa di kawasan permukiman. Di rumah itu, Nabi SAW dan para sahabat membentuk majelis pembelajaran, menelaah wahyu yang turun, dan yang terpenting menjadi penopang awal komunitas muslim.

Peran rumah Arqam begitu penting hingga sebagian sejarawan menyebutnya sebagai “madrasah pertama dalam sejarah Islam.” Dari tempat sederhana itu, lahir tokoh-tokoh besar yang kelak menyebarkan Islam ke berbagai wilayah setelah dakwah semakin terbuka dan komunitas Muslim berkembang pesat.

Rumah Arqam selalu tercatat dalam sejarah Islam. Namanya tetap dikenal sebagai bagian dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Berabad-abad kemudian, rumah kecil di kaki Bukit Safa itu masih menjadi inspirasi bagi pengkaderan dan pembinaan generasi Muslim.

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    Halal Bihalal: Antara Simbolisme, Spiritualitas, dan Transformasi Diri

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Pada konsep tersebut Halal Bihalal,  sebagai ekspresi keislaman Indonesia,  dibaca sebagai simbol-simbol kultural yang tidak hanya merepresentasikan keyakinan religius, tetapi juga mengkonstruksi realitas sosial yang sarat nilai kebersamaan, harmoni, dan keteraturan. Dengan demikian, kebudayaan Islam bukanlah entitas statis, melainkan hasil dari proses interpretasi yang terus-menerus antara teks keagamaan dan konteks sosial, di mana simbol menjadi […]

  • NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    NU Gorontalo Bersatu Tolak Simbol dan Gagasan Khilafah oleh Eks-HTI

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Gerakan para eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Gorontalo dinilai telah memanfaat momentum Isu Palestina untuk mengkampanyekan pendirian Negara Islam. Gerakan politisasi isu Palestina oleh eks HTI  juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Di Gorontalo sendiri  ratusan orang mengatasnamakan Santri Peduli Palestina menggelar aksi damai peduli Palestina. Pasalnya aksi tersebut dinilai memanfaatkan isu Palestina untuk […]

  • Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    Metafora Londo Ireng, dari Penjajahan yang Berubah Menjadi Cara Berpihak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sebuah negara bisa merdeka secara politik, memiliki bendera, konstitusi, dan pemerintahan sendiri. Namun, kemerdekaan tidak selalu berarti rakyatnya terbebas dari praktik-praktik yang dahulu menjadi ciri kolonialisme. Penjajahan memang telah berakhir sebagai sistem pemerintahan, tetapi cara kerjanya bisa tetap hidup dalam bentuk yang lebih halus. Ia berpindah dari medan perang ke ruang-ruang kebijakan, dari moncong senapan […]

  • Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    Ketua PJI Sulsel Murka: Oknum Polisi Maros Diduga Aniaya Warga, Citra Polri Tercoreng!

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan, S. Sos,Mengecam, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian terhadap seorang warga sipil Berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025.di Bantai Tak Berombak (PTB) Maros,yang di lakukan Oknum Kepolisian yang bertugas di […]

  • Kota Ternate Raih Penghargaan Terbaik Penurunan Stunting di Maluku Utara

    Kota Ternate Raih Penghargaan Terbaik Penurunan Stunting di Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sementara itu, penghargaan terbaik kedua untuk Kabupaten Halmahera Tengah diserahkan oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, kepada Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil. Adapun penghargaan terbaik ketiga untuk Kota Tidore Kepulauan diserahkan oleh Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, kepada Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan. Prestasi yang diraih ketiga daerah tersebut dinilai mencerminkan […]

  • Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    Sambut Idul Fitri, Kemenag Sulsel Siapkan Program Ramah Pemudik

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan kesiapan program Ramah Pemudik dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi “Ketupat-2026” di Hotel Harper Makassar, Kamis 5 Maret 2026. Rakor tersebut dibuka Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dan dihadiri unsur Forkopimda, Pangdam XIV Hasanuddin, serta pejabat lintas instansi. Dalam […]

expand_less