IPO Lesu di Kuartal I 2026, Bursa Efek Indonesia Catat 12 Perusahaan dalam Pipeline
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 55
- print Cetak

Ilustrasi suasana pasar modal Indonesia yang menggambarkan aktivitas IPO dengan antrean perusahaan dalam pipeline, latar layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (IDX), serta simbol optimisme pertumbuhan melalui grafik dan ikon finansial.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Disclaimer: Konten ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi. Seluruh data dan proyeksi terkait IPO, termasuk yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar. Investor disarankan melakukan analisis mandiri dan/atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
nulondalo.com – Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia masih terpantau lesu menjelang akhir kuartal I/2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 27 Maret 2026, belum ada satu pun perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di bursa.
Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see dari pelaku usaha di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian, baik dari faktor global maupun domestik.
Meski demikian, harapan kebangkitan IPO tetap terbuka. BEI mencatat saat ini terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam antrean pencatatan saham (pipeline IPO).
Mayoritas berasal dari perusahaan dengan aset besar yang berpotensi menjadi motor penggerak penghimpunan dana di pasar modal ke depan.
Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa berdasarkan klasifikasi aset mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, pipeline IPO didominasi oleh perusahaan skala besar.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Djemi Radji

Saat ini belum ada komentar