nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026).
Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia.
Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan titik strategis Nusantara. Wilayah pengabdian tersebut meliputi Yogyakarta, Majene, Gowa, Tosora, Sidenreng Rappang, Jakarta, Palu, hingga Jeneponto.
Kedelapan wilayah tersebut menjadi ruang pengabdian sekaligus pembelajaran sosial bagi para mahasantri dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan di tengah keberagaman budaya masyarakat.
Sidang LPJ pun tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif akademik, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral atas amanah dakwah yang telah dijalankan.
Sidang berlangsung khidmat sekaligus penuh dinamika. Di hadapan dewan asatidz dan panelis penguji, setiap kelompok diwajibkan memaparkan laporan secara komprehensif, mulai dari aktivitas majelis taklim, pendekatan dakwah kultural, hingga analisis persoalan sosial yang ditemui selama masa pengabdian.
Saat ini belum ada komentar